Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (AU AH AH)


__ADS_3

Tangis Beby mereda, seiring hentakan Shaka yang mulai merasuki sukmanya. Lelaki itu bergerak pelan-pelan dan sangat lembut demi memberikan kenyamanan untuknya.


Rasa perih yang menjalar tak lagi dia rasakan, kini berganti dengan rasa nikmat yang tiada habis, hingga dengan nalurinya sendiri Beby mengeratkan pelukannya di leher Shaka.


Tubuh tegap itu terus bergerak, menjadi sosok yang paling aktif dalam kegiatan panas ini. Di luar matahari cukup terik, menyengat peluh hingga mengalir deras.


Sementara di dalam, meski pendingin ruangan itu menyala, tetap tidak mampu untuk mendinginkan gairah mereka yang sudah tersulut.


"Ughtt! Abang," lenguh Beby dengan nafasnya yang tercekat-cekat.


Kedua netra gadis itu terbuka dan terpejam bergantian.


Sementara di luar sana, tubuh Nana mendadak lemas. Dia terus meneguk ludahnya yang terasa keluar semakin banyak, setelah mendengar lenguhan sang anak.


Benarkah Beby dan Shaka baru saja melakukan itu semua? Hah, otak Nana jadi berputar-putar, dan memikirkan yang tidak-tidak.


Hingga dia berdiri cukup lama di sana, dan dia terus disuguhi suara-suara yang begitu jelas dalam indera pendengarannya. Ya, dia paham betul itu suara apa.


Tak ingin mengganggu, dan takut pula menginginkan itu tanpa adanya Juna. Nana cepat-cepat turun ke bawah.


Sementara di atas ranjang milik Beby, Shaka menggeram, dia merasakan sebentar lagi pelepasan akan datang padanya. "By, Abang keluarin di luar yah?" Shaka meminta izin.


Namun, karena Beby sedang fokus dengan sensasi yang dia terima tak mampu mendengar ucapan Shaka, kepalanya terus menggelegak, dengan otak yang terus berbisik, ternyata seperti ini rasanya bercinta.


Awalnya sakit, lama-lama nikmat.

__ADS_1


Shaka meraung keras, dia sudah tak tahan, hingga akhirnya Shaka mencabut Tyrex dari dalam apem kukus tanpa izin Beby, karena gelombang itu nyaris meledak.


Dia takut, kalau sampai membuat Beby hamil di saat yang tidak tepat. Dan hal itu membuat Beby tersentak, cairan hangat itu menyembur di perut rata Beby, dan gadis itu langsung menatap Shaka dengan netra yang sayu.


"Bang, kenapa dikeluarin?" tanyanya dengan nada protes, seolah tak terima Shaka menghentikan begitu saja aktivitas mereka, padahal dia belum mencapai *******.


"Kan kamu yang minta, ini udah Abang keluarin Tyrexnya, By," balas Shaka menggoda gadis itu, sambil mengurut miliknya hingga bisa itu keluar sepenuhnya.


Mendengar itu, wajah Beby langsung merah padam, melengos karena merasakan malu yang luar biasa. Sementara apem kukusnya masih berkedut tak menentu, ingin disentak kembali oleh Tyrex segede gaban milik Shaka.


"Mau lagi nggak, Sayang?" tanya Shaka, mendekatkan wajahnya, untuk menjangkau pipi mulus Beby.


"Udah lah, turun aja sana. Belum apa-apa udah keluar!" gerutu Beby dengan bibir mencebik dan juga nafas yang memburu.


Cap cip cup...


Shaka menciumi pipi dan leher Beby. Dan gadis itu hanya bisa menggeliat geli. "Kita lanjutin yah. Janji dilamain, Abang tungguin kamu."


"Iya nggak usah dikeluarin!"


Shaka mengulum senyum. "Nanti kalau Abang keluarin di dalam, kamu bisa hamil, Sayang. Kamu kan belum ujian."


Beby nampak gamang, benar juga apa yang dikatakan Shaka. Kalau dirinya hamil bagaimana? Tapi sebentar lagi dia akan try out, apa tidak apa-apa?


"Sayang, bagaimana?" tanya Shaka.

__ADS_1


"Yaudah deh, iya di luar," cetus Beby akhirnya.


Shaka begitu senang mendengarnya, meskipun Beby masih ketus, tetapi dengan gadis ini sudah mampu menerimanya, itu artinya Beby tidak akan pergi lagi, Beby akan terus ada dalam genggamannya.


Shaka kembali merampas bibir itu, memancing hasrat Beby agar kembali basah. Dalam sekejap Tyrex sudah kembali berdiri dengan tegak, siap untuk mengoyak.


Dan tanpa ba bi bu lagi, Shaka segera menyatukan diri dengan Beby.


"Arghhh... Abang..."


"Pelan-pelan suaranya, Sayang. Nanti kita ketahuan orang-orang."


Beby menurut, untuk meredam suaranya dia menarik kepala Shaka, dan mencium bibir lelaki itu lebih dulu.


Pintu kamar itu senantiasa tertutup, mereka tak peduli lagi keadaan di luar sana, yang jelas sekarang, mereka tengah terbang ke nirwana.


Bersama mengarungi bahtera cinta yang menderas, dengan hasrat yang menggelora.


*


*


*


Gue juga mau bang 😭😭😭 gapapa di dalem, ehhh yampunnnn🙈🙈🙈

__ADS_1


__ADS_2