
Setelah kejadian memalukan itu, Beby cepat-cepat berlari ke arah lemari untuk mengganti bajunya dengan pakaian yang lebih tertutup, karena kini leher dan dadanya dipenuhi tanda merah-merah akibat ulah Shaka.
Dia terus menggerutu di dalam ruang ganti, merutuki kebodohannya yang sudah jatuh dalam perangkap Shaka. Lelaki itu pasti sengaja, membuatnya melayang dan menjatuhkannya begitu saja.
Tidak bisa dibiarkan!
Tidak ada alasan lain, Shaka melakukan itu semua pasti hanya karena ingin main-main dengannya. Dan hal itu justru membuat Beby penasaran. Apa benar Shaka adalah pria perkasa, atau jangan-jangan?
Mulut Beby menganga, otaknya mulai berpikir bahwa Shaka yang selalu menggodanya tanpa mau berhubungan itu karena sebenarnya Shaka tidak normal.
Apa dia penyuka sesama jenis yah? Hii...Pisang makan pisang.
Beby bergumam merinding, membayangkan Shaka yang ternyata bukan pria normal dan suka bermain dengan sesama jenisnya.
Buktinya hampir kepala tiga, lelaki itu tidak mau menikah, bahkan katanya tidak pernah memiliki seorang kekasih.
Dan kini Shaka justru menikahinya, dan berakting di depan semua keluarga, bahwa Shaka benar-benar mencintainya. Ini semua patut dicurigai, dan Beby akan membuktikannya nanti.
Terlebih dia juga ingin balik mengerjai Shaka, agar lelaki itu tidak selalu semena-mena.
Gadis itu tersenyum smirk. Memikirkan sebuah rencana untuk melihat bahwa Shaka benar-benar pria normal atau bukan.
__ADS_1
Aku harus menjebaknya.
Beby keluar dari ruang ganti setelah beberapa menit, kali ini dia menggunakan celana jeans dan baju dengan leher tinggi. Dia melangkah ke arah gantungan ingin menyambar tas gendongnya, tetapi secepat kilat Shaka menahan tangannya.
"Kamu mau kemana pakai tas gendong begitu? Memangnya tidak ada tas lain?" tanya Shaka, lagi pula masa iya, ke rumah mertua bawa-bawa tas gendong, yang bahkan fungsinya saja tidak ada.
Padahal Nana sudah sering membelikan gadis itu beberapa tas selempang yang cantik dan tentunya memiliki harga yang tidak murah. Namun, Beby tetaplah Beby. Dia hanya menyimpannya di dalam lemari, tanpa berniat memakainya.
Awalnya Beby ingin menepis kasar tangan Shaka, tapi teringat dengan rencana dan demi melancarkan misinya, gadis itu justru mengulum senyum. Memulai drama. "Maaf suamiku, aku nggak bisa pake tas-tas yang begitu, ribet!" ujar Beby apa adanya.
Shaka menatap Beby dengan tatapan aneh, dalam sekejap kenapa gadis ini bisa berubah drastis, apalagi sampai menggantikan panggilan jadi aku kamu.
Karena merasa cemas, Shaka memeriksa suhu tubuh Beby, dia menempelkan tangannya di kening dan di pipi gadis itu. Tidak ada yang berubah, semuanya tampak normal.
"Terus kenapa kamu jadi aneh begini?" tanya Shaka sedikit mengernyit.
Beby mengulum senyum. "Apa salahnya aku berubah jadi lebih baik untuk suamiku. Om Shaka."
"Om?" netra Shaka membola mendengar panggilan baru Beby untuknya.
Gadis yang masih tersenyum itu menganggukkan kepalanya. "Iya Om, memangnya salah?"
__ADS_1
"Aku ini suamimu, kenapa kamu panggil Om?" protes Shaka, tak suka.
"Bukannya kalau tua dipanggilnya Om yah?"
"Beby!"
"Ah iya baik-baik, aku nggak akan panggil kamu Om, tapi Abang... Abangku Sayang." Beby berkedip genit, sampai membuat Shaka jadi merinding sendiri.
Apalagi saat gadis itu mendekat dan tiba-tiba mencium pipinya sekilas. "Jangan baper ya, Bang. Baru Beby cium pipinya, belum Tyrexnya."
Lantas, gadis itu berlalu begitu saja dengan cekikikan, meninggalkan Shaka yang tiba-tiba menganga, dengan otak yang penuh tanda tanya.
Kenapa dengan istrinya? Kenapa cepat sekali berubah?
*
*
*
Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣
__ADS_1
Awas kalo nggak🤧🤧🤧🤧