
Prosesi akad nikah telah selesai. Kini, kedua pengantin baru itu sudah duduk di atas pelaminan. Dengan senyum yang terus mengembang.
Beberapa kali melakukan pemotretan dengan dua keluarga besar, serta teman-teman dan tamu undangan yang datang.
Sedangkan di bawah sana.
Tak hanya ada pasangan Chilla dan Alva, Sam dan Mira pun nampak berkumpul bersama.
Mereka baru saja datang. Terjebak macet, membuat keduanya harus terlambat melihat acara sakral Juna dan Nana. Padahal sang istri sudah merengek ingin melihat prosesi janji suci itu dilangsungkan.
Namun, sayang sungguh sayang. Perjalanan membuat keinginannya harus terkubur dalam-dalam.
"Helo brother!" Sapa Sam girang pada Alva, keduanya melakukan tos seperti biasanya. Membuat kedua wanita cantik itu hanya bisa terkekeh, melihat tingkah dua pria yang mereka cinta.
"Kemana Satria?" Tanya Alva seraya celingukan ke arah pintu masuk. Mencari sosok pria yang belum juga muncul batang hidungnya.
Sudah dua Minggu mereka tidak bertemu, setelah Satria mengumumkan bahwa dirinya telah menerima perjodohan dari orang tuanya.
"Masih di perjalanan. Biasa menjemput pacar." Timpal Mira. Karena saat suaminya itu menyetir, Satria sempat menelpon, memberitahu kalau dia harus menjemput calon tunangannya terlebih dahulu.
"Wah, Bang Sat ternyata sudah punya pacar?" Chilla yang belum tahu mulai antusias. Namun, keantusiasan itu langsung mendapat lirikan tajam dari Alva.
Alhasil, Chilla langsung memeluk lengan kekar suaminya, demi menenangkan lelaki tempramental satu ini. "Hehe, tidak sayang. Aku cuma bertanya."
Terkekeh, Mira dan Sam kompak, melihat kelakuan dua sejoli itu.
Hingga tak berapa lama kemudian, dari arah pintu masuk terlihat Satria menggandeng tangan seorang wanita. Wanita dengan tubuh tinggi nan semampai, dengan langkahnya yang begitu elegan.
Wajah cantiknya nampak anggun, dengan riasan tipis terkesan mewah.
Ya, Satria telah menggandeng salah satu model ternama dari negaranya. Perjodohan, menjadi satu-satunya jalan yang ia terima, untuk menghapuskan Chilla dari ingatannya.
Dan bersyukurnya, Satria berhasil. Sedikit demi sedikit dia bisa melupakan gadis kecil itu, dibantu sang kekasih yang begitu sabar, akhirnya Chilla hilang dari angan-angan masa depan.
Kini, wanita bernama Diana telah sukes merasuki jiwanya. Wanita dewasa dengan jejuta pesona yang membuat Satria lebih cepat jatuh cinta.
"Helo semuanya." Sapa Diana ramah, dengan lengkungan senyum yang membuat Chilla ikut tersenyum pula.
Gadis cantik berlesung pipi itu langsung berantusias mengulurkan tangan. Sedangkan para lelaki mengulang tos mereka bertiga.
"Chilla." Gadis itu memperkenalkan diri terlebih dahulu. Lengkap dengan senyum mengembang di kedua sudut bibirnya.
__ADS_1
Kagum, gadis itu menatap Diana lamat-lamat.
"Yeah. Aku sudah tahu. Aku Diana." Menerima uluran itu lalu keduanya melakukan cipika-cipiki. Begitupun dengan Mira.
"Memangnya Kakak mengenalku darimana? Kitakan belum pernah bertemu." Tubuh Chilla kembali ditarik mundur oleh Alva.
Seperti rantai, tangan kekar itu tak pernah lepas dari pinggang ramping istrinya. Mengikat kuat, hingga gadis itu tidak mampu untuk lari kemana-mana.
"Bukankah kamu adalah gadis yang Satria suka?" Tanya Diana tanpa canggung. Wanita satu ini memang bisa bersikap lebih dewasa dari pada Satria. Hingga dia tidak pernah mempermasalahkan masa lalu lelaki itu.
Baginya, masa lalu ya masa lalu. Berbeda dengan masa sekarang, dan masa depan.
Chilla menggigit bibir bawahnya. Melirik Alva yang meletakkan kepala di bahunya. "Apa? Bukankah dia sudah kalah?" Ucapnya, membalas tatapan mata Chilla.
"Hei, kenapa malah membahas masa lalu?" Cetus Satria. Baru saja datang sudah disudutkan.
Dan Diana langsung terkekeh pelan. "Pantas saja kamu kalah, ternyata gadis yang kamu suka memang pintar, dia memilih yang lebih tampan." Guraunya.
Satria mendekat, merengkuh pinggang Diana. "Sayang, kenapa memuji lelaki lain di depanku?" Rengek Satria. Membuat Alva membuat gerakan ingin muntah, jijik.
"Tapi dia memang lebih tampan darimu, Sat."
Menyadari Alva hanya diam saja, sontak Chilla mencubit lengan suaminya itu, hingga Alva mengaduh. "Aw!"
"Sayang, kenapa diam saja, kenapa tidak ikut tertawa?" Protes Chilla, padahal mereka semua sedang berkumpul di hari bahagia.
Tapi seperti biasa, jika sudah ada wanita lain, Alva pasti enggan untuk bicara ataupun tertawa.
"Aku lebih senang jika kau yang menyebutku tampan."
"Hiii... Bucin." Kompak semua orang.
Dan tiba saatnya, Juna dan Nana akan melemparkan buket bunga yang ada ditangannya. Terlihat beberapa orang berkerumun. Dan tanpa diduga Satria ikut berlari ke arah sana.
Siap untuk menangkap bunga.
Diana dan yang lain hanya geleng-geleng kepala, melihat tingkah Satria.
"Satu, dua, tiga!" Ucap Nana dan Juna berbarengan.
Dan bunga itu melayang jauh ke atas. Dengan sigap, tangan kekar itu meraih dengan penuh semangat. "Diana!!!" Pekiknya girang.
__ADS_1
Lantas berlari ke arah wanita bernama Diana itu, menyerahkan buket bunga dengan berlutut. Ia berdehem sebentar, lalu mulai memasang wajah serius. "Diana, sepertinya kita tidak perlu mengadakan acara pertunangan lagi. Diana, maukah kau menikah denganku?"
Seketika semua orang riuh, ingin melihat acara lamaran dadakan itu. Kompak semua orang berteriak "Terima, terima, terima."
Senang bukan main, Diana menutup bibirnya yang tak berhenti untuk tersenyum. Dengan lelehan air mata bahagia, wanita muda itu mengangguk.
Huaaaa!
Suasana makin ramai, gema suara tepuk tangan memenuhi halaman rumah Nana kala itu. Bahkan tanpa diduga, Satria langsung memasangkan cincin di jari manis Diana. Entah kapan lelaki itu menyiapkannya, yang jelas, lelaki itu sempat berkedip ke arah Juna, tanda terimakasih.
Wanita itu tak mampu lagi untuk tidak menangis, setelah Satria berdiri, dia langsung menghambur memeluk lelaki itu.
Erat, sangat erat.
Dan hari itu, kebahagiaan dirasakan oleh semua orang. Semua rasa sakit, hancur, perih, kecewa telah terkubur dalam. Dan berganti buncahan bahagia yang tak terduga.
Mereka semua telah menemukan pasangan hidupnya. Lalu bagaimana dengan kamu? Iya kamu? Kamu gimana? Masih jomblo aja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nih yang kemarin nanyain Bang Sat. Dia udah bahagia yah, Dede othor mah baik🤣🤣🤣
**Masih lama anunya, sabar😌
Kalau Visual kurang anu, mohon anu saja 🙏🙏🙏**
Kakak Sam 😘
Bang Sat 😍
Ayang Juna 🥰
Kakak pacar 🤧
__ADS_1