Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Dibuang-buang)


__ADS_3

Menjelang subuh Beby dan Shaka kompak terbangun. Beby mengerjapkan kelopak matanya, dan pemandangan terbarunya adalah wajah tampan Shaka.


Kedua netra lelaki itu juga sama terbukanya. Tak lupa tangan Shaka yang melingkar di pinggang ramping Beby.


Menyadari itu, Beby mengulum senyum malu-malu. Kemarin, mereka baru saja berhasil menyatu, berbagi peluh dan bergerak seirama mencapai puncak nirwana.


Ahh, mengingat itu semua ternyata membuat Beby jadi ingin menghimpit Tyrex milik Shaka. Dengan sendirinya dia merapatkan kakinya, merasakan sensasi benda besar nan panjang itu memenuhi liangnya.


Shaka senantiasa memperhatikan raut wajah Beby, gadis itu jadi terlihat lebih cantik jika sedang ceria seperti ini. Semoga saja, penyatuan kemarin adalah langkah yang baik untuknya dan juga Beby.


Mempertahankan rumah tangga mereka yang baru seumur jagung, agar tetap kokoh dan terjaga.


"Sayang, kalau kamu lelah, kamu tidak perlu sekolah. Nanti aku akan membuat surat izin pada gurumu," ucap Shaka sambil menyelipkan anak rambut Beby ke belakang telinga.


Menyadarkan gadis itu, dari pikiran-pikiran mesumnya, cih sialan! Sekarang gue jadi mikirin Tyrex mulu kan.


"Ah, nggak kok, Bang. Beby nggak apa-apa, Beby masih kuat buat jalan dan sekolah," jawabnya dengan lembut tak seperti biasanya.


Mendengar itu, Shaka langsung mengulum senyum. "Kalau buat gitu-gituan, masih kuat nggak kira-kira?" goda Shaka.


Dan Beby langsung mendelik. "Abang mau juga?" tanyanya yang membuat Shaka langsung melongo.


Dia hanya ingin mengajak Beby bercanda, karena dia tahu Beby lelah, tak disangka gadis ini justru menanggapinya dengan sangat serius.


Shaka tergelak kencang, tidak mungkin Beby masih kuat melakukannya, kemarin gadis itu sampai merintih, dan Shaka tidak tega untuk kembali meminta jatahnya.


"Bercandamu tidak lucu, Sayang," ucap Shaka masih setengah tertawa, bahkan dia memegangi perutnya yang terasa keram.


Kening Beby mengernyit. "Tapi Beby nggak bercanda, Bang." Jawabnya dengan mimik wajah serius.

__ADS_1


Dan tawa Shaka langsung berhenti. "Maksudnya?"


Tanpa diduga Beby naik ke perut Shaka, membuat lelaki itu semakin dibuat heran. "Ayo kita gitu-gitu lagi sebelum mandi." ujarnya dengan wajah menggemaskan.


Eh, eh, eh....


Shaka hanya bisa melongo sampai akhirnya Beby menyatukan bibir mereka lebih dulu, dan hal itu semakin membuat kedua netra Shaka membulat dengan sempurna.


Rejeki anak sholeh, ah bukan rejeki anak Alva yang mesumnya nggak kira-kira. Shaka tak menyia-nyiakan kesempatan, dia membalas ciuman Beby tak kalah buas.


Tangannya langsung merayap masuk mencari pegangan hidupnya yang baru. Jambu kristal imut-imut, yang memiliki rasa manis dan gurih bin nagih.


Mereka terus seperti itu, hingga akhirnya tubuh mereka sama-sama polos dan menyatu dengan Beby yang berada di atas tubuh suaminya.


Bongkahan apem kukus yang mekar menghimpit kembali Tyrex buas milik Shaka yang ukurannya jauh lebih besar dan panjang dari pisang tanduk.


Merasa sangat penuh memenuhi liang kenikmatan milik Beby. Sementara Shaka merasa sangat sempit dan terjepit.


Shaka langsung menepuk jidatnya, dari tadi so soan memilih posisi di atas, Shaka kira Beby sudah bisa menggerakkan tubuhnya dengan sebuah naluri yang gadis itu punya.


Nyatanya Beby malah bertanya.


Shaka bangkit, dengan tubuh yang masih menyatu, membawa Beby ke kepala ranjang karena dia akan bersandar di sana.


"Gerakan badanmu, By. Maju mundur, atau sesukamu saja yang penting membuatmu merasa nyaman, ikuti nalurimu, okey?" Ujar Shaka seperti seorang pemandu.


Beby patuh, pelan-pelan dia menggerakkan pinggulnya mencari kenikmatan dari penyatuan mereka.


"Yah, By. Seperti itu, Sayanghhhh." Ujar Shaka dengan menekan pinggul istrinya.

__ADS_1


Dia mengerang dengan permainan Beby, yang terasa sangat lembut tetapi memabukkan.


"Gini ya, Bang? Bener nggak gerakan Beby?" tanyanya dengan nada polos.


Dan Shaka hanya bisa mengangguk sambil menikmati sensasi dari penyatuan mereka pagi ini. Beby semakin bergerak lincah, sepertinya dia mulai paham apa yang harus dilakukannya.


"Oh no, Beby. Terus seperti itu, Sayang."


Selagi mereka meraih puncak bersama, Shaka menyesap pucuk jambu kristal Beby, membuat gadis itu bergerak semakin cepat.


Dua-duanya hampir menggila dengan hasrat ini. Beby semakin maju ke depan, merapatkan tubuhnya dengan Shaka karena gelombang itu nyaris datang.


"Bang, Beby udah nggak tahan," ujarnya dengan wajah yang memerah.


Shaka mengangguk mengerti, dia ikut bergerak hingga Beby mendapatkan pelepasannya lebih dulu, sementara Shaka menyusul, dengan mencabut kembali Tyrex dan menyemburkannya di perut Beby.


"Yah, Sayang. Dibuang-buang."


Dan Shaka hanya bisa terkekeh mendengar itu.


*


*


*


Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣


Neng Beby polosnya kek otak othor 🤣🤣🤣

__ADS_1


Kopi dong kopi, biar nanti malem neng Beby gadang🤭🤭🤭


__ADS_2