
Tak berapa lama kemudian, Shaka sampai di lokasi yang dikirimkan oleh sang istri, kawasan yang masuk ke dalam gang, dan cukup jauh dari jalan raya.
Sebenernya di rumah siapa gadis itu?
Shaka menepikan mobilnya ke sisi jalan, dan segera menelpon Beby, memberitahu kalau dirinya sudah sampai.
Sementara di seberang sana, Beby langsung heboh karena mendapat telepon dari Shaka. Dia kelimpungan sendiri tidak karuan karena bingung ingin menjawab atau tidak.
"Yos, duh gimana ini? Bapaknya Tyrex nelepon gue," Beby mondar-mandir sambil memegang ponselnya yang terus bergetar.
"Ya angkatlah, Beb. Kak Shaka udah nyampe kali, lu bilang mau dijemput kan sama dia?"
Beby langsung menepuk jidatnya, benar apa yang dikatakan Yosi, Shaka memang sedang menuju kemari, dan sekarang mungkin sudah sampai.
"Yos gue kagak sanggup," Beby menyerahkan ponsel genggamnya ke arah Yosi, dia terus menggeleng. Karena merasa tak sanggup untuk bertemu dengan Shaka.
"Heh, nggak sanggup gimana? Kasian anak orang udah nungguin yeh."
"Milih dua-duanya boleh nggak sih, Yos. Bapak sama anaknya gitu?"
"Makin sableng aja nih bocah, itu hp nyala terus woy!" Ale menimpali ucapan Beby.
Beby semakin memberengut. Namun, menghindari Shaka pun rasanya tidak akan membuahkan hasil, karena jika hari ini dia lolos, masih ada hari esok, esok dan esoknya lagi.
Hingga akhirnya Beby menggeser layar pintar itu, dan panggilan langsung terhubung, dengan seseorang yang Beby beri nama 'Bapaknya Tyrex'.
"Halo, By. Abang udah sampe, kamu di mana?" tanya Shaka.
Bukannya menjawab, Beby malah melirik ke arah Yosi, Yosi mendelik agar Beby segera menjawab pertanyaan Shaka. Bukan membatu, dan planga-plongo seperti kambing congee.
"Maaf, Bang. Beby tadi abis ke kamar mandi jadi nggak tahu Abang nelepon. Abang udah sampe yah?" ujar Beby dengan terbata, bahkan dia beberapa kali meneguk ludahnya.
__ADS_1
"Iya, By. Abang baru aja sampe."
"Ya udah, tunggu Beby yah. Beby keluar."
Di seberang sana Shaka mengulum senyum. "Iya, Abang tunggu di sini, di depan rumah gerbang warna hitam."
Dan setelah itu, panggilan benar-benar terputus. Beby langsung menatap teman-temannya dengan wajah memelas, berharap dia mendapatkan pertolongan.
Tetapi apa yang harus dilakukan oleh ketiga orang itu untuk membantu Beby jika kasusnya seperti ini.
Ale, Yosi dan Bambang angkat tangan, mereka menyerah!
Dengan langkah gontai dan sesekali menoleh ke belakang Beby meninggalkan markas itu, Ale, Bambang dan Yosi ikut keluar, menyaksikan kepergian sahabat mereka menemui masa depannya.
Untuk yang terakhir kali, Beby menoleh. Dan ketiga orang itu kompak berteriak. "SELAMAT BERTARUNG BEBY! SEMOGA APEM MENANG." Lalu mereka tergelak kencang.
Di tempatnya Beby mendelik, dan semakin mendelik saat Ale kembali bersuara. "Beb, jangan lupa pake pengaman, biar cebongnya nggak lari-larian." Goda pemuda itu.
"Dasar gendeng, bukannya bantuin gue malah ngledekin!" Gerutu Beby sepanjang jalan.
Hingga dia sudah keluar dari gang, dan melihat mobil Shaka terparkir di depan rumah orang.
Langkah Beby terhenti, bingung antara ingin lanjut atau kembali. Atau justru kabur. Otaknya selalu dihantui yang bukan-bukan, membuat dia jadi parno sendiri.
"Duh, beneran lagi itu bapaknya Tyrex ada di situ. Mana sabar banget nungguinnya." Beby menepuk jidatnya dengan wajah pias.
Sementara tangannya sudah keringat dingin seperti ingin dieksekusi mati.
Dia melirik ke sana ke mari, pikirannya benar-benar buntu, hingga akhirnya Beby memutar tubuhnya, memutuskan untuk kabur saja dari Shaka.
Dari pada nanti dia berpikir yang tidak-tidak, dan menyerang lelaki itu duluan, lebih baik mencegah, dari pada apem kukusnya habis.
__ADS_1
Beby sudah mengangkat kakinya siap untuk melangkah, tetapi dari arah belakang justru terdengar suara Shaka. "By..."
Glek!
"Mati gue!"
*
*
*
Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣
Dd ngothor : Lu ngap2 sendiri kan Beb jadinya, udah si ikhlasin aja apemnya yampun.
Neng Beby : Belum ikhlas gue Thor, apem gue masih angetan banget ini.
Dd ngothor : Daripada penasaran, nih emak-emak juga udah pada nungguin apem lu di obrak-abrik.
Neng Beby : Fiks kalian tega sama gueðŸ˜
Dd ngothor : Ya udah Bang Shaka buat gue aja yah?
Neng Beby : Eh ya janganlah, Tyrexnya gede itu gue ngga rela.
Dd ngothor : Nah yaudah. Besok biarin Tyrex ngobrak-ngabrik apem lu ya, Beb.
Neng Beby : Hikssss... Yaudah iya dehðŸ˜
Gaje betttt dah🤣🤣🤣🤣
__ADS_1