Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Istri Sempurna?)


__ADS_3

Untuk sampai di mobil, Beby terus mengekor di belakang Shaka. Lagi-lagi dia terpaksa untuk ikut dengan lelaki itu, karena dia tak mampu berbuat apapun saat di rumah sang mertua.


Dia tidak mau citranya buruk di depan Chilla dan Alva. Karena kedua orang itu mengenal akrab kedua orang tuanya, bahkan sebelum dia lahir ke dunia.


Shaka membukakan pintu untuk Beby. Namun, ada saja yang membuat niat mereka terurung. Di belakang sana, ada yang memanggil-manggil nama Shaka. Dan membuat lelaki tampan itu terpaksa menoleh.


"Mas Shaka?" panggilnya dengan riang gembira. Bahkan dia sengaja membusungkan dada agar Shaka melihat keindahan tubuhnya.


"Mbak Lidia, ada apa?" Shaka menjawab dengan alis yang terangkat.


Namun, orang yang dipanggil Mbak Lidia itu justru tersenyum-senyum. Janda anak satu, yang tinggal di samping rumah Alva. Lebih tepatnya orang yang membeli rumah kedua orang tua Chilla.


"Katanya Mas Shaka sudah menikah, mana istrinya?" tanya Mbak Lidia pura-pura penasaran, secantik apa istri Shaka, hingga bisa meluluhkan hati lelaki judes itu. Karena sudah sedari dulu dia memang menyukai Shaka, tapi justru Gattan yang kerap menggodanya.


"Ada di dalam, saya sedang buru-buru karena harus mengantar istri saya ke sekolah, jadi saya pamit dulu yah," jawab Shaka apa adanya.


Beby yang sedikit penasaran melongok dari balik tubuh Shaka. Di depan sana, seorang wanita cantik nan seksi tengah berdiri, gumpalan di dadanya benar-benar besar, dan menggoda iman.


Beby melirik Shaka. Lelaki itu tampak tak suka ditanya-tanya, dan entah kenapa hal itu membuat Beby jadi ingin tersenyum.


Kayaknya Tyrex setia.


"Oh jadi istrinya masih sekolah?" pertanyaan yang mengandung cibiran Lidia lontarkan. Dan hal itu membuat Shaka semakin tak suka.


Shaka sedikit mengangkat bibirnya, dia tersenyum sinis lalu mengangguk. "Iya, dia masih sekolah. Karena saya lebih menyukai daun muda dari pada daun tua!"

__ADS_1


JLEB!


Jawaban spontan yang langsung mengenai ulu hati Lidia. Shaka sengaja menjawab seperti itu, tahu maksud Lidia sebenarnya. Tanpa berkata apapun lagi. Dia langsung memutar langkah dan masuk ke dalam mobilnya.


Shaka menyalakan mesin, dan mulai membawa kijang besi itu untuk menyusuri jalan raya. Meninggalkan Lidia dengan bibir yang mencebik, merasa tidak terima dengan sindiran Shaka yang mengatakan dirinya daun tua.


"Siapa?" tanya Beby tiba-tiba, tanpa menoleh ke arah Shaka sedikitpun. Dia justru memfokuskan netranya pada jalanan yang mereka lewati untuk sampai di sekolah.


"Siapa, apanya?" Shaka balik bertanya, pura-pura tidak mengerti dengan pembicaraan Beby. Ingin gadis itu jujur.


"Tadi siapa? Kok kayaknya deket gitu sampe panggilnya Mas, padahalkan dia lebih tua dari Abang," ketus Beby. Bahkan bola matanya memutar ke belakang, merasa jengah.


Yang justru membuat Shaka tersenyum sumringah, dia mulai merasa Beby perhatian padanya. "Bukan siapa-siapa, hanya seorang janda kaya raya. Kenapa?"


Shaka melirik ke arah Beby, dia dengan setia memperhatikan perubahan raut wajah gadis itu.


Namun, dia buru-buru menetralkan keterkejutannya. Berusaha bersikap baik-baik saja, "Nggak apa-apa nanya aja, emangnya salah? Lagian kayaknya dia suka sama Abang, Abang nggak suka sama dia?"


Shaka mengernyitkan dahi, lalu menggeleng. "Kalo Abang suka mungkin Abang sudah minta nikah sama dia, bukan sama kamu."


"Tapi Abang juga nggak suka sama aku, kenapa mau nikahnya sama aku?" cetus Beby.


"Kalo ternyata Abang suka sama kamu gimana? Kamu mau terima?"


Cekitttttt!!!

__ADS_1


Mobil langsung berhenti mendadak karena di depan sana ada lampu merah. Begitu pun dengan jantung Beby yang menerima pertanyaan spontan dari Shaka. Rasanya seperti mau copot.


Kini lelaki itu tengah menatap ke arahnya, membuat dia menelan salivanya dengan susah payah. Beby berubah salah tingkah, dan tak mampu untuk menjawab apa-apa. Lidahnya kelu untuk mengeluarkan suara.


Hingga Shaka akhirnya mendekat, dan tiba-tiba berbisik di telinganya. "Abang nggak akan pernah maksa kamu buat jawab sekarang, Abang cuma mau kita jalani pernikahan ini pelan-pelan. Karena kapanpun kamu siap, Abang langsung bisa jadikan kamu istri yang sempurna buat Abang."


Glek!


Istri yang sempurna? Apa maksudnya? Istri sempurna apa?


Beby mengulang kalimat Shaka dalam hatinya, sementara otaknya mencari jawaban atas pernyataan Shaka itu.


Dan sebelum mobil kembali melaju, ada kecupan singkat di pipi Beby, membuat gadis itu benar-benar membeku. Dia bagai patung tak bernyawa, tetapi anehnya ada debaran hebat di dadanya.


*


*


*


Istri sempurna? Apa artinya gue bakal ketemu Tyrex dia?


Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣


Kira-kira Abang Shaka bakal jadi mas Aris nggak kalo ketemu Mbak Lidia?🤣🤣🤣

__ADS_1



__ADS_2