Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Masih Tengah-tengah)


__ADS_3

Blush!


Mendengar ucapan Shaka membuat wajah Beby seketika merah padam. Sumpah demi apapun dia sangat malu, terlebih tubuhnya sudah polos, hanya tersisa secarik kain segitiga yang menutupi apem kukusnya.


Sungguh dia ingin tenggelam ke dasar bumi saja, dan tidak lagi ingin bertemu dengan Shaka. Dia yang menantang, justru dia yang terjebak dalam permainan.


Sementara di atas tubuhnya Shaka terkekeh kecil, melihat ekspresi wajah Beby. Dan Beby sadar akan itu, dia segera memalingkan wajahnya agar tidak bersitatap dengan Shaka.


"Jambu kristalnya enak ternyata, bikin nagih," ucap Shaka cekikikan, lalu mulai bangkit dari atas tubuh Beby.


Beby mendelik, tetapi sungguh dia sudah tidak punya muka untuk membalas kelakuan suaminya. Beby segera menarik selimut begitu Shaka berlalu ke dalam kamar mandi dengan tubuh gondal-gandulnya, otaknya mulai berkelana mencari jawaban.


"Jadi sebenernya dia itu normal apa enggak? Tyrexnya bangun sih, gede banget lagi, tapi kok nggak mau nerkam yah. Dari kemaren gue diajakin kenalan mulu perasaan," gumam Beby pada dirinya sendiri.


Seperti masih menjadi sebuah misteri, dan menjadi sesuatu yang janggal. Shaka belum mampu dia pecahkan. Suaminya itu masih berada ditengah-tengah, belum bisa disebut dengan g*y ataupun pria perkasa.

__ADS_1


Sementara di dalam kamar mandi, Shaka langsung memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. Untuk menurunkan hasratnya yang sudah membuncang hebat dia harus segera mengguyur kepalanya dengan air dingin. Atau dia harus berujung bersolo karir.


"Untung belum liat apem kukusnya, kalo udah aku tidak tahu masih bisa menahannya atau tidak, ini semua benar-benar hampir membuatku gila," gumam Shaka, mulai menyalakan shower. Merasakan rintik air mulai berjatuhan membasahi kepala dan mengalir ke bahu kekarnya.


Tyrexnya masih ngambek, dia masih berdiri dengan tegak dan kokoh, akibat bercumbu dengan Beby, dia hampir saja melayang di atas awan. Namun, teringat akan janjinya yang tidak akan menyentuh Beby sebelum gadis itu lulus sekolah, membuat dia tersadar.


Dan sepertinya Beby memang sengaja memancingnya. Gadis itu terlihat tengah merencanakan sesuatu, tetapi entahlah. Shaka tidak tahu Beby mau memastikan apa, yang jelas mulai sekarang dia harus pandai untuk mengatur birahinya.


Setelah beberapa saat akhirnya Tyrex mau menurut. Dia melayu bersamaan dengan hasrat Shaka yang mulai menyusut, Shaka keluar dengan tubuh telanjangnya yang terlihat masih basah, dia menyambar kain kimono lalu segera memakainya.


Saat Shaka melihat ke arah ranjang, ternyata Beby sudah terlelap. Gadis itu terlalu berpikir keras, hingga akhirnya alam bawah sadarnya tak bisa lagi diajak kompromi. Mata sayunya terpejam begitu saja, tanpa kembali memikirkan Shaka ataupun keadaan tubuhnya.


Shaka mengulum senyum, dia mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya, lalu berjalan untuk memunguti pakaian keduanya dan dia masukkan ke dalam keranjang baju kotor.


Setelah itu, Shaka melempar handuk kecil yang sempat dia pakai, lalu mulai naik ke atas ranjang. Shaka masuk ke dalam selimut, dan berbagi kain tebal itu bersama dengan istri kecilnya.

__ADS_1


Shaka menyibak surai kecoklatan milik istrinya ke belakang telinga, agar tidak menutupi wajah gadis itu. Seketika senyum Shaka mengembang. "Cantik." Celetuknya.


Lantas tangannya dengan berani melingkar di tubuh Beby. Sementara bibirnya sudah menempel pada kening gadis itu. "Selamat tidur, istriku. Ini malam pertama kita tidur bersama dalam satu ranjang." Ucap Shaka.


Sekali lagi, dia menciumi seluruh wajah Beby. Lalu menarik tubuh polos itu untuk masuk dalam dekapannya. Shaka ikut terpejam, hingga saat dia sudah ingin masuk ke alam bawah sadar, tiba-tiba ada tangan langsing yang memeluk pinggangnya.


Kita jalani pelan-pelan saja.


*


*


*


Itu yang meluk othor lho Bang, bukan Neng Beby 🤭🤭🤭

__ADS_1


Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣



__ADS_2