Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Pindah ke Apartemen)


__ADS_3

Yosi, Ale dan Bambang hanya dapat memijat pelipis mereka masing-masing tanpa memberikan solusi, lagi pula pemikiran gila dari mana coba, suka bapaknya tapi pengen pisang anaknya.


Beby benar-benar sinting! Kompak ketiga orang itu dalam hati.


Melihat reaksi teman-temannya, Beby semakin mencebik. Dia sangat dilema, satu sisi tidak ingin mengkhianati rasa sukanya pada Alva, tapi satu sisi dia sangat penasaran dengan rasa Tyrex Shaka.


"Argh pusing, pusing, pusing. Kenapa juga gue harus dikenalin sama Tyrex segede gaban begitu, bikin otak gue traveling terus jadinya," Beby menggerutu, sambil memukul-mukul sofa sesuka hatinya.


"Harusnya tuh gue nggak usah liat, sialan! Bener-bener otak mesum gue kambuh."


Bayangan Shaka kembali berkelebat di otak Beby, lelaki itu mengulum senyum tetapi tergambar jelas tanpa busana.


"Astaga! Pergi kek, jangan gangguin gue," Beby masih misuh-misuh sendiri, tidak jelas bicara pada siapa. Dia seperti orang gila.


Sedangkan Yosi, Ale dan Bambang hanya melongo dan geleng-geleng kepala mendengar gerutuan Beby. Tyrex apa? Gede gimana maksudnya? Tadikan Beby bilangnya dicekokin pisang tanduk, kok sekarang malah bahas Tyrex? Tyrex kan emang gede, dan jenis dinosaurus terbuas pada masanya.


Hingga akhirnya ponsel Beby yang dia simpan di dalam kantong baju bergetar, dia mendesah kesal, lalu meraihnya cepat, di dalam layar menyala itu menampilkan satu nomor baru.


"Siapa lagi ini?" gumam Beby yang tak mengenali nomor tersebut.


Namun, takut ada hal penting, Beby segera menggeser tombol hijau di layar, dan dari layar pintar itu langsung terdengar suara yang begitu familiar di telinganya.


Bapaknya Tyrex? Batin Beby.


"Halo Beby ini Abang, kamu di mana?" tanya Shaka di seberang sana. Lelaki tampan itu kini berada di dalam mobil yang terparkir di depan sekolah istri kecilnya.


Siang ini, dia menyempatkan diri untuk menjemput Beby, karena dia mau mengajak gadis itu untuk berbenah, mereka akan pindah ke apartemen Shaka hari ini juga.


"Beby, kenapa tidak dijawab?" tanya Shaka lebih mengeraskan suara, karena tak ada balasan apapun, padahal panggilan itu terhubung.

__ADS_1


Seketika Beby tersadar, dia sedikit menggeleng-geleng kecil. "Iya kenapa?"


"Kamu di mana?"


"Aku lagi sama temen-temen."


"Abang di depan sekolah kamu, By. Ternyata kamu sudah pulang?" tanya Shaka, bahkan dia membuat panggilan baru untuk gadis itu, agar berbeda dari yang lain. Shaka ingin hanya dia yang memanggil seperti itu pada Beby.


"Iya abis nunggu Abang lama, aku jadi pulang sama temen, terus mampir dulu buat main."


"Abang jemput yah, kamu kirim alamatnya."


"Nggak perlu, lagian mau apa sih, ini tuh masih siang. Beby mau main dulu sama yang lain."


Beby menolak mentah-mentah, karena dia memang masih ingin berada di luar bersama ketiga sahabatnya.


"By hari ini juga kita pindah ke apartemen, Abang nggak tahu barang-barang kamu yang mau dibawa apa aja, jadi Abang butuh kamu."


"Apa? Pindah? Kita nggak tinggal di rumah Papi aja?"


"Nggak bisa gitu dong By, kita kan sudah menikah dan butuh privasi."


Beby menimang sejenak, ada benarnya juga dia keluar dari rumah. Dia tidak perlu mendengar ceramah Juna lagi, jika dia terlambat pulang sekolah.


Senyum Beby langsung mengembang. "Oke deh, nanti Beby tulis alamatnya di chat."


Mendengar itu, Shaka pun mengulum senyum, karena tak perlu susah payah membujuk Beby untuk meninggalkan rumah orang tuanya.


Dan setelah itu, panggilan mereka akhirnya terputus, Shaka langsung memutar kijang besinya untuk kembali ke jalan raya, menjemput Beby sesuai lokasi yang ditulis gadis itu.

__ADS_1


Sementara Beby mulai tersenyum-senyum, membayangkan dirinya yang bebas dari aturan, hah rasanya sangat melegakan.


"Kenapa lu, Beb?" tanya Yosi, yang melihat perbedaan air muka Beby, tadi kesal sekarang sumringah.


Beby menoleh ke arah Yosi, masih dengan senyum mengembang. "Gue mau pindah ke apartemen."


"Sama Kak Shaka?"


Beby manggut-manggut.


"Terus kalo lu dicekokin sama pisang tanduknya lagi gimana?"


JLEB!


"Oh iya yah?" lirih Beby.


Gadis itu menatap Yosi dengan mimik wajah sedih.


"YOSI NASIB APEM KUKUS GUE GIMANA NANTI?"


*


*


*


Di hap nanti🤣


Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣

__ADS_1


Bayangin yang digigit jambu kristal 🙈



__ADS_2