
Beby terus berjalan mengangkang sampai dia masuk ke dalam kelas. Bukan apa-apa, di samping apem kukusnya yang terasa lecet karena kebuasan Tyrex Shaka.
Dia pun masih merasakan ada sesuatu yang mengganjal di sana. Benda besar nan panjang itu terasa masih tenggelam, dan menyumpal liang kenikmatannya.
Hingga membuat otak cetek Beby terus dibuat traveling. Tapi gadis itu patut bersyukur, karena kini dia tidak lagi merasa begitu penasaran.
Yang ada sekarang, malah mau coba lagi, lagi dan lagi. Dan pada akhirnya, Beby jatuh di tangan Shaka, Tyrex itu seperti candu untuknya.
Apalagi kalau Tyrex menyemburkan bisanya di dalam. Ah, mungkin Beby akan semakin dibuat melayang-layang.
Tunggu tiba saatnya, Beby akan membuat Tyrex Shaka tidak bisa lagi keluar. Benda kesukaannya itu akan terus berada di dalam, dan memanjakannya.
Dan dengan membayangkan semuanya, Beby mulai merasa gila. Bagaimana tidak? Dia senyum-senyum sendiri di ambang pintu, sedangkan kedua tangannya memegang pinggul yang masih terasa ngilu.
"Hehe... Untung udah cobain Tyrexnya si Abang. Kalo nggak, mungkin hari ini gue masih uring-uringan. Ah, nggak nyesel gue pokoknya. Pem, lu bae-bae yah, ntar gue kasih yang enak-enak lagi pulang sekolah," gumam gadis itu sambil cengar-cengir sendiri.
Membuat penghuni kelas merasa merinding seketika melihat tingkah aneh Beby. Termasuk ketiga temannya, sangat jarang sekali mereka rajin seperti ini.
Pagi-pagi duduk rapih di dalam kelas, hanya karena menunggu Beby yang katanya ingin curhat hasil pertandingan kemarin. Apem kukus vs Tyrex.
"Beb, ngapain lu cengar-cengir di situ? Buruan masuk, yaelah kita udah kek batu yang dikutuk jadi Malin Kundang gegara nungguin lu!" cetus Ale, dengan suara yang bass.
Membuyarkan bayangan mesum gadis itu. Beby langsung tersadar, dia mengedipkan matanya beberapa kali, lalu menatap ke arah ketiga sahabatnya.
"Oh iya, ngapain gue berdiri di pintu yah? Siapa tadi yang nyuruh gue berenti?"
"Kagak ada, buruan anaknya Pak Malih," Bambang ikutan tak sabar, dia menggerakkan tangannya, melambai meminta Beby segera mendekat.
Tanpa banyak kata, Beby kembali berjalan dengan langkah khas pengantin baru yang abis malam pertama.
"Ck, gila lu, Beb. Gue rasa sih mainnya nggak ada otak, lu sampe jalannya aja begitu," cetus Yosi begitu Beby melandaskan pantatnya di kursi.
Gadis itu sedari tadi terus geleng-geleng kepala.
Namun, bukannya marah, Beby justru tersenyum girang. Memamerkan giginya yang kecil-kecil dan berbaris dengan rapih.
__ADS_1
"Udah cepetan cerita sama kita, nggak pake lama, apalagi pake saos karena kita bukan tukang bakso!" ujar Ale sambil menggebrak meja.
Yosi menoyor kepala Ale. "Becanda lu garing. Lagian giliran soal beginian aja lu cepet!"
"Weh jangan salah, ini namanya ilmu gratis langsung dari suhunya, Yos. Ntar kalo lu mau belajar sama gue bisa tuh, kita joinan," gurau Ale sambil menampilkan senyum jenakanya.
"Anjirrrrr, kagak napsu gue."
"Napsunya Ama gue ya, Yos?" Bambang menimpali dengan mengangkat kedua alisnya.
"Halah, lu bedua sama. Pisangnya kecil semua, udah sekarang mendingan kita dengerin nih bocah mau cerita apa!"
Kedua pemuda itu mengangguk, lalu mulai menatap Beby dengan seksama.
"Kalian tahu nggak?" tanya Beby.
"Ya kagak tahu, Beb. Kan lu belum ngasih tahu," jawab Bambang.
"Diem dulu setann!" cetus Beby, membuat semua teman-temannya terkekeh.
"Asal kalian tahu, Tyrex Abang Shaka udah bisa gue taklukin!" cetus Beby sambil menepuk dada bangga.
"Idih, gila lu yah? Lu mau perkosa anak orang?" ketus Yosi dengan raut wajah tak habis pikir.
"Lah si Beby aja nggak ngerasa diperkosaa."
"Otak lu dipake Ale, Kak Shaka kan suami dia! Mana ada suami perkosa istri, apalagi istrinya malah kegirangan begini!"
"Ya itu_"
"Halah udah deh, yang punya mulut dua itu cuma cewek, kenapa mulut lu comel banget dah!"
"Ya deh, Yos, iya. Kalah lagi aja gua mah," Ale terlihat pasrah, sementara Bambang mendengus kesal.
"Ah lu pada berisik aja, gue lagi serius mencerna ini! Gimana lanjutannya, Beb?"
__ADS_1
"Tapi nih ya, pas pertama itu gue kecewa, karena dia nggak bisa maen lama. Itu kira-kira karena tenaganya atau gimana sih? Ada solusinya nggak?"
Mendengar itu, Beby langsung mendapat toyoran dari Ale.
"Lu nya aja yang bloon, namanya pertama. Itu tandanya Bang Shaka masih perjaka, nggak pernah solo karir, masih suci. Dan lu yang udah renggut kesuciannya, eh masih disuruh main lama, ya kagak bisa!"
"Kenapa?" tanya Beby dengan wajah polos.
"Nih ya, Beb. Bini gue yang tertunda, sayangku, cintaku. Menurut artikel yang gue baca, orang yang masih perjaka itu cenderung nggak bisa main lama, kalo Bang Shaka mainnya lama, lu malah harus curiga, biasanya itu tukang celap-celup," terang Ale panjang lebar.
Namun, sepertinya yang diajak bicara koneksinya sangat kecil, karena dia justru mengernyit bingung.
"Celap-celup gimana?"
"Ya itu, celup lobang sana, celup lobang sini."
"Lobang apa Ale?" timpal seseorang.
Deg!
Keempat orang itu baru sadar, kalau di depan sana sudah ada guru yang hendak mengajar.
"Hehehe, lobang semut, Bu, maksudnya," jawab Ale sambil garuk-garuk kepala.
*
*
*
Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣
Yang sableng mereka, bukan othor🤣🤣🤣
Salam anu 👑 votenya jangan lupa mumpung Senin 😘😘😘
__ADS_1
Oh ya jangan lupa mampir yah ke karya kakak ku🤗