
Beby keluar dari kamar mandi dengan mulut yang terus menggerutu, pagi-pagi dia sudah dibuat kesal oleh sikap Shaka yang selalu mempermainkannya.
Dia duduk di tepian ranjang. Beby melirik ke sana ke mari, mencari pakaiannya yang dia lepaskan di depan Shaka semalam. Tetapi ternyata tidak ada. Karena sepertinya Shaka sudah memungutinya.
Tidak ada secarik kain pun di lantai, hanya tersisa 6 pakaian jaring-jaring yang diberikan Mona untuknya. Semalam satu setel baju seksi itu sudah dia pakai untuk menggoda Shaka, dan berujung dirobek oleh lelaki itu.
Mengingat Shaka yang begitu buas, membuat Beby jadi merinding sendiri. Hiii...
Gadis manis itu masih melihat sekeliling, dan netranya tertuju pada keranjang pakaian kotor. Dia mendekati benda tersebut, dan ternyata isinya sudah kosong. Beby mulai kelimpungan. Hari ini hari Senin, dia harus bersekolah. Dan kenapa juga dia mesti lupa membawa seragamnya.
Ya Allah, punya otak kok goblokk banget si. Terus gue harus nungguin dia lagi gitu?
Beby mendesah frustasi. Bisa stroke dini, jika dia terus bertemu dengan Shaka setiap hari. Mana dia belum bisa membuktikan identitas Shaka sebenarnya, padahal dia sudah berkorban banyak.
Jambu kristalnya sudah digigit, tubuh polosnya sudah dilihat. Ah, rasanya dia ingin menjerit sekeras mungkin, Beby mengepalkan tangannya kuat, dan meninju udara di sekitarnya untuk menguapkan kekesalan.
Dan hal itu disaksikan oleh Shaka dari balik pintu kamar mandi. Dia hanya tersenyum kecil, merasa lucu. Gemas dengan tingkah istrinya itu.
__ADS_1
"Beby," panggil Shaka.
Mendengar itu, seketika Beby langsung menghentikan aksinya. Dia menghela nafas, dan tak langsung menoleh. Ingin memastikan bahwa memang ada orang yang memanggilnya.
"Beby," panggil Shaka, dengan suara lebih manja.
Beby menautkan kedua alisnya. Lalu dengan terpaksa berbalik, melihat Shaka yang hanya menyembulkan kepalanya di daun pintu. "Ada apa?" Ketusnya, dengan wajah tak ramah.
"Ambilin handuk buat Abang dong," pinta Shaka, dia mengulum senyum manis ke arah istrinya.
Beby mendengus sinis, lalu melipat tangannya di dada. "Ambil aja sendiri, punya tangan, punya kaki kan? Jadi orang jangan nyusahin," Cetusnya tanpa berpikir panjang. Dia lupa siapa Shaka, lelaki tidak tahu malu, yang sudah menggigit kedua benda unyu-unyu miliknya.
Shaka sudah membuka daun pintu lebih lebar, menampilkan setengah tubuh polosnya yang membuat Beby menganga, dan siap membuat gadis itu kembali panas dingin. Benda gondal-gandul itu.
"Stop!" jerit Beby, "oke, Beby ambilin. Diem di situ, nggak usah macem-macem, dan nggak usah kemana-mana," ucap Beby, dia menahan Shaka yang sudah hendak keluar dengan tangannya yang menjulur.
Shaka patuh, dia justru terkekeh geli melihat tingkah istri kecilnya, dia sekarang punya senjata ampuh untuk menaklukkan Beby.
__ADS_1
Sementara di luar kamar mandi, Beby melangkah ke arah gantungan handuk, mengambil apa yang Shaka butuhkan. Dia menyambar satu handuk berwarna putih bersih, menggenggamnya erat lalu tiba-tiba saja dia termenung memikirkan nasibnya.
Kalo gue tiap hari dicekokin Tyrex, gue rasa gue yang bakal kalah. Ya Allah, ini anugerah apa musibah si, punya laki anunya segede gaban begitu.
"Beby, cepat sedikit dong, Tyrexmu sudah kedinginan," ucap Shaka yang melihat Beby malah melamun di depan gantungan handuk.
Seketika Beby tersadar, dia mendesah pasrah lalu berjalan menuju Shaka dengan sedikit memijat pelipisnya. Menetralkan racun pikiran mesum yang selalu bersarang jika dia berdekatan dengan Shaka.
Ya Allah, kuatkan hamba.
*
*
*
Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣
__ADS_1
Anugerah apa musibah nih Bang?🤣🤣🤣