
Hampir masuk tengah malam, acara tersebut baru saja selesai. Alva dan keluarganya memutuskan untuk menginap di rumah Juna. Loly tidur bersama kedua orang tuanya itu, hah bocil ini akan menjadi pengganggu.
Sementara Beby dan Shaka akan menempati kamar milik gadis itu yang berada di lantai dua. Shaka mengekor pada Beby menaiki satu persatu anak tangga. Di bawah sana, Alva memperhatikan putranya, lalu berteriak. "Keep fighting, Son. Pastikan staminamu bisa menandingiku."
Chilla langsung mencubit perut lelaki paruh baya itu, hingga Alva mengaduh. "Aduh sakit, Sayang."
Semua orang tergelak kencang sambil geleng-geleng kepala, dan mulai memasuki kamar mereka masing-masing.
Sementara yang di atas sana diam-diam mengedip, lalu jarinya membentuk tanda oke. Alva mengacungkan jempol ke arah Shaka, sebelum akhirnya Chilla menarik lengannya.
Shaka masuk ke dalam kamar Beby, dan hal yang pertama dia lihat adalah foto seorang idol K-Pop bertebaran dimana-mana. Hampir di seluruh dinding kamar gadis itu, hanya wajah itu yang terpampang.
Siapa dia?
Tak mau ambil pusing, Shaka justru melangkah ke arah Beby yang sedang mengambil baju ganti di dalam lari. Lelaki itu berdiri di samping meja rias, dan memperhatikan sang istri.
"Jangan mandi tengah malam itu tidak baik," Shaka mengingatkan. Dan Beby tampak acuh, dia menarik satu kaos warna hitam dan celana pendek yang panjangnya hanya selutut.
Merasa tidak digubris, Shaka mencekal pergelangan tangan Beby yang hendak berlalu ke kamar mandi.
__ADS_1
"Apaan sih?" ketusnya sambil menghentak tangan Shaka, hingga cekalan itu terlepas.
"Aku bilang jangan mandi, itu tidak baik. Kalau kamu memang kekeuh ingin mandi, pakai air hangat, atau mandi bersamaku."
"Idih ngarep, inget lu tuh udah janji nggak bakal nyentuh gue, jadi jangan mesum!"
Bukannya marah, Shaka justru mengulum senyum. "Pikiranmu itu selalu saja mengarah ke situ, aku bilang kan hanya mandi, kamu malah berpikir yang tidak-tidak, itu artinya kamu yang mesum. Dan ingat aku tidak akan tertarik dengan dadamu yang hanya sebesar jambu kristal."
Beby mendengus, meladeni Shaka hanya akan membuat moodnya berantakan. "Bodo amat!" Cetusnya.
Beby langsung melenggang ke kamar mandi, kini Shaka tidak lagi menahan, tetapi dia semakin tersenyum jahil, sambil menatap ke arah gantungan handuk.
Shaka masih tidak percaya, dia bisa menikah dengan gadis ingusan yang dulu selalu dia ledek, karena suka sekali dengan bentuk kuncir kuda.
Shaka menatap ke samping, di atas nakas ada foto Beby semasa kecil. Dia memandanginya dengan mengulum senyum tipis, hingga suara tarikan pintu kamar mandi mengembalikan kesadarannya.
Beby keluar dari sana dengan bajunya yang setengah basah. Dia lupa membawa handuk, tetapi tidak sudi meminta tolong pada Shaka.
Haish, ternyata anak ini benar-benar keras kepala. Batin Shaka.
Lelaki itu bangkit dan kini giliran dia yang akan membersihkan diri, tanpa segan Shaka membuka jas dan kemejanya di depan Beby, hingga menyisakan tubuh yang hanya berbalut celana bokser.
__ADS_1
"Arghhhh! Lu gila yah!" Teriak Beby sambil melemparkan bantal ke arah Shaka.
Dengan sigap Shaka menangkap bantal tersebut. "Ada apa? Kenapa kamu berteriak seperti di hutan?"
Beby meremat tangannya kuat, kesal sekali dengan wajah Shaka yang terlihat tanpa dosa itu. "Dasar cowok nyebelin, tua bangka. Ngapain lu buka baju di depan gue!"
"Aku kan suamimu, lalu apa salahnya?" tanya Shaka santai, lalu dia mengambil baju Beby yang ada di lemari, karena dia belum sempat membawa baju ganti.
"Ihhh!" Beby meninju udara di sekitarnya. Benar-benar merasa kesal dengan tingkah Shaka.
Sementara Shaka nampak tak peduli, dia meneruskan niatnya untuk pergi ke kamar mandi, tetapi sebelum benar-benar masuk ke dalam sana, Shaka kembali menoleh ke arah Beby. "Pakai penyangga payud*ramu, kamu tidak sadar apa pucuk jambu kristalmu menodai mataku?"
Hah?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣
Jambu kristalmu tutupin Beb🙈
__ADS_1