
Glek!
Beby langsung mendelik mendengar ucapan Shaka, pasti lelaki itu tengah menggodanya, tetapi jika dia terus mengalah. Shaka akan semakin semena-mena terhadap dirinya, bukankah harga dirinya sudah dijatuhkan oleh lelaki itu.
Sekarang kita lihat apakah Shaka benar-benar bisa menolak pesonanya. Dengan tidak menyentuhnya. Atau justru sebaliknya.
"Gue nggak takut! Lu mau gigit? Gue jabanin." Seketika Beby membuka kaos kebesarannya, dan membuangnya begitu saja ke sembarang arah, memperlihatkan dua bulatan kecil sebesar jambu kristal yang sering Shaka sebut-sebut untuk meledek gadis itu.
Kini giliran Shaka yang meneguk ludahnya kasar. Dia hanya berniat menggoda Beby, agar gadis itu mau mengganti bajunya, tetapi ternyata gadis itu sudah berani menantang dirinya.
Nyali Beby benar-benar tidak bisa dianggap remeh.
"Ayo, katanya mau gigit! Nggak berani kan lu? Jangan cuma bisa ngancem doang jadi orang, asal lu tahu gue nggak bakal takut sama lu! Suami durhakim," tantang Beby dengan bertolak pinggang, seolah dia benar-benar memang tidak takut dengan tindakan Shaka selanjutnya.
"Kamu sedang menantangku?" tanya Shaka dengan satu alis terangkat, dia melangkah mendekat, dan Beby semakin waspada.
"Kalo iya kenapa?" Beby semakin melotot.
Shaka menyunggingkan senyum, netranya fokus pada dua bulatan yang sedikit menyembul di antara kacamata yang dipakai oleh Beby. Seketika hasrat lelakinya terpancing, karena walau bagaimanapun, dia tetaplah lelaki normal, yang dapat berbuat apa saja pada tubuh Beby.
__ADS_1
Tanpa ba bi bu Shaka menyergap tubuh mungil itu, menguncinya hingga Beby tak mampu untuk lari kemana-mana.
Sial! Gue kalah cepet.
Netra keduanya bertemu, Beby menatap Shaka dengan sengit, sementara lelaki itu justru membalasnya dengan tatapan mendamba.
Dan Beby hanya bisa membulatkan kedua matanya, begitu bibir Shaka sudah menyapa bibirnya. Bagai tersengat listrik, tubuh gadis itu langsung menegang, ada geleyar aneh yang tiba-tiba mengalir di antara desiran darahnya, apalagi saat Shaka sudah mulai menyesap bibirnya dengan perlahan sekaligus melumaat dengan penuh kelembutan.
Ini adalah ciuman pertamanya. Dan sekarang ciuman itu sudah direnggut oleh Shaka.
Dasar Tua Bangka! Beraninya dia.
Di sini, Shaka begitu menikmati pagutannya dengan Beby, dia terpejam dengan mulut yang tak berhenti untuk mencecap. Sementara tangannya mulai berkelana.
Sadar dengan nafas Beby yang sudah tersengal, Shaka melepaskan ciumannya dan beralih menyusuri leher putih gadis itu. Memberi beberapa stempel kepemilikan. Rasanya Beby ingin menolak, dan mendorong dada Shaka dengan keras, tetapi seolah otak mesumnya yang bekerja, Beby justru mendesaah.
Dan hal itu membuat Shaka yang sudah berkabut bertindak semakin beringas. Dengan cepat lelaki itu melepas pengait yang ada di belakang punggung Beby, menyisakan dua benda imut yang pucuknya tengah menegang.
Shaka bergeming sejenak, nafasnya memburu dan dalam sekejap otak warasnya kembali, dia harus menahannya sebentar lagi, setidaknya sampai gadis ini selesai ujian. Shaka melirik Beby yang juga tengah memejamkan matanya. Seketika Shaka tersenyum jahil, dengan gemas dia menggigit pucuk itu hingga Beby menjerit. "Aw!!! Sakit!"
__ADS_1
Beby membuka matanya dan melotot ke arah Shaka. "Lu gila yah?" Pekiknya tanpa sadar dengan tubuh bagian atasnya yang sudah polos.
Sementara Shaka hanya mampu terkekeh dengan tindakannya. Lalu pura-pura menutup mata dengan satu tangan. "Jambu kristalmu sudah aku gigit, jadi sekarang ganti baju sana. Aku malu untuk melihatnya lagi. Ternyata imut bentuknya."
Beby mencerna ucapan Shaka, lalu detik selanjutnya dia kembali berteriak kencang sambil menutupi dadanya yang sudah berhasil dinikmati oleh suaminya. "Dasar Tua Bangka gila!!!!"
Tak dapat dihindarkan, wajah Beby berubah merah merona. Sementara Shaka semakin tergelak kencang, karena berhasil mengerjai istri kecilnya.
*
*
*
Sabar Tyrex, kita puasa dulu sampe apem kukusnya mateng.
Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣
Vote dan hadiah aman? Yuk lempar...
__ADS_1