Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Gara-gara Susu Pisang)


__ADS_3

Malam pun tiba, semua orang sudah berada di meja makan. Bahkan Gattan yang baru saja datang setelah puas berkencan, sudah ikut bergabung dengan keluarga besarnya.


Suasana ripuh, para istri yang biasa melayani suaminya bergantian untuk mengambil makanan, tetapi tidak dengan Beby, dia hanya mampu terdiam dan menyaksikan orang-orang hingga mereka semua selesai.


"Mommy susu pisang Kakak kemana?" tanya Gattan yang kini sudah berada di depan lemari es, lelaki itu memang suka sekali dengan susu pisang sejak kecil. Sebelum makan, biasanya dia meminum susu tersebut.


Tak heran, sampai sekarang Chilla menyetok susu kotak rasa pisang itu di dalam lemari es. Namun, sepertinya stok itu sudah habis, karena sebelum Gattan datang, susu tersebut sudah diminum oleh seseorang.


"Di lemari es habis, Kak?" tanya Chilla, kini dia tengah mengambilkan nasi serta lauk pauk untuk putri kecilnya.


"Nggak ada, Mom. Perasaan kemaren masih sisa satu." Gattan melirik ke arah Loly, gadis itu nyengir kuda, membuat Gattan curiga.


"Lu yang minum susu pisang gue yah?" Cetus Gattan.


"Hehe iya, abisnya susu Loly juga abis. Jadi minum punya kak Gattan," balas Loly tanpa rasa bersalah, dia bahkan tersenyum lucu. Membuat siapa saja pasti ingin mencubitnya.


Tetapi tidak bagi Gattan. Lelaki itu justru mendengus menghentak lantai dan merengek ke ibunya. "Ishhh Mommy! Kakak nggak mau makan kalo nggak ada susu pisang!"


"Ya belilah Gattan ke mini market depan," saran Mona pada sang cucu. Sudah tidak heran, lelaki satu ini memang lebih manja, karena jarak lahirnya lebih jauh dari kedua kakaknya.


Dulu, semua orang menyangka Gattan akan menjadi anak bungsu, tetapi nyatanya Chilla hamil kembali dan melahirkan Gabino, dan dalam jarak lima tahun kemudian, Chilla kembali dinyatakan positif hamil, dan melahirkan cucu terakhir yang sesungguhnya. Yaitu Loly similikiti ihi ihi.


"Nggak mau Oma," tolak Gattan masih di depan pintu lemari es. Dia terus merengek tak habis-habis.


"Lah kenapa, Kak? Kan deket dari rumah," Alva ikut buka suara untuk menenangkan putra ketiganya itu.

__ADS_1


"Kakak kasir yang cantik udah habis shiftnya. Nanti nggak bisa ketemu."


"Astaga."


Dan jawaban itu membuat semua orang melongo tak terkecuali Beby. Dia sedikit mengernyitkan dahinya melihat sikap kekanakan Gattan, lelaki yang dicap sebagai playboy di sekolah, sedang merengek karena tak dapat meminum susu pisang kesukaannya.


Benarkah ini nyata?


Gila yah si Gattan, gede badan doang.


Gadis itu melirik Shaka yang duduk di sampingnya. Berbeda dengan yang lain lelaki itu justru hanya fokus menatapnya dengan mengulum senyum. Beby terkejut, dia memundurkan wajahnya agar tidak terlalu dekat dengan Shaka.


Namun, Shaka tak tinggal diam, dia kembali menggeser duduknya, dan tangannya mengunci Beby, menyilang di punggung kursi.


"Ehemmm..." Jonathan berdehem, membuat fokus kedua sejoli itu teralihkan. Beby mendelik dan reflek mendorong dada Shaka, tetapi tangan Shaka justru melingkar di tubuh Beby.


"Papa nih, ganggu penganten baru aja," sungut Mona pada sang suami. Semakin membuat tawa semua orang pecah. Sekaligus membuat pipi Beby merah merona, bak kepiting rebus.


Sementara Chilla sedang menenangkan putra ketiganya. Dia meminta salah satu asisten rumah tangga untuk membeli susu yang Gattan inginkan.


Tak berapa lama kemudian, Mbak Puri yang dimintai tolong oleh Chilla, datang dengan sekantong belanjaan berisi susu pisang kesukaan Gattan.


Lelaki yang baru beranjak usia 18 tahun itu, langsung kegirangan, meminta dua kotak susu sekaligus, dan melangkah ke meja makan.


"Mommy, Loly mau pisang Kak Gattan juga," ucap Loly, menengadahkan tangannya. Dengan mulut yang penuh dengan makanan.

__ADS_1


"Pisang gue? Enak aja!"


Chilla mencubit pelan perut Gattan, lalu mengulum senyum ke arah Loly. "Ini untuk cantiknya, Mommy."


"Dia mah nggak cantik, Mom. Mak lampir cilik, tukang rusuh," rutuk Gattan yang masih terlihat kesal. Namun, bukannya marah Loly justru menjulurkan lidahnya, meledek Gattan.


Melihat itu, Chilla hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Kak Bino mau juga?" Sambung Chilla, menawari Gabino yang sedari tadi diam, dan fokus pada makanannya.


Gabino menggeleng. "Nanti aja, Mom. Kakak lagi laper." jawab dia apa adanya.


Pram yang duduk di samping bocah SMP itu, mengusak puncak kepala Gabino. "Habiskan makanannya, Boy. Kalo kurang nanti Opa ambilkan lagi."


"Kalo Beby sama Shaka gimana? Mau susu pisang juga nggak?" tawar Chilla pada anak dan menantunya itu. Beby menggeleng, karena dia memang tidak menyukai segala jenis susu.


Sementara Shaka mengulum senyum ke arah sang ibu, lalu menggeleng samar. "Nggak perlu, Mom. Kakak minum susunya nanti aja di kamar."


Cletak!


*


*


*

__ADS_1


Abang mulai nackal.


Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣


__ADS_2