
Shaka membalikkan badannya, dia terus mengulum senyum, merasa gemas dengan ekspresi yang Beby berikan. Sementara pipi Beby tak berhenti untuk merona, saat Shaka membisikkan kata-kata frontal itu padanya, Shaka benar-benar bahaya jika terus berada di dekatnya.
Tyrex? Makan apem kukus? Gumam Beby dalam hati, sambil tercenung.
Shaka melangkah ke arah lemari, dan kembali mengambil kaos milik Beby. Bahkan karena belum ada baju ganti apapun, dia tak memakai dalaman dari semalam. Tyrex-nya dibiarkan menggantung.
Namun, saat dia ingin masuk ke dalam ruang ganti, langkahnya mendadak urung, karena pintu kamar Beby diketuk dan disambung oleh suara Nana. "Beby, Mami bawa baju ganti buat Shaka nih." ucap wanita paruh baya itu di luar sana.
Beby langsung tersadar, dia menatap sekilas suaminya yang masih berdiri di depan lemari lengkap dengan senyum menyebalkan, gadis itu hanya mampu mendelik, lalu buru-buru melangkah ke arah pintu.
Sebelum kembali diketuk, Beby lebih dulu membukanya, dan menampilkan wajah sang ibu yang terlihat sangat sumringah.
Ceklek!
Fokus Nana langsung pada penampilan Beby yang sedikit acak-acakan, dia mengulum senyum, yang entah artinya apa. Sedangkan pikirannya sudah ke mana-mana, apalagi dia melihat Shaka yang bertelanjang dada, karena pintu dibuka sedikit lebar oleh Beby.
Pasti sudah gol! Batin wanita beranak tiga itu.
"Mami," panggil Beby cukup keras, hingga membuyarkan lamunan mesum ibunya.
Nana sedikit tersentak dan gelagapan. "Oh ini, Sayang. Ini ada baju ganti untuk Shaka, ini punya Papi tapi masih baru kok, belum kepake," ucap Nana, dia mengulum senyum begitu sang menantu menatap dan tersenyum pula.
"Oh yaudah sini," balas Beby malas-malasan sambil mengulurkan tangannya.
Nana menyerahkan pakaian tersebut ke putri sulungnya itu. Sebelum pergi, Nana sedikit melongok ke dalam.
"Oh ya, Shaka Mami tunggu di meja makan yah, jangan terlalu lama mainnya," ucap Nana menggoda, dan langsung mendapat anggukan dari lelaki itu.
__ADS_1
Mendengar godaan ibunya itu, Beby hanya bisa mencebik. "Main-main apa lagi?"
Dan setelah Nana berlalu, Beby langsung menutup pintunya, dan melangkah ke arah Shaka, dia menyerahkan pakaian itu dengan kasar tepat di dada lelaki itu. "Buruan pake, dan balikin handuk kesayangan gue."
"Handuk kesayanganmu?" tanya Shaka dengan satu alis yang terangkat.
"Iya, lu tahu nggak disitu tuh ada muka calon suami masa depan gue, jadi lain kali jangan coba-coba pake barang-barang gue sembarangan!" cetus Beby, wajahnya selalu tak ramah jika dia bicara dengan Shaka.
Entah kenapa bawaannya ingin selalu marah-marah.
Namun, lain bagi Shaka, dia suka sekali dengan wajah Beby yang seperti itu, menggemaskan. Tak ingin berdebat, Shaka dengan senang hati membuka lilitan handuk itu dan menyerahkannya pada Beby. Menyisakan tubuh polosnya yang tak terhalang apapun.
Netra Beby membulat sempurna, serta mulutnya yang menganga. "Oh my God, dasar tua bangka gila!" Teriaknya.
Beby langsung membalikkan tubuhnya, dan menutup kedua matanya, tubuh gadis itu menegang dengan nafas yang sedikit tersengal dengan apa yang baru saja dilihatnya.
Sedangkan di belakang sana Shaka tergelak kencang, melihat ekspresi Beby yang begitu terkejut. Dia buru-buru memakai baju tanpa berpindah ke ruang ganti, hingga dia selesai Beby masih dalam posisi yang sama, memunggunginya.
Shaka melangkah mendekat ke arah istrinya, dan langsung merengkuh tubuh ramping itu, membuat Beby kembali tersentak. Namun, saat dia ingin meronta, Shaka justru mengeratkan pelukannya. "Bagaimana DP-nya? Memuaskan tidak?" tanya Shaka.
Dibalik tubuh itu, Beby mengeratkan gigi depannya, merasa geram. "Lepasin gue, inget yah, lu udah nginjek-nginjek harga diri gue, jadi jangan jilat ludah lu sendiri!"
Mendengar itu, Shaka menyeringai tipis, dia melepas pelukannya dan membalik tubuh gadis itu agar menghadap ke arahnya. Kini netra mereka kembali bertemu.
Beby yang menatap sengit, sementara Shaka menatapnya penuh binar.
"Memangnya kapan aku menginjak-nginjak harga dirimu?" tanya Shaka memiringkan kepalanya.
__ADS_1
Beby mengepalkan tangannya kuat di bawah sana. "Lu selalu ngehina ukuran dada gue, jambu kristal lah apa lah, itu artinya lu udah nginjek-nginjek harga diri gue. Emangnya lu nggak mikir apa?"
"Oh jadi kamu nggak terima?" goda Shaka, kembali memajukan wajahnya.
"Ya jelaslah gue nggak terima."
"Tapi emang beneran segitu kok, aku nggak bohong."
Beby mendelik, emosinya selalu memuncak jika menghadapi Shaka. "Jangan so tahu!"
"Aku emang tahu, kan udah pegang semalem. Segini." Shaka terkekeh, dan membuat gerakan tangannya yang sedang menggenggam sesuatu.
"APA?"
"Tapi tenang aja, pas kok."
Dan... PLAK!!!
*
*
*
*
Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣
__ADS_1
Kurang ajar ya Beb, emang si Shaka nih 🤣🤣🤣