
Shaka memesan makan malam secara online, dia dan Beby kompak memilih ini dan itu untuk mengisi perut mereka yang keroncongan, dari siang mereka belum makan, ditambah tenaga mereka dikuras habis sampai sore.
Benar-benar hari yang melelahkan, bahkan Beby kini tak bergerak dari atas ranjang. Setelah memakan Tyrex, dia ambruk mengistirahatkan tubuhnya.
Dan Shaka menemani istrinya itu, sambil menunggu makanan mereka datang. Dia menepuk bahu Beby. Beberapa kali tepukan gadis itu sedikit mengangkat kepalanya.
"Kenapa, Bang? Makananannya udah dateng?" tanya Beby tanpa bergerak.
Shaka meluruskan tangannya, lalu menepuk-nepuk pelan. "Belum, Sayang. Sini tiduran di lengan Abang." Ucap Shaka sambil mengulum senyum.
Beby memperhatikan wajah Shaka dengan seksama, wajah glowing bahkan tanpa make up, dia mengangkat kepalanya, lalu tiduran di lengan Shaka, tangannya tanpa permisi mengelus wajah tampan itu.
"Abang pake skincare apa sih? Kok wajahnya mulus banget?" tanya Beby sambil menusuk-nusuk pipi Shaka yang terasa kenyal.
Shaka terkekeh kecil. "Kenapa emangnya? Muka kamu lebih bagus, By. Cantik nggak ada duanya."
"Yeh, malah gombal." Beby memencet hidung Shaka, lalu mencebikkan bibirnya.
Bukannya marah Shaka justru menangkap tangan Beby lalu mengecupnya beberapa kali, hingga gadis itu merasa geli. "Abang ih, nanti mau terus lho. Jangan mancing-mancing lagi."
"Iya, Sayang, iya. Kamu mau tahu Abang pake skincare apa?" Tanya Shaka, menatap Beby dengan matanya yang selalu penuh cinta.
__ADS_1
Beby mengangguk. "Iya, Bang. Beby mau pake juga dong."
"Abang pake ms glow, By. Kan sekarang Abang jadi ambassadornya. Abang belum cerita yah? Abang baru cerita sama si ngothor."
"Hah? Abang jadi ambassador skincare? Pantesan, mukanya alus banget, nyamuk aja kepleset ini kalo lewat muka Abang." Cetus Beby kembali meraba-raba wajah Shaka.
Lelaki tampan itu terkekeh. "Iya, Sayang. Abang bantuin si ngothor jualan. Nanti kamu juga Abang beliin deh. Murah tapi kualitas nggak murahan."
"Ya jelas dong, Bang. Apem kukus bila perlu beliin, Tyrex juga. Biar glowing semua." Beby tersenyum ceria, bahkan menunjukkan gigi-giginya yang putih saat menyebutkan itu semua.
Shaka semakin tergelak kencang. Mana ada apem kukus, Tyrex dipakein skincare jadi glowing. Ada-ada saja istrinya ini. "Gemesin banget sih istri Abang, jadi pengen gigit."
Dan Shaka benar-benar menggigit bibir Beby, hingga gadis itu mengaduh. "Uhh, sakit Abang." Keluh gadis itu sambil memegangi bibirnya.
"Mau cium ah nggak mau tahu," cetus gadis itu dengan bibir mencebik. Merengek manja mbuat Shaka kehabisan kata-kata.
Lelaki itu geleng-geleng kepala, lalu dengan cepat menarik tengkuk Beby dan menyatukan bibir mereka. Mereka saling menyesap hingga kedua benda kenyal itu kembali terasa kebas.
Dan akhirnya ciuman itu terputus karena makanan telah datang. Tanpa menunggu lama, Shaka segera menyiapkan semuanya, membiarkan Beby tetap berada di atas ranjang.
Dengan telaten dia kembali menyuapi istri kecilnya. Mereka makan dalam satu tempat dan satu sendok bersama. Semuanya terasa indah untuk dilalui, baik Beby dan Shaka mulai memahami arti hadir mereka.
__ADS_1
Setelah makan malam selesai, dan mereka bersiap untuk tidur. Shaka kembali berbaring di samping Beby setelah menepuk tangan untuk mematikan lampu utama, dan menyisakan remang-remang cahaya.
Suasana temaram yang selalu membuat hati mereka menghangat.
"Selamat tidur istriku," ucap Shaka lebih dulu, lalu mencium kening Beby.
Gadis itu mengulum senyum, tak mau kalah dia pun mengecup bibir Shaka. "Selamat tidur suamiku."
Shaka terlihat melengkungkan bibirnya, lalu mulai memeluk tubuh Beby. Dan lagi-lagi Beby tak mau kalah, tetapi bukan pinggang Shaka yang dipeluk, tangannya malah berlari ke bawah sana. Di mana Tyrex berada.
"Beby pegangan ini aja yah."
Glek!
*
*
*
Gue yang nyuruh dia promosi, kenapa? Mau beli juga? 🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
Neng Beby pegangan hidupnya enak yah🤧🤧🤧 Boleh gantian nggak?