
Tak berapa lama kemudian, Beby dan Shaka sampai di kediaman keluarga Antarakna. Di sana, seluruh keluarga itu sudah berkumpul, Jonathan dengan Mona, pun dengan Pram dan juga Sarah.
Mereka baru saja datang, dengan berbagai macam oleh-oleh yang mereka bawa, untuk anak cucu mereka. Loly yang merupakan cucu bungsu menjadi perebutan sana-sini, karena tingkahnya yang lucu dan menggemaskan.
Shaka turun dari mobilnya, dan mengitari kijang besi itu untuk membukakan pintu untuk sang istri. Setelah berhasil keluar, sebelum Shaka meraih tangan Beby, gadis itu justru melakukannya lebih dulu.
"Takut nyasar ke pelukan orang," ucap Beby sambil nyengir, sementara Shaka kembali dibuat bertanya-tanya, sebenarnya Beby ini kenapa?
Tak mau ambil pusing, keduanya melangkah beriringan, hingga mereka sampai di ruang keluarga, semua orang menyambutnya antusias. Mona dan Sarah langsung mendekat ke arah Shaka, cucu pertama mereka yang baru saja menikah.
"Cucu Oma yang ganteng, selamat ya sayang akhirnya kamu menikah juga. Semoga pernikahan kalian langgeng, bahagia terus." Ucap Mona mendoakan pernikahan Shaka dan Beby.
"Cepat-cepat memberi kita cicit," timpal Sarah membuat Shaka tersenyum, sementara Beby hanya bergeming dan menyipitkan matanya, memperhatikan interaksi mereka semua.
"Aamiin," ucap Shaka. "Makasih ya Oma, Opa sudah datang untuk menjenguk kita semua. Harusnya kita yang mengunjungi kalian, tapi malah terbalik."
"Sudahlah, Sayang tidak apa-apa. Ayo Beby, kita duduk," ajak wanita paruh baya itu, menggandeng tangan Beby untuk bergabung bersama.
__ADS_1
Setelah menyapa semua orang, Shaka duduk di samping Alva. Sementara Beby langsung diapit oleh kedua nenek suaminya, keduanya sama-sama membawa oleh-oleh, Mona menyerahkan terlebih dahulu satu paper bag ke arah Beby. "Pakai baju ini di depan Shaka ya, Sayang. Soalnya ini salah satu cara supaya bisa memberikan kita cicit, Shaka pasti langsung lumer lihat kamu pakai baju ini, bawaannya pengen nerkam," ucap Mona cekikikan dan langsung mendapat anggukan dari Sarah.
Sepertinya kedua nenek ini sudah kongkalikong untuk memberikan kado untuknya. Setelah Mona menyerahkan hadiahnya, kini giliran Sarah yang memberikan sesuatu pula pada cucu menantunya.
"Nah, kalo yang ini untuk Shaka. Tiap mau bertarung, kamu harus kasih dia ini, supaya dia lebih bertenaga," bisik Sarah, membuat bulu tengkuk Beby meremang seketika.
Tidak Shaka, tidak kedua neneknya, kenapa keluarga suaminya mesum semua. Sarah dan Mona kembali cekikikan, sementara Beby hanya bisa mengangguk pasrah, menerima semua hadiah itu.
"Cerita dong sama kita semalem gimana, Shaka galak nggak? Dia nggak kaya bapaknya kan?" tanya Mona antusias, entah kenapa kedua wanita paruh baya itu sangat penasaran dengan cucu pertama mereka itu, menyadari Shaka yang tidak pernah sekalipun memiliki seorang kekasih, tiba-tiba ingin menikah dengan Beby.
"Iya Beby. Kamu tahu Mommy Chilla dulu hampir setiap waktu digempur sama Daddy-nya Shaka. Kalo Shaka gimana? Pasti minta beronde-ronde yah?" Sarah ikut-ikutan mendesak dengan pertanyaan yang begitu vulgar itu.
Beby menggigit bibir bawahnya, sementara Mona dan Sarah mencebik. "Kan cuma mau tahu, Chilla. Shaka itu kayak Alva apa nggak." Balas Mona.
"Iya tapikan itu hal pribadi. Kasian kan Beby nya kalo dipaksa-paksa begitu." Timpal Chilla lagi, lalu tersenyum ke arah menantunya.
"Ayo sayang, lebih baik kamu minum saja. Jangan pedulikan nenek-nenek ini. Mereka semua mesum," ucap Chilla lalu terkekeh.
__ADS_1
Dan langsung mendapat tabokan dari Sarah, karena merasa tidak terima. "Suamimu lebih mesum!" Cibirnya.
"Nggak apa-apa lah, Ma. Karena Kak Alva mesum aku jadi punya anak banyak, rumah jadi nggak sepi, nggak kaya rumah Mama sama Papa dulu," balas Chilla lalu meminum sirup yang tersedia di atas meja.
"Dasar anak kurang ajar!" Sarah mengusak puncak kepala Chilla, dan Chilla hanya mampu terkekeh sambil memeluk tubuh ibunya.
*
*
*
*
Ayo bisa ngalahin Daddy nggak kira-kira?
Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣
__ADS_1
Udah triple update aku, beneran nggak mau kasih apa-apa? Auto nangis dipojokan Dede 🤧🤧🤧🤧