Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Hari Kelulusan)


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu saja, hingga tiba pada hari di mana kelulusan Beby dan teman-temannya. Pulang dari sekolah Beby akan dijemput oleh Shaka, karena mereka sudah berjanji akan makan siang bersama.


"Beb, lu nggak mau ke tempat tongkrongan dulu?" tanya Yosi, saat di parkiran. Mereka akan berpisah di sana, karena Beby akan langsung keluar dari pintu gerbang sekolah untuk menunggu Shaka.


"Kagak, Yos. Gue udah janji mau pergi sama Abang. Lain kali aja yah, lagian dari pada nongkrong gue lebih suka ditongkrongin sekarang," jawab Beby cekikikan.


Sementara Yosi, Ale dan Bambang kompak mendengus kasar. Setelah menikah dan merasakan Tyrex milik Shaka, Beby benar-benar sudah berubah.


Dikit-dikit ngomonginnya anu-anu. Dan tidak jauh-jauh dari hal itu. Beby benar-benar sukses mengotori otak suci ketiga temannya yang sebenarnya lebih kotor. Namun, karena belum menikah saja, mereka belum bisa merealisasikannya.


Beby keluar dari pintu gerbang dengan tawanya yang belum mereda. Suka sekali dia melihat wajah teman-temannya yang merana karena ucapan absurdnya.


Gadis cantik yang sudah tidak perawan itu duduk di halte menunggu suaminya. Namun, sampai beberapa saat yang muncul malah duplikat dari Shaka. Gattan si raja encum, alias playboy cap susu pisang yang suka makan semangka.


"Wuih cewek cantik, sendirian aje. Berondong nih, godain dong," goda Gattan sambil memberhentikan motor sportnya di depan Beby.


Beby yang kala itu tengah memainkan game di ponselnya segera mengangkat kepala. Melihat Gattan yang sedang menaik-turunkan alisnya.

__ADS_1


"Ngomong apa lu?" ketus Beby pada adik iparnya. Membuat Gattan terkekeh.


"Galak banget sih bini orang. Belum dijemput lu yah, ikut gue aja yuk?" ajak Gattan sambil menepuk jok di belakangnya.


Beby menaikan kedua alisnya. "Gue nggak mau ikut sama playboy kaya lu, bukannya dibawa pulang, yang ada gue diajak main disemak belukar." Cibir Beby yang benar-benar membuat Gattan tidak bisa untuk tidak tergelak kencang.


"Ya elah, Beb. Gue kan cari yang gratisan, yang penting si Tom muntah, gue juga kenyang makan semangka," ujar Gattan tanpa tahu rasa malu. Idih, amit-amit cabang olahraga, semoga anak dia dan Shaka nanti tidak mirip dengan omnya.


"Dah lu jangan ngoceh mulu kek burungnya si Papi, mending lu balik sana, kasih tahu Mommy Chilla sama Daddy Alva, mantan calon suami gue yang tertunda, kalo lu tuh lulus!" ucap Beby memberi saran pada Gattan.


Namun, bukan playboy cap supi namanya kalau mengikuti saran Beby begitu saja.


Gattan kembali memasang helm full face-nya. Dan siap menyalakan mesin untuk menjemput Meta, gadis cantik milik sekolah sebelah.


"Heh, si Meta siapa lagi Gattan? Ayu yang udah digrepeeh-grepehh mau lu ke manain?" tanya Beby dengan menegakkan badannya.


"Serep, Beb. Semangka Ayu emang luber nggak kira-kira, tapi Metta mantep cipokaannya!"

__ADS_1


Sebuah kalimat yang membuat Beby menepuk kepalanya. Dosa apa sebenarnya Chilla dan Alva, sampai menghasilkan bocah amburadul seperti adik iparnya.


Beby membiarkan Gattan pergi begitu saja, dan tak berapa lama kemudian mobil Shaka melintas di depannya. Membuat senyum Beby mengembang seketika.


Gadis cantik itu bangkit dan segera menghampiri mobil suaminya. Tanpa banyak kata, dia langsung masuk dan duduk di samping Shaka.


Tak lupa, dia juga mencium punggung tangan lelaki tampan itu, sebagai bentuk rasa takdzimnya.


"Yang ini nggak, By?" tanya Shaka sambil mengetuk bibirnya.


Sebelum menjawab Beby lebih dulu nyengir menunjukkan gigi-giginya. "Hehe, yang itu mah nanti aja di rumah. Sama yang ini sekalian." Ujarnya sambil meremass Tyrex milik Shaka.


Membuat lelaki tampan itu membulatkan matanya. Sungguh, tingkah gadis ini benar-benar di luar dugaannya.


*


*

__ADS_1


*


Ngatain Gattan tapi sendirinya lebih absurd🤣🤣🤣


__ADS_2