Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Kabar Bahagia)


__ADS_3

Mendengar pernyataan dokter Maya, Shaka langsung mengajak Beby untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan.


Ada senyum kecil yang tersemat di bibir lelaki tampan itu, dia benar-benar berharap, apa yang dikatakan dokter Maya adalah kebenaran. Beby hamil anaknya, hasil kerja kerasnya.


Dengan menggandeng tangan sang istri, Shaka kembali keluar dari ruangannya. Semua pekerjaan hari ini dia limpahkan pada sang asisten, yakni Robby.


"Semoga aja bener ya, By," ucap Shaka penuh harap, saat mereka berada di lift, lelaki itu memeluk tubuh Beby dari belakang, lalu mengusap-usap perut rata istrinya. Tempat bayi Tyrexnya berada.


"Kalo ternyata nggak ada gimana, Bang? Apa Abang bakal kecewa?" tanya Beby sedikit mendongak, untuk melihat wajah Shaka.


Shaka membungkuk, lalu meninggalkan kecupan singkat di pipi wanitanya. "Nggaklah, By. Untuk apa kecewa? Kalo belum ada mungkin belum waktunya, dan kita perlu berusaha lebih keras lagi untuk membuatnya ada." Ujar Shaka yang membuat Beby nyengir, menunjukkan gigi-giginya.


Tidak salah dia mencoba untuk mencintai Shaka. Lelaki ini selalu saja sabar menghadapi apapun bersamanya. Tidak ada marah-marah, apalagi menunjukkan raut masam di depannya.


Selama ini, hubungan mereka selalu baik-baik saja. Tercipta begitu hangat, bahkan sampai membuat Beby tidak menyangka. Kenapa sekarang dia malah bucin dengan Shaka, lelaki yang dulu dia sebut sebagai Si Tua Bangka.


"Makasih, Bang. Udah selalu ngertiin By, manjain By, Abang yang terbaik. By sayang sama Abang," ungkap gadis cantik itu dengan menggenggam tangan Shaka, mereka sama-sama meletakkan kedua telapak tangan di atas perut Beby, berharap memang ada buah cinta mereka di sana.


"Abang lebih sayang padamu, By."

__ADS_1


Senyum Shaka semakin lebar, dia mengecupi puncak kepala Beby hingga lift itu terbuka. Beberapa orang yang lewat tak sengaja mengalihkan pandangan mata mereka ke arah keduanya.


Kening mereka mengernyit, karena melihat raut wajah Shaka dan Beby yang terlihat bahagia, padahal baru saja mereka memanggil dokter. Ada kemungkinan salah satu di antara mereka itu sakit kan?


Namun, kedua orang itu tak peduli pada tatapan mata yang melayang ke arah mereka. Beby dan Shaka terus berjalan, saling bergandengan tangan hingga sampai di basemen perusahaan.


Dan siang itu, benar-benar menjadi kabar bahagia untuk keduanya. Karena Beby benar-benar dinyatakan hamil, tak hanya satu janin yang bersemayam di rahimnya, tetapi dua. Ya, dia mengandung anak kembar.


"Aaaaa... Abang, Beby nggak nyangka, ada dedek bayi di perut aku sekarang," ucap Beby kegirangan, kini mereka sudah sampai di apartemen, karena Shaka tidak kembali ke perusahaan.


Dia ingin menikmati kebahagiaan ini bersama dengan istrinya. Hanya berdua.


"Dijaga ya, Sayang. Mulai sekarang kamu harus lebih hati-hati, tidak boleh ceroboh, apalagi berani naik Jordy. Abang nggak akan izinin," balas Shaka sambil memeluk tubuh Beby yang semakin berisi, keduanya tengah duduk di sofa, dengan Beby yang dipangku oleh Shaka.


Mendengar itu, Shaka ikut terkekeh, lalu tangan besarnya naik. Memberi tekanan pada kedua buah dada Beby yang sebentar lagi pasti akan ikut membesar.


"Lanjutin yang tadi yuk, By. Sebelum jambu kristal punya Abang dibagi-bagi," ucap Shaka yang membuat Beby menghentikan tawanya, lalu menoleh ke belakang.


Dia mengalungkan tangannya di sepanjang leher Shaka, keduanya saling pandang, uluman senyum tersemat di bibir masing-masing, Beby mendekatkan wajahnya untuk menggesek pucuk hidung mereka.

__ADS_1


"Ayo, siapa tahu nanti dedek bayinya nambah lagi. Hihi."


Dan tawa itu mereda, berganti desaah yang bersahutan, menggema di setiap sudut ruangan, hasil dari gesekkan dua tubuh yang saling berhimpitan.


Shaka bermain dengan ritme yang sangat pelan, ingin membuat Beby merasa nyaman. Karena dia tidak mau sampai menyakiti istri dan kedua anaknya yang mulai berkembang.


"Ah, Bang. Beby udah mau keluar," ucap gadis itu dengan wajah yang memerah, merasakan kenikmatan yang menjalar di seluruh tubuhnya.


Mendengar itu, Shaka menggigit pucuk dada Beby dan semakin memacu tubuhnya. Memberi hentakan yang lebih terasa, hingga menuju titik denyut terdalam milik istrinya.


Mulut Beby menganga, dia memeluk leher Shaka erat, saat pelepasan dia dapatkan. Bersama-sama dengan Shaka yang mengerang panjang.


Kegiatan panas itu menghasilkan nafas yang menderu, dada keduanya naik turun dan saling memburu oksigen yang ada di sekitar mereka.


"Abang mencintaimu, By. Abang mencintai kalian," ucap Shaka, mencabut diri dan mencium perut Beby.


*


*

__ADS_1


*


Ceilah, si Alpahhhh udah mau jadi opah opah🤣🤣🤣


__ADS_2