
Pagi kembali menyapa, hari ini Alva terlihat sudah rapih dengan kemeja navy lengkap dengan jas warna senada. Lelaki itu akan kembali bekerja, terpaksa meninggalkan sang istri tercinta di rumah.
Chilla mengantarkan suaminya hingga di teras rumah. Dan disana, mobil yang dikendarai Juna, sudah siap menjemput Alva.
Lelaki itu berdiri di samping pintu mobil, tanpa bicara sepatah kata pun. Menunggu Alva yang akan pamit pada istrinya.
"Sayang, kenapa kau tersenyum seperti itu?" Rengek Alva saat melihat Chilla malah tersenyum senang, melihatnya akan pergi bekerja.
"Memangnya tersenyum tidak boleh?" Menangkup kedua rahang Alva lalu memberikan kecupan singkat di sana.
Namun, bukannya senang Alva justru semakin terlihat tak suka, dengan wajah yang tertekuk ia melepaskan kedua tangan Chilla dari wajahnya.
"Kenapa? Kau senang tidak bertemu denganku?" Cetusnya dengan sorot mata kesal.
"Bukan seperti itu sayang. Kita tidak bertemu hanya beberapa jam, sore nanti kan Kakak pulang." Berusaha membujuk Alva yang sedang manja-manjanya.
"Kau benar-benar rela aku tinggalkan yah?"
Pelan, Chilla mengangguk. "Aku tidak apa-apa sayang. Kakak tenang saja."
"Cih, tapi aku yang tidak rela meninggalkanmu." Kembali memeluk erat tubuh istri kecilnya. Seolah bekerja dan meninggalkan Chilla adalah keputusan terberat baginya.
Dengan senang hati, gadis itu membalas pelukan sang suami, mengelus-elus punggung lebar Alva, hingga mereka menghabiskan waktu yang cukup lama.
Ck, drama apalagi ini? Gumam-gumam perjaka tua, yang sampai saat ini belum menikah.
Setelah merasa cukup puas. Alva melepaskan diri. Dengan senyum terpaksa, ia mengusak puncak kepala Chilla, dan memberikan kecupan manis di kening gadis berlesung pipi tersebut.
"Jaga Mommymu, kalau kau nakal, lihat saja! Kau akan berhadapan langsung denganku." Ucap Alva seraya mengelus perut Chilla. Seolah ia benar-benar sedang berbicara dengan anaknya.
Mendengar itu, ibu hamil itu hanya terkekeh, merasa lucu. Lalu mendorong tubuh sang suami untuk cepat-cepat pergi, karena Chilla menyadari, sang asisten sudah terlihat kesal setengah mati.
__ADS_1
***********
Di ruangan Alva, lelaki itu terlihat termenung di kursi kebesarannya. Sejak memutuskan untuk meninggalkan sang istri di rumah, entah kenapa Alva justru terlihat gelisah.
Benarkah efek jatuh cinta bisa separah ini?
"Tuan, apa ada yang anda butuhkan?" Tanya Juna, melihat gelagat sang Tuan, ia bisa menebak, bahwa ada beban pikiran yang tengah menghimpit lelaki tampan itu.
"Jun, duduklah." Pinta Alva dengan suaranya yang terdengar lemah.
Dengan patuh lelaki itu mengikuti perintah Alva, duduk di depan lelaki yang sebentar lagi menjadi ayah.
"Apa ada yang menggangu pikiranmu?" Tanya Juna, jujur kalau melihat Alva yang seperti ini, ia malah iba sendiri. Seolah sudah ada ikatan batin dengan sang Tuan, Juna pun tidak bisa bersikap baik-baik saja.
"Jun, aku sedang memikirkan Chilla." Keluhnya dengan kedua tangan yang bertumpu pada meja dan memegang kepala. Memijat-mijat dengan pelan, berharap rasa pening itu hilang.
"Apa yang anda pikirkan Tuan, kalian kan baru berpisah beberapa jam."
Juna menghela nafas panjang, menyiapkan jawaban terbaik untuk suami sekaligus calon ayah yang tengah diliputi kegalauan.
Bikinnya enak, udahannya pusingkan.
"Tuan, Mama saya pernah bilang, bahwa seorang ibu akan merasakan sakit yang luar biasa saat mereka melahirkan. Badan manusia yang hanya mampu menanggung rasa sakit hingga 45 Del. Tetapi selama bersalin seorang ibu akan mengalaminya hingga 57 Del, itu sama dengan rasa sakit akibat 20 tulang yang patah secara bersamaan. Tak hanya itu, beberapa kehamilan juga terkadang sedikit menyusahkan, dari mulai mual-mual, mengidam sampai mereka tidak bisa tidur dengan normal..."
"Tapi, Mama saya juga bilang, saat pecah tangis seorang bayi yang baru saja keluar dari rahim ibunya. Tangisannya itu justru membawa rasa bahagia. Seorang ibu akan menangis haru, merasa bangga karena bisa membawa malaikat kecilnya melihat keindahan dunia..."
"Jadi saya yakin, kalau Nona Chilla—"
"Jangan sebut nama istriku, Jun. Aku tidak suka laki-laki lain menyebut namanya, termasuk kau." Alva mengangkat kepala dengan air muka yang serius, tanda ia tidak main-main dengan ucapannya.
Masih saja!
__ADS_1
"Iya maksud saya istri anda, pasti dia bisa melewati semuanya." Ralat Juna, meyakinkan bahwa semuanya akan berjalan lancar, dan baik-baik saja. Meski waktu itu masih sangat lama.
Namun, bukannya lega, Alva justru semakin merana mendengar penjelasan Juna. Ia mengusap wajahnya frustasi. Membayangkan rasa sakit itu di terima oleh tubuh kecil sang istri.
Jika mengingat itu, rasa-rasanya tak sampai hati Alva menginginkan Chilla hamil.
"Bagaimana bisa, Jun? Kepala bayi keluar dari lubang sekecil itu?" Suara itu terdengar bergetar. Membayangkannya saja Alva sudah bergidik ngeri.
Juna melongo, lubang apa maksudnya?
"Ah, maaf. Kau belum tahu yah." Menelan kembali ucapannya, paham kalau Juna belum sampai tahap melakukan iya-iya dengan Nana. "Jadi aku harus bagaimana menurutmu?"
Juna menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kenapa ia jadi seperti seseorang yang sudah berpengalaman. Padahal membuatnya saja belum.
"Em, Tuan lebih baik tenang, Nona akan kuat jika ada anda di sampingnya. Jadi temani saja dia saat melahirkan nanti." Saran Juna, seorang lelaki yang bahkan belum menikah.
"Itu mah sudah pasti, Jun. Tanpa kau suruh pun aku akan terus ada di sampingnya, mana mungkin aku biarkan Chilla berjuang sendiri. Kau gila yah." Protes Alva dengan menggebu-gebu. Bahkan matanya langsung melotot marah, dengan tangan bertolak pinggang.
Lagi, kini giliran Juna yang mulai kesal. Memalingkan wajahnya dari tatapan Alva, seraya menelan salivanya dengan kasar.
Cih, tahu begitu tidak usah aku kasih saran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sambil nunggu yuk baca story' Dede othor yang lain.
Mau laki-laki yang super duper baik, sabar, pengertian, idaman para bunda-bunda, ada Mas Ardi di CINTA LELAKI BIASA
Mau laki-laki yang ngeselin, bikin darting, dan bikin pengen nimpuk bareng-bareng, ada Mas Hendri di KAU LUPA AKU RATUMU
Nah, kalau mau yang suka gigit, bikin gemes, ganteng tapi sayang dia sejenis makhluk astral, ada Tuan Kaisar di MY HUSBAND IS A VAMPIRE
__ADS_1
TERIMAKASIH, SALAM PERHALUAN DARI DEDE OTHOR 💃