
Masih di hari yang sama, menjelang sore Alva mendapat kabar bahwa Sam dan Satria akan datang dengan pasangan mereka masing-masing.
Sama halnya dengan Alva, dua bulan lalu Sam juga sudah menyandang status baru, yaitu menjadi ayah dari baby Hansel, putra pertamanya dengan sang istri, Mira.
Sedangkan Satria dan Diana baru saja menikah dua minggu yang lalu. Mereka baru pulang berbulan madu, tepat saat baby Shaka lahir ke dunia.
"Sayang, sebentar lagi Sam dan yang lain akan datang menjenguk kalian," ucap Alva seraya mengusak kepala Chilla, dan meninggalkan kecupan singkat di sana.
"Wah, apa Kak Sam membawa bayinya?" tanya Chilla antusias, dia bergerak kegirangan dengan senyum yang melebar.
Pelan, Alva mengangguk, dia duduk di samping pembaringan sang istri. Sedangkan baby Shaka tertidur pulas di box bayinya, dengan dijaga oleh Daniah. Karena kini di ruangan itu, hanya ada mereka bertiga.
"Pasti rame, Nana juga mau kesini soalnya."
"Iya, Juna sudah bilang padaku. Katanya sore ini dia akan datang bersama istrinya setelah pulang dari perusahaan."
"Ahhh... Senangnya, baby Shaka banyak yang menjenguk." Chilla bertepuk tangan kecil, membuat Alva terkekeh, ikut merasa senang.
Di luar gedung rumah sakit, berjejer berbagai macam rangakaian bunga, yang dikirim oleh beberapa cabang perusahaan yang bekerja sama dengan Antarakna group.
Mereka turut bahagia, atas lahirnya pewaris kerajaan Antarakna group yang selanjutnya. Tak hanya sampai di situ, beberapa wartawan juga silih berganti mendatangi rumah sakit yang menjadi tempat Chilla bersalin.
Namun, sebagai antisipasi Jonathan lebih dulu memberikan keamanan, dengan mengirim beberapa penjaga, untuk menjaga kenyamanan Alva dan juga Chilla.
Tak berapa lama kemudian, Sam dan yang lain benar-benar datang. Mereka langsung diberondongi banyak pertanyaan oleh wartawan yang masih berusaha keras untuk mendapat berita tentang pewaris kerajaan Antarakna group.
Orang-orang berbadan besar langsung menghadang, membuat barisan agar para pemburu berita tersebut tidak menyerobot masuk.
__ADS_1
Sampai di ruangan VVIP
Seorang penjaga yang mengantar mereka semua, mengetuk pintu ruangan Chilla. Setelah mendapat izin, Sam dan yang lain berbondong-bondong masuk secara bergantian dengan senyum yang mengembang.
"Hai, bro!" sapa Sam girang, dia melangkah ke arah Alva yang sudah ikut berdiri, mereka hanya saling melakukan tos, karena kini ada baby Hansel digendongan Sam.
"Selamat, brother! Semoga aku dan Diana bisa cepat menyusul kalian." Satria memukul bahu Alva pelan, sebagai salam perjumpaan, dia juga melirik Chilla sekilas dengan mengulum senyum.
Sedangkan Mira dan Diana, kedua wanita itu kompak mendekat ke arah Chilla, mereka saling memeluk satu sama lain, dan menyerahkan buah tangan untuk baby Shaka.
"Selamat ya Chilla, sudah jadi mommy sekarang," ucap Mira setelah melepas pelukan.
Chilla menganggukkan kepalanya sambil menerbitkan senyum manisnya. "Makasih banyak, Kak."
Lalu pandangan gadis itu beralih pada Diana yang mengulurkan satu paper bag yang cukup besar.
"Jangan salah, Sayang. Suaminya itu monster jelas saja kita kalah star," Satria ikut menimpali, dan langsung mendapat toyoran dari Alva.
Tak tinggal diam, Satria membalas Alva dengan menjenggut kepala lelaki itu. Merasa tak terima, Alva kembali memberi tabokan. Dan akhirnya kedua lelaki yang tidak tahu umur itu, saling serang-menyerang.
Melihat pertengkaran kecil itu, semua orang terkekeh-kekeh. Hingga kekehan keras mereka tak sengaja membangunkan baby Shaka.
Mendengar anaknya menangis, Alva langsung kalang kabut.
"Haish! Ini semua gara-gara kalian, anakku jadi menangis." Umpat Alva, dia mendekat ke arah box baby Shaka, awalnya tangis bayi mungil itu mereda, tetapi karena Alva tak lekas menggendongnya, tangis Shaka semakin bertambah kencang.
"Hei, kenapa kau biarkan anakmu menangis? Ayo gendong." cetus Sam saat melihat wajah Alva yang kebingungan.
__ADS_1
Sedangkan Daniah yang pamit ke kamar mandi, belum juga kembali.
"Aduh, Sayang ini bagaimana?" Keluh Alva, membuat semua orang mengernyit, dan saling memandang satu sama lain.
"Kenapa? Jangan bilang kau belum bisa menggendongnya?" tanya Sam, sambil menyerahkan baby Hansel ke gendongan Mira.
Alva menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia melirik Chilla yang sudah cemberut. Dan semua orang justru tertawa keras melihat wajah pias Alva.
"Heh, Alva! Jangan semangat membuatnya saja. Ayo coba gendong anakmu." Satria menggoda ayah baru itu.
"Ck, sialan! Aku bukan tidak bisa. Hanya saja aku takut." Netra Alva memicing tajam ke arah Satria, tetapi lelaki itu tidak takut sama sekali, baginya semua itu adalah hal yang biasa.
"Hahaha, ternyata ada hal yang kau takutkan yah di dunia ini." Satria tertawa-tawa dengan bersembunyi di belakang badan Diana. Diana yang melihat tingkah kekanakan suaminya hanya bisa geleng-geleng kepala.
Seketika ayah muda itu naik pitam.
Sementara Sam yang bisa bersikap lebih dewasa, bangkit dari sofa, dan menahan Alva yang hendak melangkah ke arah Satria. "Sudah, sudah. Dari pada marah-marah, sekarang ayo aku ajari untuk menggendong anakmu."
Alva menghembuskan nafasnya secara kasar. Dia mendengus, kemudian menatap Shaka yang masih menangis dengan air mata yang hampir keluar. Seketika rasa kesalnya berangsur menghilang, berganti rasa baru yang tiba-tiba membuncah.
Alva mengusap-usap kepala baby Shaka dengan lembut menggunakan tangan besarnya, hingga tangis bayi mungil itu meredup, tidak sekencang sebelumnya.
Sam mulai mengajarkan cara menggendong bayi pada Alva, sedangkan lelaki itu diam dan fokus memperhatikan.
Hingga akhirnya, sore itu Alva benar-benar bisa menggendong buah hatinya, dengan bantuan Sam, kini baby Shaka ada dalam dekapan sang ayah.
__ADS_1
Alva menatap ke arah Chilla, dia mengulum senyum begitu bangga. "Ahhh... Adonanku benar-benar sempurna." Mengecup kepala Shaka, dia menimang-nimang dengan penuh sayang, hingga perlahan bayi mungil itu kembali menutup mata, karena merasa nyaman.