
Tepat jam delapan malam, Alva baru saja sampai di apartemennya. Pekerjaan yang tiba-tiba menumpuk, membuatnya terpaksa lembur. Awalnya ia berpikir untuk mengerjakan itu semua di apartemen, tetapi rasa-rasanya tidak akan sanggup, bawaannya pasti ingin langsung ke kamar, dan mengajak istrinya berperang diatas ranjang.
Jadi, mau tidak mau, demi menghindari itu, Alva dengan di temani Juna, mengerjakan semuanya hingga tuntas di perusahaan. Sedangkan Chilla, sudah sedari sore ia diantarkan pulang.
Jemari Alva sudah menyentuh tombol untuk menekan password. Namun, niatnya terurung begitu ponselnya mendapat panggilan. Ia merogoh benda pipih itu, lalu tanpa pikir panjang, ia mengusap layar hijau.
"Halo, Pa." Sapanya lebih dulu. Ini sudah panggilan kedua dari ayahnya setelah berita itu tersebar.
Namun, baik Alva maupun Chilla, berusaha untuk baik-baik saja, saat keluarga mereka bertanya.
Bahkan Sarah siang tadi ikut menangis, tetapi Chilla meyakinkan sang ibu, bahwa semuanya bukanlah sesuatu yang penting, yang harus di takuti, toh berita itu sudah terhapus dengan sendirinya.
"Halo Al, bagaimana keadaan istrimu? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Jonathan, ia dan Mona baru saja menyelesaikan makan malam. Dan sekarang sedang bersantai di ruang tv.
"Tidak ada yang perlu Papa khawatirkan, semuanya baik-baik saja." Balas Alva, ia tidak mau mengungkit lagi tentang berita hari ini, ia anggap sebuah kesialan sedang menghampirinya. Mengingat sudah banyak kejelekan yang ia lakukan.
"Baguslah, tunggu besok. Akan ada sesuatu yang mengejutkan untuk kalian berdua." Terang Jonathan, terkekeh lelaki tua itu membayangkan hari esok yang mencengangkan.
Alva mengerutkan keningnya. "Maksud Papa?"
"Lihat saja nanti, dan tidurlah nyenyak malam ini." Ucap Jonathan tak mau jujur, setelah mengatakan itu, ia langsung memutuskan sambungan dengan sang putra.
Aku rasa ini akan impas. Gumam Jonathan diujung sana.
Tak ingin banyak berpikir, Alva meneruskan niatnya. Begitu pintu terbuka, ia langsung disambut dan disuguhkan pemandangan yang membuat matanya tak mampu untuk berkedip.
Dadanya berdebar kencang, seperti genderang mau perang.
Berbalut kain tipis yang memamerkan lekuk tubuhnya. Chilla berdiri dengan anggun didepan sana.
Ditambah senyum penuh rona, membuat Alva langsung tak bisa berpikir dengan waras.
Lelaki itu menyunggingkan senyum, lelah ditubuhnya seolah menguap begitu saja.
Setelah melempar tas kerjanya ke arah sofa, ia langsung mengangkat tubuh Chilla yang terhalang lingerie, lingerie hadiah pernikahan dari seseorang yang bernama Alana, istri dari rekan kerja suaminya. Dan kalian tahu, ternyata gadis itu adalah teman satu angkatannya di sekolah.
"Lihat, secerah apa wajahmu melihat aku pulang, apa kau merindukanku?" Tanya Alva, melangkah lebar, membawa tubuh mungil itu kedalam kamar. Tangan Chilla melingkar di leher Alva dengan senyum mengembang.
Tak menjawab, lantas Chilla mencuri kecupan di bibir suaminya. Dan terkekeh kecil. "Kenapa terus mengulang pertanyaan itu, padahal jawabannya sudah pasti?"
Begitu sampai, Alva mendudukkan tubuh Chilla di atas meja rias, lalu melepas jas yang melekat di tubuhnya dengan tidak sabaran. Beralih, menatap dan mengunci pergerakan netra milik istrinya. "Karena aku ingin terus mendengar jawaban yang sama."
"Dan kamu, akan mendapatkannya." Chilla menarik kemeja Alva hingga lelaki itu semakin memajukan tubuhnya. "Ya, aku merindukanmu. Da—ddy." Gadis itu berkedip dengan genit menggoda Alva.
__ADS_1
Lelaki itu terkekeh geli dengan tingkah istri kecilnya, tetapi ia suka. "Kau mulai nakal, Honey." Gemas, Alva menggigit bibir itu. Hingga Chilla mengaduh.
"Tapi kau sudah tidak merasa sedihkan?" Tanyanya lagi memastikan. Menatap dalam netra pekat Chilla, mencari kejujuran.
Dan Chilla menggeleng cepat. "Bukankah Sayang menyuruhku untuk tetap tersenyum?" Mengusap wajah tegas itu lembut, membuat Alva meremang.
Alva mengangkat tangannya, lalu beralih pada riapan rambut Chilla yang menjuntai, menelusupkannya di belakang telinga, dan mengikis jarak.
"Ini baru istriku."
Sejurus kemudian, benda lembut itu sudah menyatu. Dengan Alva yang menyerang lebih dulu.
Tubuh Chilla terdorong, hingga menempel di kaca. Sedangkan Alva terus memberinya ciuman buas, khas pria yang tengah kehausan. Lumataan itu tak main-main, kasar dan memabukan, Chilla tak berhenti menahan lenguhan, disaat bersamaan tangan Alva mulai bergerak nakal.
Mengusap pahanya lembut dengan gerakan naik turun, lalu merayap semakin dekat ke area sensitifnya. Ah, Alva memang selalu tahu apa yang ia suka, lelaki itu terus saja memberi sensasi percintaan panas yang membuatnya menggila.
"Tsk." Pagutan terlepas, keduanya kembali saling tatap dengan bias saling menginginkan. Namun, Chilla baru teringat, lelaki itu belum makan malam.
"Sayang, Sayang belum makan malamkan? Ayo makan malam dulu, setelah itu baru kita lanjutkan." Ajak Chilla sedikit mendorong dada Alva yang sudah kembali memajukan diri. Ia sudah ingin bangkit, tetapi sepertinya ia sudah terlambat, lelaki itu menahan dengan mengurung tubuh mungilnya dengan kedua lengan.
"Kau sudah menggodaku lebih dulu. Jadi, sepertinya aku tidak butuh makan." Menjeda, membuat dahi gadis itu mengerut. "Aku hanya membutuhkanmu, aku ingin memakanmu, Honey."
Secepat kilat, Alva menarik lingerie yang dipakai sang istri dan melemparkannya, lalu mengunci tangan mungil itu di atas kepala. Sedangkan dirinya menenggelamkan diri, diantara bukitan kenyal yang sudah terlihat menegang. Menghisap sana sini, sesuka hati. Membuat si empunya menjerit-jerit memanggil nama Alva.
Tubuh bagian bawah sana kembali terasa sesak.
"Kita belum pernah melakukannya disini bukan?"
Tanpa berpindah posisi, dengan berdiri Alva merapatkan tubuhnya dan mendorong pinggulnya, ia mulai bergerak maju mundur begitu teratur, dengan tempo yang pas.
Chilla *******-***** rambut Alva, ditengah lenguhannya menikmati permainan sang suami. "Kau tahu, Honey. Kau selalu membuatku terbang." Nafas keduanya terengah-engah, terdengar mendesaah bersama.
Alva tak berhenti melahap pucuk payudaraa istrinya bergantian, yang semakin terlihat membesar. Meningkatkan gairah yang selalu membuncah jika sudah berdua.
"Yeah, bawa aku terbang bersamamu, Al. Arghhh."
Di bawah kurungan tembok kokoh, lolongan demi lolongan terus bergema, memenuhi langit-langit kamar yang mereka huni. Basah tubuh menjadi saksi, bahwa penyatuan ini, menjadi sesuatu yang terus ingin mereka nikmati.
"Oh Al, faster please." Pinta Chilla, kini tangannya berpindah di belakang tubuh. Sedangkan Alva terus memacu gerakannya, menekan semakin dalam sambil mendesaah-desaah.
"Ahh, Honey. You are so beautiful. Arghhh." Cepat, Alva menghentak tubuh mungil itu sedikit lebih keras, pelepasan sebentar lagi menghampiri keduanya.
Namun cecapan lembut tak berhenti, leher Chilla sudah habis, tak memiliki celah untuk mencetak sesuatu yang merah.
__ADS_1
"Arghhh... Al, oh my Al.." Chilla ikut bergerak seirama, hingga meja rias itu sedikit ikut bergoyang, tubuhnya serasa menegang, satu tangannya mencengkram kuat bahu kokoh Alva.
Dan yah... Detik berikutnya, erangan nikmat mereka raih bersama, Alva merapatkan diri selagi bibit-bibit itu kembali menyemai, memberi salam pada si jabang bayi yang lebih dulu tumbuh dan berkembang.
*********
Breaking news
Dunia jagat maya kembali di hebohkan, setelah sehari yang lalu berita viral tentang skandal yang di lakukan CEO Antarakna group di belakang mantan tunangannya, Yolanda.
Membuat semua orang, yang keberadaannya di antah berantah, tercengang, dan menduga-duga.
Namun, hari ini, portal berita online membuat surat permohonan maaf secara virtual, pada kedua belah pihak, yaitu kepada CEO Antarakna group dan istri sahnya yang di cap sebagai pelakor.
Berita itu telah bersih, di hapus secara menyeluruh. Berharap dengan begitu, nama baik Antarakna group tetap terjaga.
Bukan hanya itu, kehebohan kembali mengguncang dunia sosial media, dimana penggunanya tidak hanya satu negara, tetapi seluruh dunia.
Beberapa langsung memberi komentar, berspekulasi sendiri-sendiri dengan bacaan yang langsung kembali booming. Sedangkan sebagian yang lain ada yang menganggapnya tidak penting.
Ternyata ini alasan CEO Antarakna group memutuskan hubungannya dengan sang tunangan : Putri pemilik brand tas ternama diam-diam berselingkuh, dan memutar balikkan fakta.
Tidak senonoh : Video 19 detik putri pemilik brand tas ternama dengan seorang Casanova.
Kecup kecup : Mantan tunangan CEO Antarakna group, pamer foto di ranjang dengan seorang pria.
Wow : Foto tanpa busana didalam kamar mandi, bayangan orang yang memfoto ada di kaca.
Alva yang masih setia berbaring di samping sang istri, hanya tersenyum miring membaca berita sampah itu.
"Ternyata ini yang Papa maksud? Aku mengerti sekarang. Jonathan is my hero, daebak."
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
I love you Papa Jo muah 😘
Bonusnya foto Kakak suami 😌
__ADS_1