Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Kalian Pacaran?)


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 9 malam, dan acara sederhana itu masih berlanjut. Semua orang masih berbincang di ruang keluarga, tak terkecuali dua sejoli yang baru saja resmi menjadi pasangan suami istri.


Padahal Beby sudah sangat gerah, dia tidak menikmati acara itu sama sekali, rasanya dia ingin segera kabur ke kamar, dan membaringkan tubuhnya, lalu terlelap. Namun, karena masih ada keluarga besar suaminya, dia tidak berani melakukan itu.


Apalagi ada Alva di depannya. Ya, hanya lelaki matang itu fokusnya sekarang.


Mas Tae, huhuhu.


Sementara di sisi lain, seorang gadis kecil menghampiri Beby dan juga Shaka. Bando kuda poni di kepalanya terlihat lucu, membuat wajahnya yang imut bertambah menggemaskan.



Loly berlari dari pangkuan sang ayah lalu menuju kakak kesayangannya, yang kini sudah menikah. Begitu sampai, tubuhnya yang mungil langsung mendapat sambutan dari Shaka.


"Wah adik Kakak cantik sekali malam ini," puji Shaka sambil memangku Loly. Gadis kecil itu tersipu, pipi gembulnya yang mirip kue bantal tiba-tiba merona.


"Iya dong, kan biar kayak Kak Beby," balasnya lalu terkekeh. Membuat fokus Beby teralihkan karena merasa namanya disebut, gadis itu mengulum senyum ke arah Loly, calon anak tirinya yang gagal.


"Emang Kak Beby cantik?" tanya Shaka, dan langsung mendapat anggukan dari Loly.


"Kak Beby cantik, makanya Kak Shaka suka. Iya 'kan?" Celoteh Loly, Shaka tak langsung menjawab, dia melirik Beby yang duduk di sampingnya, yang dilirik membuang muka. Tak mau bersitatap dengan Shaka.


Shaka mengulum senyum. "Cantik, cantik sekali." Ucapnya sambil terus menatap Beby yang tak sudi membalas tatapannya, tetapi tanpa diduga, ternyata pujian itu mampu membuat pipi gadis itu berubah merona.


Namun, demi menutupinya Beby langsung mencebikkan bibirnya. "Apaan sih, pencitraan mulu dari tadi." cibir gadis itu.


Shaka terkekeh.

__ADS_1


"Percintaan itu apa, Kak Shaka?" Loly kembali buka suara, menatap Shaka dengan binar matanya yang polos.


"Pencitraan, Loly. Bukan percintaan!" tegas Beby sambil menggelengkan kepala.


"Percintaan itu, seperti Kak Shaka dan Kak Beby," jawab Shaka, tak mengindahkan penegasan Beby, dia justru menjawab pertanyaan adiknya dengan sungguh-sungguh.


"Kalian pacaran?"


Shaka langsung tergelak mendengar pertanyaan Loly, otak gadis kecil ini pasti sudah terkontaminasi oleh Kakak-kakaknya yang lain, masih Sekolah Dasar, sudah mengerti pacar-pacaran.


"Emang pacaran itu apa?" tanya Shaka, menjawab pertanyaan adiknya dengan pertanyaan pula.


Loly nampak berpikir dengan serius. Sambil mengetuk-ngetuk keningnya menggunakan jari telunjuk. "Itu yang mesrah-mesrah." Jawab gadis kecil itu, membuat Shaka kembali tergelak kencang.


Lalu Cup!


Shaka selalu saja mempunyai alasan untuk memperdaya dirinya. Hingga lelaki itu bebas untuk melakukan apa saja di atas tubuhnya.


Cih, apa-apaan sih, bilang nggak suka, tapi nyosor aja kayak angsa!


"Kayak Mommy sama Daddy," ujar Loly lalu ikut terkekeh geli, karena Shaka menciumi tengkuk Loly dengan gemas. Shaka tidak peduli tatapan tajam Beby yang sedari tadi mengarah padanya, lelaki itu selalu bersikap santai, seolah dia tidak melakukan salah.


Lagi pula apa salahnya mencium pipi istrinya, yang salah itu jika dia mencium istri tetangga.


Dan kekehan itu berhenti, begitu ponsel Shaka yang tersimpan di depan saku jas bergetar, lelaki itu merogohnya dengan cepat, di sana terpampang jelas nama Camberly, adiknya yang pertama.


Shaka menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan Amber, pastilah gadis itu ingin menanyakan tentang pernikahan dadakannya ini.

__ADS_1


Dan benar saja, saat baru pertama buka suara. Amber langsung menanyakan pernikahan Shaka dengan Beby. "Kak, kamu beneran nikah sama si Beby?" tanya Amber, sambil mengoles cream pagi di pipi mulusnya. Karena perbedaan waktu antara Indonesia dan New York adalah 12 jam.


"Iya, kami berdua baru saja resmi menikah," balas Shaka apa adanya.


Tiba-tiba Amber mengubah panggilannya dengan panggilan video, dan Shaka langsung menyetujuinya, lelaki itu merapatkan tubuhnya ke arah Beby dengan posisi yang masih memangku Loly.


Beby mendengus, tetapi begitu melihat wajah Amber di depan sana, dia langsung merubah mimik wajahnya, dan mengulas senyum terpaksa.


"Wah, kalian keliatan bahagia." Pekik Amber girang.


Bahagia apanya? Ketus Beby dalam hati.


"Beby selamat ya sayang, moga-moga lu cepet hamil, gue jamin pisang impornya Abang gue itu jos gandos, jadi lu tenang aja," ucap Amber memberi selamat serta doa, tak lupa diselingi dengan candaannya yang absurd sambil cekikikan.


Mendengar itu, Beby melirik Shaka sekilas, lelaki itu sama sekali tidak keberatan dengan ucapan Amber, dan justru mengulum senyum.


Dia ini pintar sekali sih aktingnya.


"Beb, Beb, tahu lu mau nikahnya sama Abang gue mah kenapa nggak dari dulu aja," Amber kembali berceloteh, sementara Beby menjawab seadanya sambil tersenyum kikuk.


Aktingnya terlalu buruk untuk menutupi hubungannya dengan Shaka yang sebenarnya hanya pura-pura. Karena pernikahan ini bukan seperti pernikahan sungguhan, pernikahan ini seolah hanya tameng untuknya.


Entah bagi Shaka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2