
Sesampainya di sekolah, Beby segera membuka sabuk pengaman yang terpasang di tubuhnya. Jam sudah menunjukkan pukul 7 lewat 15 menit. Itu artinya 5 menit lagi upacara bendera yang diadakan setiap hari Senin akan dimulai.
Beby berusaha membuka sabuk pengaman itu, tetapi kenapa jadi sulit sekali. Melihat itu, Shaka tersenyum kecil lalu tanpa diminta dia mencondongkan tubuhnya, dan Beby justru beringsut mundur lalu mendorong dada Shaka.
"Mau apa, jangan macem-macem yah, ini tuh lingkungan sekolah!" tegas Beby yang mengira Shaka akan kembali menciumnya.
"Abang cuma mau bukain sabuk pengaman kamu, susah 'kan?"
Beby bergeming, lalu dia menggeleng cepat, merasa itu semua hanya akal-akalan Shaka. "Nggak usah kaya di film-film FTV deh. So soan romantis, padahal ada maunya. Beby bisa buka sendiri!" Cetus gadis itu.
Beby kembali berusaha membuka sabuk pengaman itu, dan akhirnya dia benar-benar bisa membukanya, kalau tidak, mau ditaruh di mana wajahnya itu.
Kemudian dia segera membuka pintu. Namun, Shaka masih menguncinya. Beby menghela nafas lalu melirik Shaka yang mengulurkan tangannya. "Buka nggak pintunya, mau apalagi sih?"
Shaka menggerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri. "Cium tangan dulu, baru kamu boleh keluar." Ucap Shaka tanpa memperdulikan wajah Beby yang sudah terlihat kesal setengah mati.
"Abang ihhhh!" Beby menggeram, tetapi tetap diraih juga tangan Shaka meski dengan gerakan kasar. Dia mencium punggung tangan itu sekilas, lalu melepaskannya begitu saja.
Klik'
Bunyi suara pintu mobil sudah berhasil Shaka buka. Beby segera meraih handle, dan pintu mobil terbuka setengah, tetapi sebelum dia keluar tangannya lagi-lagi dicekal oleh Shaka, dia menoleh dengan sorot mata menajam dan bibir yang melipat ke dalam.
"Apaan lagi sih, ribet banget mau keluar aja."
"Pipinya nggak dicium juga?" tanya Shaka dengan binar mata menggoda dan suara yang manja.
Beby mendelik, tanpa memperdulikan ucapan Shaka dia segera melanjutkan niatnya. Lalu brak! Ditutupnya pintu mobil dengan kencang, sambil berteriak. "Bodo amat!"
__ADS_1
Shaka hanya mampu mengusap dadanya karena merasa terkejut, tetapi dia tidak akan marah dengan sikap Beby. Lihat, dia malah mengulum senyum, sambil mengusap tangannya yang habis dicium oleh gadis itu.
Sementara di luar sana Beby langsung berlari, karena bel sudah berbunyi nyaring tanda para siswa dan siswi diminta untuk segera berkumpul di lapangan. Namun, Beby justru naik ke atap gedung, menghindari kegiatan yang sangat membosankan itu.
"Huh, semoga aja nggak ada guru yang meriksa ke atas," gumam Beby dengan berjalan cepat menapaki anak tangga.
Hingga dia sampai di atas sana, Beby dikejutkan dengan pemandangan yang menodai matanya. Di depan sana, ada sepasang kekasih yang tengah bercumbu dengan tidak tahu malu.
Dan itu adalah adik iparnya, Gattan dan pacarnya. Oh my God! Gila tuh bocah.
Tidak peduli meski ini adalah lingkungan sekolah. Beby dibuat panas dingin, tetapi penasaran juga. Dia jadi teringat ciumannya dengan Shaka, tentang sebuah rasa yang begitu memabukkan dan membuatnya melayang-layang, tetapi begitu dia tersadar, dia langsung menampar wajahnya sendiri.
"Goblokk! Jangan mesum, jangan mesum!" gumamnya pada diri sendiri, lalu dia kembali melihat ke depan sana dan ternyata pasangan itu sudah selesai melakukan aktivitas menyenangkan mereka.
Sialan! Gue jadi ketinggalan tontonan.
Beby tersentak, lalu reflek menggeplak kepala Gattan. "B*go lu, ngagetin aja. Harusnya gue yang nanya ngapain lu tadi hah? Lu gila ya, Tan? Main begituan di sekolah."
Namun, Gattan bersikap sangat santai, dia melangkah dan mengeluarkan susu pisang andalannya. Beby mengernyit, dia tidak akan melupakan playboy cap susu pisang ini saat mengamuk, karena kehabisan susu kesukaannya.
"Santai aja kali, Beb. Tibang nyip*k doang, kagak sampe celap-celup," balas Gattan sambil menyedot susu kotak di tangannya.
"Ya tetep aja Gattan, ini itu di sekolah. Kalo lu sampe ketahuan, Daddy Alva bakal kena panggil guru BK, lu nggak takut apa?"
Gattan menggeleng, baginya di sekolah tak perlu terlalu serius. Masa putih abu-abu itu masa paling menyenangkan, dan dia akan menikmati masa itu. "Nakal dulu baru sukses, Beb. Ntar juga gue tobat tenang aja."
"Tobat sambel lu mah!"
__ADS_1
Mendengar itu, Gattan terkekeh. "Dah daripada ngurusin gue, mending lu ceritain gimana pengalaman sama kakak gue. Gede nggak?"
Beby mendelik, lalu reflek memukul mulut lemes Gattan. "Jangan kenceng-kenceng bege, ntar ada yang denger gimana? Lagian gue nggak ngelakuin apa-apa sama kakak lu!"
Beby menekan suaranya agar tidak terdengar oleh yang lain, karena di atap gedung itu tak hanya ada mereka berdua.
"Yakin lu nggak ngapa-ngapain sama kakak gue?" tanya Gattan dengan tatapan menyelidik.
Beby merasa terintimidasi oleh tatapan Gattan yang seolah tahu sesuatu. Namun, sebisa mungkin dia tidak mau orang lain tahu apa yang sudah terjadi antara dirinya dan juga Shaka. "Beneran, gue nggak ngapa-ngapain sama Bang Shaka." Elak Beby sedikit tergagap.
Dan Gattan justru tersenyum smirk. "Terus itu di leher apa? C*pangnya lu buat sendiri?"
Glek!
*
*
*
Jiahh ketahuan🤣
Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣
Nih kenalin playboy cap susu pisang, yang suka cip*kan🤧🙈
__ADS_1