
Pagi harinya, Beby bangun terlebih dahulu. Dadanya selalu dibuat berdebar kencang, dengan jantungnya yang nyaris keluar. Tidak menyangka, bahwa semalam dia dan Shaka tidur dalam satu ranjang, dia telanjang dan Shaka hanya berbalut kain kimono.
Dada bidang Shaka terekspos bebas dan kembali menodai mata suci Beby.
Hiii, gue nggak bisa bayangin lagi, semalem gue sama dia hampir? Aaaaa... Untung Tyrexnya nggak galak.
Bahkan apa ini? Beby melihat ke arah tangannya sendiri yang melingkar di pinggang Shaka. Sudah gila, kenapa dia malah bersikap seolah dia benar-benar menerima suaminya.
Beby segera menarik diri dari tubuh suaminya. Berharap Shaka tidak perlu terbangun dengan pergerakannya. Dia pasti mati kutu, kalau sampai Shaka kembali melihat tubuh polosnya.
Bisa-bisa jambu kristalnya yang unyu-unyu pun digigit hingga habis oleh Shaka.
"Gue harus cepet-cepet lari ke kamar mandi. Kalo nggak, gue rasa gue bakal dikenalin lagi sama Tyrex yang gedenya nglebihin pisang tanduk, hiii ngeri," gumam Beby.
Kemudian dia menjauh dari tubuh Shaka, setelah berhasil, dengan hati-hati Beby turun dari ranjang. Dan berlari tunggang langgang ke kamar mandi. Dia tidak tahu saja, di belakang sana seseorang tengah tersenyum-senyum melihat tingkahnya.
Beby segera membersihkan tubuhnya, dia sedikit menggosok kasar bagian tubuhnya yang tercetak tanda merah-merah karena ulah Shaka, berharap agar tanda itu hilang dari tubuhnya.
Namun, semakin digosok ternyata malah terasa perih. Karena kulitnya pasti lecet. Beby hanya mendesah kecil, sebenarnya permainan apa yang sedang ia jalani bersama Shaka.
__ADS_1
Hingga dia tak sadar dari arah pintu, seseorang masuk begitu saja. Karena Beby merasa Shaka masih tertidur pulas, maka dari itu dia tidak mengunci pintu kamar mandi.
Beby merasakan suara derap langkah kaki semakin mendekat ke arahnya, begitu dia menoleh Beby langsung menjerit.
"Aaaaa... Lu mau apa?" teriaknya karena terkejut, dia langsung menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi tubuh polosnya yang berbalut busa-busa sabun.
Shaka terlihat santai, dia justru menarik tali kimononya dan tak peduli dengan teriakan Beby. "Aku ke kamar mandi ya karena mau mandi, memangnya ada kegiatan lain yang bisa dilakukan di kamar mandi?" tanya Shaka ambigu. Bahkan dia berkedip genit, untuk menggoda istri kecilnya.
Glek!
Beby menelan ludahnya kasar, dia menggigit bibir bawahnya dan langsung memalingkan wajahnya yang memerah begitu dia dihadapkan dengan seekor Tyrex yang sedang terlelap. Menggantung di angkasa.
Pantes aja gede, lemesnya aja segitu. Ya Tuhan, yang bener aja itu punya laki gue.
Shaka menyalakan shower dan membasahi tubuhnya. Dia menatap Beby yang terlihat masih malu-malu. "Kalau bisa berdua, kenapa harus sendiri-sendiri, lagi pula aku ini mau ke kantor, dan aku harus mengantarmu lebih dulu ke sekolah." Jawab Shaka beralibi.
"Nggak perlu, gue bisa sendiri," tolak Beby, dia sedikit membungkuk dan melangkah untuk mengambil kain kimono milik Shaka.
Karena dia lupa membawa handuk. Maka dari itu, tanpa membilas busa sabun yang ada di tubuhnya. Beby terpaksa memakai kimono tersebut.
__ADS_1
Shaka tersenyum kecil menghadapi sikap Beby yang sering berubah-ubah. Kadang ketus dan seolah tak menerima, tetapi kadang juga menggoda iman dan takwa.
"Jangan membantah jika tidak ingin aku adukan pada Papi Juna."
Beby mencebikkan bibirnya, tangannya terkepal ingin memukul Shaka. "Ish, dasar tukang ngancem."
"Kamu sengaja berlama-lama di sini, mau ketemu Tyrex lagi?"
Netra Beby melotot, dia mendengus kesal ke arah Shaka, lalu cepat-cepat keluar dari kamar mandi dengan membanting pintu, hingga membuat Shaka terlonjak kaget dan reflek mengusap dada.
BRAK!
*
*
*
Untung udah rasain jambu kristalnya.
__ADS_1
Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣