
Setelah menyegarkan kembali tubuh mereka, Shaka langsung menggendong tubuh Beby untuk keluar dari kamar mandi, dan mendudukkannya di atas ranjang.
Dia mencarikan satu baju rumahan beserta dalaman-**********. Shaka mengulum senyum, saat benda tak asing itu berada dalam genggamannya, dia selalu merasa lucu sekaligus tak menyangka akan begini jadinya.
Penutup jambu kristal dan apem kukus segera Shaka serahkan pada Beby. "Mau pakai sendiri?"
Semua pakaian itu sudah berpindah tangan, tetapi Beby dengan sikap manjanya meminta agar Shaka memakaikannya. "Pakein Abang aja."
"Bener? Nggak takut dimakan Tyrex lagi?"
"Capek Abang dih, tadi aja nggak jadi mau pake mulut atas. Gaya-gayaan ngancem mau makan lagi."
Shaka terkekeh, gadis kecil ini salah persepsi, dia hanya tidak ingin Beby lelah, makanya menyudahi permainan mereka, apalagi mereka dalam kubangan bathub yang diisi air dingin.
Bukannya muntah karena hamil, yang ada muntah karena masuk angin.
"Iya, Sayang iya. Kamu yang paling kuat, sini Abang pakein." Shaka mengambil alih kembali benda berbentuk kacamata dan segitiga itu, lalu mulai memakaikannya ke tubuh Beby.
Gadis itu tak memiliki rasa malu sedikitpun, dia hanya menurut saat Shaka menyuruhnya ini dan itu. Beby membalikkan badannya, saat Shaka ingin menautkan pengait braa.
"Sayang nomor berapa?" tanya Shaka.
"Nomor tigalah, Bang. Abang ngeledek Beby yah? Mentang-mentang punya Beby kecil?" cetus gadis itu dengan pemikirannya sendiri.
Sebenarnya dia pun merasa tak pede dengan jambu kristal kecil imut-imut itu, dia merasa bukan wanita yang sempurna. Yang memiliki dua pegunungan yang tumpah ruah.
__ADS_1
"Punya Sayang nggak kecil, tapi pas," balas Shaka, lalu meninggalkan kecupan di punggung mulus itu, membuat Beby beringsut merasa geli.
"Emang Abang nggak suka yang gede? Kan biasanya cowok-cowok begitu," tanya Beby lagi, merasa tak puas-puas dengan jawaban Shaka.
Namun, Shaka pun akan selalu memiliki jawaban atas pertanyaan Beby. "Dan cowok itu bukan Abang. Abang suka yang apa adanya, By. Kalo dikasihnya segini ya Abang bersyukur aja. Kan kuncinya itu, orang yang bersyukur pasti akan ditambah kenikmatannya. Jadi nanti kalo Abang minta tambah boleh yah." Jelas lelaki itu dengan tatapan menggoda.
Dan jawaban kali ini mampu membuat Beby tersenyum, senyum yang begitu natural di mata Shaka.
"Hehe, Abang nggak minta aja nanti Beby kasih kok. Kan apem kukus udah berteman sama Tyrex," ungkapnya sambil malu-malu.
Shaka menggeleng kecil sambil terkekeh, dia mengusak puncak kepala Beby, gadis ini benar-benar bisa sekali membuat lengkungan di bibirnya terbentuk dengan sempurna.
"Nih, sekarang gantian. Abang yang minta dipakein sama Sayang." Shaka menyerahkan satu set pakaiannya pada Beby.
Gadis itu menurut, dia segera meminta Shaka untuk naik ke atas ranjang. Namun, saat handuk itu terjatuh dari badan Shaka, fokus Beby jadi tertuju pada satu arah.
Beby menelan ludahnya kasar, benda gondal-gandul itu mulai mengitari otaknya yang mulai tercemar. Hingga beberapa saat, Shaka sudah kedinginan, tetapi Beby masih bergeming.
"By..." panggil Shaka menyadarkan gadis itu.
Bukannya menyahut, Beby malah balas memanggil Shaka. "Bang?"
"Hem, apa, Sayang?" tanya Shaka.
Lagi-lagi Beby meneguk ludahnya. "Boleh Beby makan Tyrexnya sekarang?"
__ADS_1
Eh, eh... Gimana? Gimana maksudnya? Shaka kembali dibuat melongo dengan pertanyaan istri kecilnya.
"By, maksud kamu gimana?"
Tangan langsing Beby tiba-tiba sudah hinggap di bawah sana. Meremassnya dengan manja. "Mau ini, Bang. Beby mau rasain makan ini."
Nafas Shaka tersengal, belum lagi sentuhan Beby yang membuat dia langsung menegang. "Kamu beneran, By?" tanyanya gelagapan.
Gadis itu mengangguk antusias, kini giliran Shaka yang menelan ludahnya. Dan detik selanjutnya, dia langsung mendesaah, saat kepala Tyrexnya sudah kembali basah.
Dan siapa lagi pelakunya, kalau bukan sang istri yang sudah begitu penasaran dengan rasa Tyrexnya. Beby memberikan sentuhan lidah, membuat Shaka mengepalkan tangannya.
"Uhhh, By!" erang lelaki itu.
Gadis kecil ini tak bisa dianggap remeh, dipancing sedikit langsung tanggap memakan umpannya.
Hingga Tyrex kembali menegang, Beby dibuat kewalahan, karena mulutnya begitu penuh, sementara Shaka bergerak seperti bermain dengan mulut bawahnya.
"Ah, By... Kamu buat Abang gila!"
*
*
*
__ADS_1
Emang Bang, bini lu emang begitu kelakuan nya🤣🤣🤣