
Setelah benar-benar puas bercinta di mobil maupun di kamar mereka. Shaka mengajak Beby untuk mandi bersama. Mengisi bathub dengan air dingin, agar mendinginkan gairah mereka yang terus membara.
Shaka menurunkan Beby ke dalam bathtub, lalu dia menyusul. Sedari tadi Beby terus mencebikkan bibirnya, benci sekali dengan Shaka.
"By, udah dong cemberutnya. Abang nggak sengaja, Sayang," ujar Shaka sambil menjawil dagu Beby.
Beby melirik sekilas, tetapi tetap saja bibirnya terus maju ke depan. Tak terima dengan Shaka yang mengeluarkan para kecebong Tyrex ke dalam apem kukusnya, tanpa pengaman.
Meskipun tak bisa bohong, rasanya jauh lebih nikmat, dia bisa merasakan kepala Tyrex yang terus mengusal-ngusal liang kenikmatannya.
"Ya, Abang sih. Aturan dikeluarin, kan nggak pake Kokom," gerutu Beby tak habis-habis sambil memukul air. Menguapkan kekesalannya.
Shaka mendekat, dan langsung memeluk tubuh Beby. Beby ingin meronta, tetapi tubuhnya seolah tak bisa menolak sentuhan Shaka, dia justru menyederkan kepalanya di dada bidang lelaki itu.
"Abang minta maaf, Abang lupa, Sayang. Lagi pula apa yang kamu takutkan? Kan kamu punya suami, By." Ujar Shaka sambil mengelus kepala gadis itu.
"Baby takut, Bang. Beby belum siap."
"Kita belajar sama-sama, Sayang. Kalo dibilang siap atau belum? Jawaban Abang juga sama, Abang belum siap buat jadi ayah. Tapi ini bukan tentang kesiapan lagi, siap nggak siap kita harus siap, Sayang. Itulah konsekuensi orang menikah." terang Shaka, ingin membuat gadis dalam dekapannya ini tenang, karena ada dirinya.
"Tapi gimana kalo besok jadi? Beby sekolah bawa-bawa bayi?"
Mendengar itu, Shaka langsung melongo tak percaya. Dia ingin menepuk jidat, tapi tidak bisa karena Beby memegangi kedua tangannya. "Beby, kamu ini belajar biologi tidak?"
"Belajar, tentang ulet yang bisa jadi kepompong kan?" tebak Beby.
__ADS_1
"Selain itu?"
"Nggak tahu, soalnya Beby nggak pernah ikutin pelajaran biologi, bosen, ngantuk." jujur sejujur-jujurnya, dan apa adanya.
"Sayang, kamu harus belajar yang benar. Di dalam biologi itu, ada sistem reproduksi, anak kecebong Abang yang baru masuk nggak mungkin bisa langsung jadi bayi, ada waktunya, Sayang." jelas Shaka.
"Sampe kapan?"
"Kita tunggu aja, nanti kalo kamu telat datang bulan, kita periksa yah," ujar Shaka sambil mengulum senyum.
Gadis itu mengangguk, lalu mencubit kecil dada Shaka. "Abang sih jahat! Tapi enak." Cetus Beby sambil nyengir kuda.
Shaka selalu gemas dengan tingkah gadis ini, rasanya ingin menggigitnya lagi, lagi dan lagi. Dan Shaka benar-benar menggigit dagu Beby, menyesapnya hingga menimbulkan bekas kemerahan dan Beby mendesaah.
Beby menurut dia menikmati interaksinya dengan Shaka yang semakin terasa dekat. Ah, dia mulai nyaman dengan lelaki satu ini, lelaki yang bahkan tidak pernah marah saat Beby menolaknya.
Apalagi rasa Tyrexnya. Beuh, rasanya Beby ingin terus melayang di angkasa, kenikmatan haqiqi yang tidak pernah dia dapatkan, dari mana pun.
"Balik badanmu, Sayang." Pinta Shaka, dia ingin memijat punggung Beby, gadis itu lagi-lagi menurut.
Shaka dengan jemari lihainya memijat punggung yang akan menjadi tempat bersandar buah hati mereka. Membayangkan itu semua, rasanya Shaka ingin selalu tersenyum.
Dia jadi tidak sabar, ingin segera memiliki anak dari Beby.
Beby semakin merasa termanjakan, hingga dia merasakan sesuatu menyentuh punggung bagian bawahnya. "Bang?" Panggilnya pada Shaka yang masih fokus memijat.
__ADS_1
"Hem... Ada apa, By?"
"Kaki Abang ada tiga?"
Shaka mengernyit, belum mengerti maksud Beby. "Maksudnya, By? Abang kurang ngerti."
"Iya kaki Abang ada tiga? Itu yang tengah ikut selonjoran juga?" cetusnya tanpa menoleh ke arah Shaka.
Sementara Shaka yang baru sadar kalau Tyrexnya kembali bangun, dan menyentuh bagian tubuh Beby langsung tergelak seketika. "Susah nidurinnya, By. Kalo sama kamu, dia suka insomnia."
"Terus kudu diapain, Bang?" tanya Beby dengan polosnya.
Shaka terkekeh, saatnya menggoda gadis itu. "Mulut bawah nggak bisa, mulut atas boleh dong, By."
Dan Beby dengan kepolosannya menjawab. "Emang rasanya sama, Bang?"
*
*
*
Hay Hay, nggak muncul sehari ada yang kangen Beby enggak ini?
__ADS_1