
Awalnya Beby bergeming, tapi akhirnya dia memantapkan diri dan menganggukkan kepala. Menyetujui permintaan Shaka untuk menjadikannya istri yang sempurna.
Dalam hatinya terus berdoa, semoga ini bukanlah keputusan yang salah.
Melihat itu, Shaka langsung tersenyum lebar, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan. Seperti pengantin baru lainnya, Shaka segera mengangkat tubuh mungil itu untuk sampai di atas peraduan.
Lelaki itu membaringkan tubuh Beby tepat di bawah tubuhnya, dan sedikit menghimpitnya. Hingga kedua inti itu beradu, dengan penghalang yang masih melekat di tubuh masing-masing.
Shaka membuang kemejanya ke sembarang arah, dan kembali mengungkung Beby. Dari atas sana, dia bisa melihat kecantikan dan pahatan indah tubuh sang istri.
Wajah Beby merona, sementara dua jambu kritalnya menyembul imut-imut, seolah melambai pada Shaka.
Shaka menyeringai, tanpa ba bi bu dia langsung kembali menyerang. Melahap pucuk jambu kristal Beby yang terasa sangat memabukkan itu.
Lelaki itu menjilat dan menyesapnya tak habis-habis, membuat si empunya melenguh tak tertahankan.
"Ahhh, Bang."
Tubuh Beby menggelinjang ke sana ke mari, geleyar aneh menyengat urat syarafnya. Dan Shaka terus memancing hasrat Beby, hingga inti itu benar-benar basah olehnya.
Hingga tanpa sadar kini kedua orang berbeda jenis itu sudah sama-sama polos, tanpa helaian benang yang menutup tubuh mereka berdua.
Shaka meneguk ludahnya, pun dengan Beby yang menganga, melihat Tyrex segede gaban yang sudah meracuni otak sucinya.
Bener-bener kalah jauh sama pisang tanduk.
Tyrex sudah berdiri tegak menantang, siap mengobrak-abrik apem kukus yang baru saja matang itu. Sekali hap, habis sudah Beby di tangan Shaka.
Kedua orang itu sama-sama menelisik tubuh mereka berdua, hasrat itu semakin membuncang hebat, dan nyaris ingin meledak.
Dan tatapan mereka akhirnya bertemu, netra sayu dengan wajah saling mendamba. Shaka menghimpit setengah tubuh Beby, hingga Tyrex menyentuh paha mulus gadis itu.
Beby langsung meremang-remang tidak karuan.
"Sayang, aku benar-benar boleh melakukannya?" tanya Shaka sekali lagi, meyakinkan diri bahwa semua ini bukanlah mimpi.
Beby menggigit bibir bawahnya, lidahnya seolah kelu untuk menjawab IYA. Dan akhirnya gadis itu hanya bisa mengangguk pasrah.
Dia pasrah pada Shaka, dan setelah ini dia harus melupakan rasa sukanya pada sang mertua, dan beralih pada putranya.
__ADS_1
Shaka mengangkat kedua kaki Beby tinggi-tinggi membuat tubuhnya berada di antara dua kaki itu, Beby bertambah cemas, dia meremat sprei dengan sangat kuat.
Hingga akhirnya Shaka membuat penyatuan, Tyrexnya mencoba menembus pintu masuk surga dunia milik Beby. Dan gadis itu langsung menjerit. "ABANG SAKIT!!!!"
Mendengar itu, Shaka menghentikan aksinya, belum setengah jalan Beby sudah menjerit sekeras itu. "Tahan, Sayang. Rasa sakitnya hanya sebentar, percaya sama Abang."
Wajah Beby pias, saat Shaka kembali merasuki tubuhnya, dan lagi-lagi Beby menjerit. "Abang, sakit. Nggak mau, nggak mau lanjutin."
"By, nggak kasihan sama Abang? Sebentar lagi juga nggak bakal sakit." ucap Shaka dengan wajah memelas.
Tapi Beby tidak terpengaruh, belum apa-apa intinya seperti ditusuk-tusuk, dan itu sangat menyakitkan.
Beby menggeleng. "Nggak mau, Bang. Beby nggak mau."
"By...."
"Gimana kalo nanti pas Beby tidur aja? Kan pasti nggak kerasa?" saran gadis itu.
"No, Sayang. Abang udah nggak tahan. Mau ya By?" pinta Shaka dengan hasrat yang benar-benar sudah meluap.
Melihat wajah memelas Shaka, pun dengan apem kukusnya yang masih berkedut tak menentu, membuat Beby akhirnya kembali pasrah.
Melihat itu, Shaka kembali mengulum senyum, dia menciumi seluruh wajah Beby.
"ABANG SAKIT!!! SAKIT, YA AMPUN SAKIT!!!"
Beby meraung keras, dan memukuli dada bidang Shaka. Sementara Shaka tak bisa langsung bergerak, dia memberikan Beby waktu untuk membiasakan diri dengan kehadiran Tyrexnya.
"Tahan, Sayang." pinta Shaka, dan Beby terus menggeleng dengan tangis yang sudah pecah. Dia benar-benar merasakan sakit yang sangat luar biasa selama hidupnya.
"Sakit, Abang, keluar nggak! Keluar!!" Beby terus memukuli dada Shaka dan merengek meminta Tyrex segera keluar dari apem kukusnya.
"By, ini udah masuk!"
"Nggak mau, hiks! Sakit. Mamiiiiii... Suruh Tyrex Abang keluar!"
Mendengar pekikan Beby yang semakin keras, Shaka membekap mulut itu dengan satu tangannya, tapi Beby justru menggigit tangan Shaka hingga lelaki itu mengaduh.
"Aw!!!" Shaka menarik tangan itu dan mengibaskannya.
__ADS_1
Sementara Nana yang ada di bawah sana langsung kelimpungan mendengar anak sulungnya berteriak, mengatakan kalau dirinya sakit.
"Abang sakit, Bang! Keluar buruan, keluarin Tyrexnya. Aduh apem Beby sakit!" Pekik Beby frustasi, tahu begini dia tidak akan penasaran dengan rasa Tyrex Shaka.
Tangan Shaka hampir berdarah, dan rasanya tak kalah sakit. "By tahan sebentar, ini sudah tanggung sayang."
"Hiksss nggak mau!!!! Keluar! MAMI TOLONGIN BEBY!!!"
Di luar sana, Nana ngos-ngosan berlari dari bawah hingga ke kamar Beby. Tanpa menunggu waktu lagi, Nana langsung mengetuk pintu kamar itu. Saking cemasnya.
Tok tok tok....
"Beby, ada apa sayang?"
Mendengar itu, Shaka mendelik, sementara Beby merasa berbinar, karena ada malaikat yang akan menolongnya.
"Mami.... Hmmptt!" Shaka langsung melahap bibir mungil itu agar tidak bersuara lagi, bisa kacau kalau mertuanya menggagalkan apa yang sedang mereka lakukan.
Shaka terus melumaat bibir Beby dengan buas, tak memberikan gadis itu kesempatan untuk bicara. Lelaki itu ingin memancing gairah Beby lagi agar masuk ke dalam permainannya.
"Beby, sayang.... Kok diam?" tanya Nana di luar sana.
Dia bergeming sejenak, berdiri di depan pintu kamar Beby mencoba mendengarkan dengan seksama, ingin mencari tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi.
"Ughtt! Abang!"
Glek!
Nana langsung melebarkan kelopak matanya, lengkap dengan mulut yang menganga.
*
*
*
Noh udah dikabulin, sekarang mana hadiahnya 🤣🤣🤣🤣 Pokoknya aku mau malak kalian🤣🤣🤣🤣 Kalo nggak nanti aku nggak anu 🥱🥱🥱
Salam anu👑
__ADS_1
Tyrex dan apem kukus bersatu, jadinya gini 🤣🤣🤣