Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Mulai Sawan)


__ADS_3

Shaka keluar dari kamar mandi. Hanya menggunakan seutas handuk yang melilit di pinggangnya. Dia melirik ke arah ranjang, di mana Beby berada, dan Beby langsung membuang muka. Tidak mau bersitatap dengan Shaka.


Istri kecilnya ternyata belum menyiapkan pakaiannya. Shaka melangkah ke arah lemari dan membuka benda persegi panjang itu, dia mengambil satu set pakaian kerja, kemeja serta jasnya, dan begitu dia menyambar pakaian dalam, dari arah belakang Beby bersuara.


"Bang, baju seragam Beby gimana? Hari ini kan hari Senin, Beby harus sekolah," tanyanya setelah membuat pertimbangan. Jika bukan suaminya, siapa lagi yang harus dia mintai pertolongan.


Kali ini Beby harus sedikit menurunkan egonya, atau dia akan memakai handuk kimono itu seharian. Di dalam kamar. Ah, kalo di rumah hanya ada ayah mertuanya sih tidak apa-apa, itung-itung tebar pesona.


Tapi ini? Bahkan di rumah besar itu ada seluruh keluarga Shaka.


Shaka menoleh, lalu dengan wajah jahil dia menawarkan pakaian dalamnya ke arah Beby. "Mau pake punya Abang?"


Melihat itu, Beby mendelik dan reflek menghentak lantai. Dia sedang berbicara serius, Shaka malah mengajaknya bercanda. "Serius ih, gue pake apaan ini? Nanti gue terlambat, emangnya lu mau tanggung jawab?"


"Kamu nggak hamil aja aku tanggung jawab, masa masalah terlambat sekolah aku jawab nggak."


"Abang, ihhh!"

__ADS_1


Shaka mengulum senyum, lalu mendekat ke arah Beby, Beby mulai waspada, dia selalu dibuat was-was oleh lelaki satu ini. Begitu sampai di depan tubuh Beby, Shaka menyerahkan satu setel pakaiannya. "Pakein Abang baju dulu, nanti Abang cariin seragamnya."


Beby meneguk ludahnya kasar, dia benar-benar tidak memiliki pilihan, selain mengikuti kemauan Shaka. Ah bodo amatlah. "Tapi Beby nggak mau ketemu Tyrex. Abang pake celana dalemnya ngadep sana." Ucap Beby dengan bibir yang mencebik.


Membuat Shaka langsung tergelak, ternyata istri kecilnya sudah mulai sawan untuk melihat Tyrexnya. Shaka mengangguk, lalu dia berbalik untuk mengikuti kemauan Beby. Membungkus Tyrex agar aman, dan tidak ngambek karena belum bisa memakan apem kukus.


Setelah itu, Shaka berbalik lagi. Beby dengan pasrah memberikan satu persatu pakaian Shaka, hingga saat Shaka memakai kemeja kerjanya. Lelaki itu meminta Beby yang mengancinginya.


Patuh, Beby bangkit dari atas ranjang, lalu jari-jari lentiknya membantu Shaka untuk menyatukan benda kecil nan bulat itu pada pasangannya.


Benda yang terasa begitu memabukkan, semakin diperhatikan, semakin menggoyahkan iman, hingga akhirnya Shaka mengikis jarak, dia sedikit menunduk untuk menjangkau bibir Beby, dan pertemuan itu pun terjadi.


Beby mendelik karena terkejut, tetapi dia tetap diam saja ketika Shaka bergumam lirih. "Hanya sebuah ciuman, Abang nggak akan minta lebih dari ini." Ucapnya lalu kembali melumaat bibir mungil milik Beby.


Namun, dia tidak akan baik-baik saja saat Shaka memberikan itu semua. Dia selalu merasa aneh dengan tubuhnya yang meremang seketika, bahkan merasakan geleyar yang tidak biasa.


Kan, kan. Otak mesum gue kambuh. Gerutu Beby dalam hati.

__ADS_1


Dan Shaka benar-benar menepati ucapannya. Dia melepaskan pertautan antara dirinya dan Beby saat gadis itu mulai terpejam. Suara decapan perpisahan itu begitu terdengar nyaring, hingga akhirnya Beby membuka matanya.


Nafas keduanya memburu, jika berlama-lama rasanya Beby tidak akan tahan. Ah, otaknya sudah mulai terkontaminasi sekarang.


Wajah Beby merona, Shaka dengan lembut mengusap sisa salivanya di bibir Beby menggunakan ibu jari. "Abang keluar dulu buat cari seragam kamu."


Dan kali ini, Beby hanya bisa mengangguk pasrah, dengan debaran dashyat di dadanya. Dia tanpa sadar, sudah membiarkan Shaka merasuki hatinya.


*


*


*


Hatinya dulu ya, Beb. Apem kukusnya nyusul 🤣


Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2