Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
Berita


__ADS_3

Semua mata langsung tertuju pada mobil yang di kendarai Juna. Yakin, didalamnya ada sang CEO yang akan mereka ajukan banyak pertanyaan. Seseorang yang tengah menjadi pembicaraan di lini masa online.


Para wartawan, entah itu pria ataupun wanita berkejaran, tak memberi akses jalan pada mobil yang akan masuk kedalam basemen, mereka berdusal-dusal ingin berada di posisi terdepan.


Sedangkan Juna yang tampak kesal, langsung menghubungi tim keamanan Antarakna untuk menertibkan para pemberondong berita itu.


"Kemana mereka semua?" Gerutunya.


"Jun, ini sebenarnya ada apa? Kenapa mereka ada disini?" Tanya Alva dengan raut wajah kebingungan.


Di genggamnya tangan Chilla yang terasa dingin, perasaannya mulai tidak enak. Feelingnya mengatakan ada sesuatu yang buruk berkaitan tentang dirinya, tapi entahlah, entah dugaannya benar atau salah.


"Saya juga belum tahu, Tuan." Balas Juna canggung. Merasa bersalah, karena tidak update informasi terkini, bahkan pesan yang Silvia kirim, belum ia buka sama sekali.


Beberapa tim keamanan langsung pasang badan, membuat barisan yang tidak bisa di terjang, sedangkan mereka bergerak rusuh, ingin mendapatkan berita yang paling aktual.


Dengan saling menggenggam erat, Alva memberanikan diri keluar dari dalam mobil, membuat binar mata para wartawan langsung tertuju ke arahnya.


Namun Alva tak peduli, ia terus berjalan dan beralih memeluk bahu Chilla, tak ingin ada seorangpun yang menyentuh wanitanya.


Suasana makin riuh, mereka memotret sana-sini, membidik dengan sasaran terbaik. Pertanyaan-pertanyaan mulai bertebaran, melontarkan apa saja yang ingin mereka tanyakan, berharap mendapat jawaban. Dan pertanyaan itu langsung terngiang, berdengung ditelinga gadis manis itu.


Tuan benarkah dia penyebab batalnya pertunangan anda dengan Nona Yolanda?


Apa dia pihak ketiga?


Apakah sebenarnya anda sudah menjalin hubungan lama dengan wanita itu?


Tuan, siapa wanita itu?


Tuan, kenapa pernikahan kalian disembunyikan?


Benarkah anda sudah menikah?


Tuan, benarkah kalian pasangan selingkuh?


Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang berdatangan, bertubi-tubi hingga Alva, Chilla dan Juna sukses masuk kedalam perusahaan.

__ADS_1


Tak hanya di luar, didalam pun semua memandang ke arah Alva dan juga Chilla, para karyawan berdiri, saling melirik satu sama lain.


Otak Alva mulai mencerna, ada sesuatu yang menghebohkan disini, dan ia yakin semua karyawannya sudah tahu itu.


Tatapan mereka berbeda pada gadisnya, Alva menyadari, dan ia tidak suka itu. Mendadak Alva menghentikan langkahnya, niat hati ingin langsung ke ruangan pribadinya terurung, karena merasa marah dengan respon para pekerjanya.


Tangannya yang satu terkepal kuat, rahang itu semakin mengeras diiringi sorot mata yang menajam.


"Berhenti melihat istriku dengan tatapan seperti itu!" Suara itu menggelegar, nafas Alva terdengar berat dan kesal. " Kunci mulut kalian rapat-rapat, atau kalian semua ku pecat!" Alva berteriak marah lagi. Membuat semua orang yang ada disana semakin tertunduk dengan wajah memucat.


Suasana berubah mencekam, tak ada yang berani bersuara. Bisik-bisik mengenai istri sah dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja, di telan kembali oleh mulut-mulut mereka.


Pertanyaan yang bersarang mencoba untuk dilupakan, jika tak ingin kehilangan pekerjaan.


"Jika aku dengar sedikit saja kalian membicarakan tentang istriku." Menatap nyalang, satu persatu karyawan yang sudah gemetar. "Kalian boleh berkemas, dan angkat kaki dari sini. Hari itu juga!"


Glek!


Setelah mengucapkan kalimat itu, Alva beralih menatap istrinya yang sudah ketakutan, tatapannya berubah melemah, ia kembali merengkuh bahu itu lalu menuntun Chilla untuk berjalan ke ruangannya.


Didalam lift, lelaki itu sudah tak tahan, tanpa banyak kata ia langsung mendekap tubuh mungil yang tengah mengandung buah hatinya itu. Ia bisa merasakan sesuatu yang menyesakkan dada wanitanya.


Ia membenamkan wajahnya di dada Alva. Hatinya meringis, menahan sakit. Sedangkan Juna berkali-kali mengutuk kecerobohannya, karena ia tidak membaca pesan dari Silvia yang sudah memberitahu banyak wartawan di luar sana. Akibatnya, Chilla harus mendengarkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakiti hatinya.


Ting!


Pintu lift terbuka, secepat kilat Alva menggendong tubuh itu, dan membawa ke ruangan pribadinya.


Sedangkan Juna langsung mengecek berita yang sedang hangat-hangatnya di perbincangkan oleh seluruh pemilik jagat maya.


Alva menangkup kedua sisi wajah istrinya. Menciuminya hingga jejak basah itu terhapus, ia tidak bisa seperti ini, apa yang membuat gadisnya terluka, maka ia pun merasakannya.


"Maafkan aku, Chilla. Maafkan aku." Menyatukan kening, dan terus mengucapkan kata maaf sebanyak-banyaknya. "Ku mohon jangan menangis, aku tidak sanggup melihatnya. Hatiku ikut sakit Chilla." Memandang sendu dan merasa lemah. "Aku akan mencari tahu siapa dalang dibalik ini semua, aku berjanji akan membalasnya, pria ataupun wanita. Musuh ataupun teman, aku benar-benar akan memberinya pelajaran."


Mendengar itu, Chilla berusaha menghentikan tangisnya. Ia mencoba tersenyum berusaha baik-baik saja. "Chilla nggak apa-apa, Kak. Kakak nggak perlu ngelakuin itu, mungkin emang udah saatnya mereka tahu, Chilla emang orang ketiga diantara kalian." Ucapnya meyakinkan diri, padahal suaranya terdengar bergetar.


Alva menggeleng cepat. "Tidak, aku akan tetap mencari tahu siapa yang telah berbuat ini kepadamu. Dan ingat, jangan anggap dirimu seperti itu, ini semua salahku, kau harus tahu, selamanya kau akan menjadi nomor satu."

__ADS_1


Air mata Chilla kembali merembes, di peluknya tubuh lelaki itu dengan sangat erat. Hingga bias kelembutan dapat ia rasakan. Sedangkan tangan besar Alva setia mengelus punggung yang tengah naik turun itu, dengan begitu teratur.


Setelah cukup tenang, Alva membaringkan tubuh mungil itu diatas ranjang. "Istirahatlah, jangan pikirkan apapun. Kau harus tetap tersenyum, karena ada dia didalam tubuhmu, dia pasti akan ikut menangis, jika kau terus menangis. Dan sebaliknya, dia ia akan tersenyum, jika ibunya juga tersenyum." Terang Alva seraya mengelus lembut perut Chilla.


Seketika Gadis itu mengulum senyum, membuat Alva mengulas senyum pula di bibirnya.


"Aku keluar dulu." Pamitnya, setelah meninggalkan banyak kecupan di wajah Chilla.


Beralih pada Juna yang tengah sibuk didepan laptop miliknya, lelaki itu masih mengotak-atik, mencari tahu berita yang baru di unggah beberapa jam yang lalu. Berita yang menghebohkan dunia maya, dan membuat para wartawan langsung terjun ke lapangan.


"Apa yang mereka bicarakan?" Alva duduk didepan Juna.


Dengan cepat Juna memutar laptopnya, membiarkan lelaki itu membacanya sendiri, Alva melihat dengan seksama.


Hot news : Sosok orang ketiga diantara CEO Antarakna group dengan putri pemilik brand tas ternama.


Berita panas hari ini : Sosok gadis yang membuat CEO Antarakna group membatalkan pertunangannya.


Wow terkejut : Mereka pasangan selingkuhan. CEO Antarakna group seorang pebinor.


Ternyata oh ternyata : Diam-diam menikah. CEO Antarakna group dengan seorang pelakor.


Nggak nyangka : CEO Antarakna group ternyata sudah menikah.


Menyedihkan : Putri pemilik brand tas ternama, selama ini di bohongi.


Brak, brak brak!


Alva menggebrak meja beberapa kali, menguapkan kekesalannya. Darahnya kembali mendidih setelah membaca semua berita yang tersebar dan langsung mendapat viewer begitu banyak itu.


"Aku yakin, wanita medusa itu adalah dalangnya." Ucap Alva geram, ia mengeratkan gigi gerahamnya sambil meremas kertas. Menyiratkan, bahwa seseorang yang berdiri di balik berita itu, akan kusut seperti kertas yang ada dalam genggamannya.


"Tapi Tuan, didalam satu berita itu ada sesuatu yang ganjal."


"Apa itu?"


"Beberapa ungkapan didalamnya, di tulis atas narasumber inisial SA." Terang Juna setelah mengamati beberapa berita yang ia baca.

__ADS_1


"SA?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2