Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Celotehan adik-adik)


__ADS_3

Waktu makan siang telah tiba, dan pada saat itu juga. Shaka mendapat telepon dari sang ayah, ponsel yang bergetar di atas meja dia rampas, dan dengan cepat ia usap layar pintar itu.


"Halo, Dad?" sapa Shaka sambil bangkit dari kursi kebesarannya dan melangkah ke arah jendela, tidak ada angin tidak ada hujan lelaki paruh baya itu menelponnya seperti ini, biasanya sang ibu lah yang rutin menanyakan kabarnya.


Karena kini dia telah hidup mandiri di apartemen yang telah dibelinya satu tahun lalu, tempat tinggal yang lebih dekat dengan perusahaan.


"Nanti malam pulang lah ke rumah, ada yang mau Daddy bicarakan denganmu," ucap Alva to the point, sesuai permintaan sang istri yang kini tengah mengacungkan jempol sambil tersenyum ke arahnya.


"Tentang apa, Dad? Tidak biasanya Daddy bicara seserius ini." Kening Shaka berlipat, sedangkan alisnya terangkat. Dia memandang keluar jendela, di bawah sana kendaraan berlalu lalang tanpa henti, membuat jalanan tak pernah terlihat sepi.


"Datang saja ke rumah, Mommy-mu juga merindukanmu."


"Baiklah kalau begitu, sampaikan salam Shaka untuk Mommy," pinta Shaka sebelum panggilan itu akhirnya ditutup.


Keningnya tak berhenti mengernyit, dia sedikit penasaran dengan sesuatu yang akan dibicarakan oleh ayahnya itu. Namun, tak ingin ambil pusing Shaka segera mengajak Roby, asisten pribadinya untuk makan siang di luar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam pun tiba, Shaka mengendarai mobil sportnya hingga tiba di rumah besar keluarganya. Dengan gagah dia keluar dari kijang besi itu, dan melangkah memasuki rumah.


Semua orang yang ditemuinya, menganggukkan kepala dan tersenyum ramah.

__ADS_1


Hingga dia sampai di meja makan. Seluruh keluarganya terlihat sudah berkumpul. Hanya kurang satu, yaitu Camberly, adiknya yang kini sudah menjadi seorang model internasional, gadis itu tidak ada di sini, karena dia sedang mengikuti fashion week di New York.


"Kak Shaka," pekik Loly girang, adik bungsu kesayangannya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Shaka melambaikan tangannya sambil tersenyum ke arah gadis kecil itu.


"Halo, kue bantalnya Kak Shaka, pipimu terlihat semakin berisi, Kak Shaka jadi ingin gigit," goda Shaka seraya mengusak puncak kepala Loly.


"Jangan digigit, dicium aja, kata Kak Gattan dicium itu enak," ucapan Loly yang membuat semua orang terkekeh, kecuali Gattan, si pelaku yang sering membodohi adik kecilnya itu justru melotot.


"Sekate-kate lu, gue nggak pernah ngajarin kaya gitu yah, jadi jangan ngomong yang aneh-aneh," sewot Gattan yang langsung mendapat cubitan kecil dari Chilla.


"Aw! Mommy sakit," keluhnya sambil mengusap-usap paha yang terasa panas.


"Emang kamu tuh suka aneh-aneh, Kak. Pacar kok banyak banget, Mommy sampe pusing cewek kamu yang sebenarnya itu yang mana, mereka semua ngirim pesan sama Mommy, dan ngaku jadi calon mantu," gerutu Chilla sambil geleng-geleng kepala.


Chilla manggut-manggut. "So kecakepan."


"Emang aku cakep, kan anak Mommy," ucap Gattan percaya diri, sambil memeluk Chilla erat.


"Eh tidak usah pakai peluk-peluk!" protes Alva sambil memukul tangan Gattan menggunakan sendok.


Sontak saja Gattan langsung melepaskan pelukannya dengan bibir yang mencebik. "Punya Daddy kok pelit banget."

__ADS_1


"Kalo nggak pelit bukan Daddy namanya," Gabino yang sedari tadi diam ikut menimpali, satu keluarga itu seperti sudah hafal dengan sifat Alva yang ingin menguasai Chilla sendiri.


Dan anehnya, mereka mengikuti peraturan tidak berdasar itu.


Mendengar perdebatan itu, Shaka terkekeh. "Hahaha, iya Kak Gattan itu memang playboy, dan Daddy itu memang pelit. Kalo yang baik itu Kak Shaka." Shaka menarik kursi di samping ayahnya dan Loly, kini dia berada di tengah-tengah dua orang itu.


"Kalo Loly yang pacarnya banyak, namanya apa?" pertanyaan polos itu keluar begitu saja membuat semua orang kembali tergelak. Alva sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah putri bungsunya itu.


"Gaya-gayaan lu ngomongin pacar, tidur aja masih pake pampers," cibir Gabino membuat bibir Loly langsung mengerucut lucu.


"Bilang aja Kak Bino iri, Kak Bino kan jombi." Loly melipat tangannya di dada, tak mau kalah.


"Kok jombi sih?" tanya Shaka.


"Iya, itu lebih serem dari jomblo, wlek." Gadis cilik itu menjulurkan lidahnya meledek Gabino, membuat Kakak terimutnya itu mendengus.


Sementara Shaka sudah tidak tahan, dia terus tertawa dengan celotehan adik-adiknya. Mereka semua memang sangat unik, dia sampai sakit perut karena terus tertawa.


Hingga sebuah pertanyaan, menghentikan tawa renyahnya.


"Kalau kamu gimana, Kak? Apa sudah siap untuk menikah?" tanya Chilla.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣


__ADS_2