Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Melabrak Gattan)


__ADS_3

Pagi-pagi Shaka sudah bangun. Dia segera membersihkan tubuhnya, ingin ke rumah orang tuanya terlebih dahulu. Mata yang sedikit mengantuk itu dia tahan, karena sesampainya di kantor dia pun bisa beristirahat di sana.


Beby masih terlelap, dan Shaka tidak mau mengusik gadis cantik itu. Dia tahu semalam pasti Beby kelelahan karena melayaninya. Bahkan mereka baru tidur saat fajar hampir saja menjelang.


Saat Shaka sudah rapih. Dia segera membuatkan roti bakar serta orange juice untuk istrinya. Dia meletakkannya di atas nakas bersama catatan kecil dan juga alarm yang sebentar lagi akan membangunkan Beby.


Cup!


Satu kecupan melandas di puncak kepala gadis itu. Tubuhnya masih polos dengan corak kemerahan seperti macan tutul. Sebagai jejak percintaan mereka.


Shaka berjongkok di depan ranjang, mengusap wajah cantik yang alami tanpa polesan apapun.


"Abang berangkat ya, Sayang. Kamu udah janji nggak bakal nakal lagi, jadi jangan buat Abang kecewa, oke," gumamnya pada Beby yang masih menutup mata. Usapan lembut itu berakhir. Shaka bangkit dan turun ke bawah di mana Robby sudah menunggu dirinya.


Tak sampai lama, dia sudah melihat sang asisten yang sedang berdiri menyambutnya. Dengan sigap Robby membukakan pintu untuk Shaka.


"Selamat pagi, Tuan," sapa Robby sambil mempersilahkan Shaka masuk.


Lelaki itu mengulum senyum. "Selamat pagi juga, Rob."


Lantas setelah itu, mereka pun melandas ke jalan raya. Menuju kediaman Alva. Seperti yang sudah diperintahkan sang tuan, Robby tidak lagi bertanya.


Tak berapa lama kemudian. Mobil yang dikemudikan oleh Robby, sampai di halaman luas berumput hijau. Tanpa menunggu Robby membukakan pintu untuknya, Shaka langsung melangkah ke dalam, mencari adik keduanya, yakni Gattan.

__ADS_1


"Eh, Kakak. Kok udah dateng sepagi ini, ada apa?" tanya Chilla saat melihat putra sulungnya datang seorang diri, bahkan di waktu sepagi ini.


"Kakak cari Gattan, Mom. Di mana dia?" jawab Shaka sambil menyalimi tangan sang ibu.


Kening Chilla mengernyit heran. "Ngapain cari anak bandel itu? Ada urusan?" Tak lekas menjawab, Chilla justru balik bertanya.


"Anak itu harus dikasih pelajaran, Mom. Beby diajak ke balapan motor sama dia semalem. Untung dia nggak ikut balapan, kalo sampe terjadi sesuatu sama istri Kakak gimana? Lagian juga malem-malem kenapa bisa dia keluyuran?" Jelas Shaka.


Makin melebar saja bola mata Chilla, pasalnya dia tidak tahu menahu soal Gattan yang pergi malam-malam. Anak itu bahkan sudah tidur sekitar jam delapan.


"Beneran Gattan pergi ke sana? Kamu salah liat kali, Kak?"


Shaka menghela nafas. "Robby sempet tahan dia, Mom. Asisten Kakak nggak mungkin bohong. Kakak mau ke atas, Mommy lanjutin aja bikin sarapan."


Tok tok tok


"Tan!" panggil Shaka sambil menggedor-gedor pintu kamar Gattan.


"Tan, ini Kakak."


Gedoran itu terasa semakin kuat.


Membuat pemuda yang masih terlelap nyenyak itu merasa bising. Dan dengan terpaksa membuka matanya. Netra itu menyipit menyesuaikan cahaya yang menerpa indera penglihatannya.

__ADS_1


"Gattan, ini sudah siang. Cepat buka pintu kamarmu!" teriak Shaka masih setia menggedor. Dan hal itu sukses membuat Gattan kelabakan.


"Aduh, Abang gue dateng lagi. Mampus, gue pasti mau disemprot ini. Duh si asisten mulutnya bocor banget dah, kek kue lapisnya si Meta," gerutu Gattan dengan mencari tempat sembunyi.


"Gattan buka pintunya atau Kakak dobrak!" cetus Shaka di luar sana.


"Anjirrrrr, gimana ini? Pake ngancem-ngancem segala lagi. Demi semangkanya si Ayu yang luber ke mana-mana. Tolongin Gattan yang Sholehnya nggak kira-kira." Gattan menggosok-gosokan kedua tangannya.


Sementara wajahnya mulai pias. Telinganya bisa habis kalau Shaka berhasil masuk ke dalam kamarnya.


"Gattan! Kakak hitung sampe tiga, kalau kamu nggak buka pintu, Kakak beneran dobrak!" Shaka semakin mengeram, karena Gattan benar-benar membuang waktunya.


Tidak ada sahutan apapun dari dalam sana. Hingga rasa sabar Shaka mulai menipis, tidak ada pilihan lain, selain merusak pintu ini. Shaka mengambil ancang-ancang, dia mundur lalu berlari hendak menendang pintu tersebut.


Blash!


Pintu terbuka sementara Shaka masuk dan terjungkal ke lantai. Akibat ulah Gattan.


Melihat itu Gattan langsung melebarkan matanya. Sementara Shaka memegang hidungnya yang berdarah.


"GATTAN!!!!!!!!"


"AMPUNNNNNN! MOMMY TOLONGIN KAKAK!

__ADS_1


__ADS_2