Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Janji Nggak Nakal Lagi)


__ADS_3

Shaka sudah sukses memarkirkan Jordy di basemen apartemen. Beby turun dengan mata yang sudah terkantuk-kantuk. Melihat jam di pergelangan tangannya. Sudah hampir pukul 2 dini hari. Benar-benar hari yang melelahkan untuk Shaka.


Di saat dia lembur, dia juga harus menghadapi Beby yang pergi tanpa memberi kabar.


Hap!


Shaka menangkap tubuh istrinya yang hampir limbung, karena saking mengantuknya. Tak ada pilihan lain, Shaka langsung mengangkat tubuh mungil Beby untuk naik ke atas apartemen.


Selama perjalanan itu, Beby dan Shaka sama-sama bungkam. Bagaimana tidak? Beby malah sudah tidur dalam gendongan suaminya.


Di dalam lift, Shaka memandangi wajah Beby. Mata gadis itu sedikit sembab akibat menangis tadi. Shaka mengulum senyum, lalu mengecup salah satu pipi gadis itu. "Capek yah istri Abang?" tanyanya, tetapi tak mendapat tanggapan apapun dari Beby.


Hingga lift itu terbuka. Dan Shaka masuk ke dalam apartemennya. Dia segera merebahkan tubuh Beby di atas ranjang. Sebelum dia membenahi diri, Shaka lebih dulu melepaskan tas dan sepatu gadis itu.


Tak lupa juga dia membuka pengait braa. Agar Beby tidur nyaman seperti biasa. Namun, sedikit merasa tak rela, jika hanya sekedar membuka penutupnya saja.


Tangan Shaka merayap ke depan. Dan sedikit memberi remassan di bulatan kecil itu. Hingga membuat si empunya melenguh dan samar-samar membuka mata.


Melihat itu, Shaka langsung menarik tangannya. Tetapi tidak berhasil, karena dengan gerakan cepat pula, Beby menahannya.


Gadis itu membuka mata, menatap Shaka dengan netra sayu yang benar-benar sudah sangat mengantuk. Tetapi entah apa yang tengah merasukinya. "Abang mau?" Tanyanya membuat Shaka melebarkan kelopak matanya.


"Mau apa, By?" tanya Shaka tidak paham.


"Mau apem kukus sama jambu."


Shaka menelan ludahnya. Tidak dipungkiri, dia mau-mau saja, meski tubuhnya sedikit merasa lelah. Tapi bagaimana dengan istrinya? Beby bahkan sudah terkantuk-kantuk.

__ADS_1


Tidak biasanya gadis itu bersikap seperti ini. Sudah mengantuk tetapi masih ingin melayani.


"Kamu udah ngantuk, By. Abang takut kamu kecapean," jawab Shaka, hendak menarik kembali tangannya, tetapi Beby tetap menahannya. Agar tangan itu senantiasa berada di jambu kristalnya.


"Beby tanya Abang mau apa nggak?" Ulang gadis itu, membuat Shaka semakin serba salah. Hingga akhirnya dia menghela nafas dan mengangguk.


Beby segera menarik lengan Shaka, agar lelaki itu jatuh menindih tubuhnya. Berhasil, secepat itu pula Beby membalikkan keadaan, dia naik ke perut Shaka.


Membuat mata Shaka melebar sempurna.


"Maafin, Beby ya, Bang. Janji abis ini Beby nggak nakal. Beby nakalnya sama Abang doang."


Belum sempat Shaka menjawab. Sejurus kemudian, bibirnya sudah dirampas oleh sang istri. Bergerak di atas tubuh Shaka, Beby sama sekali tidak malu lagi.


Shaka sedikit mengulum senyum. Dan dia mulai menikmati pagutannya dengan Beby. Tangannya melingkar di pinggul gadis itu, dan masuk ke dalam kaos untuk mengusap dan meremass apa yang ada di sana.


Seketika api gairah itu mulai tersulut. Tyrex mulai keluar dari persembunyiannya. Siap-siap untuk melahap apem kukus kesukaannya.


Dada bidang Shaka sudah terekspos, dan bibir itu turun untuk mencecapnya. Merayap dari leher lelaki itu, hingga bermuara di dada, menyesap hingga menimbulkan bekas kemerahan yang tak seberapa.


"Ahhh, By...." Shaka merasa termanjakan. Kedua tangannya berganti meremass bokong Beby.


Tak sampai di sana, kenikmatan kembali mengambil alih kesadaran Shaka. Saat gadisnya turun ke bawah sana, membuka sabuk pinggang suaminya dan mengeluarkan Tyrex kesukaannya.


Shaka tidak pernah berpikir bahwa Beby akan seberani ini, tetapi detik selanjutnya Shaka mengerang. "Ahhh, By.... Sayang."


Pusaka kesayangannya termanjakan oleh permainan lidah Beby yang menjilatinya. Seperti sebuah es krim, dengan penuh penghayatan Beby menjilat bahkan memasukkannya ke dalam mulut.

__ADS_1


"By....." Shaka mencengkram sprei, dia benar-benar dibuat gila oleh gadis belia ini. Hingga dia benar-benar merasa tak sanggup lagi. Shaka bangkit, dan melihat Beby yang menggigit bibir bawahnya.


Tanpa ba bi bu. Shaka langsung menyerang balik tubuh itu. Melucuti semua yang melekat di tubuh Beby, dan segera membuat penyatuan.


"Ah, Abang, sesak..." Rancau gadis itu saat Tyrex sudah memenuhi liangnya. Dia merasakan penuh, dan sedikit merasa tersentak saat Shaka mulai bergerak.


Shaka menghentak pelan. Hingga lama-kelamaan menjadi berubah cepat. Menghujam apem kukus Beby yang selalu terasa menggairahkan.


"Ssshhh, Abang."


"Abang mencintaimu, By." Ungkap Shaka, sambil menggoyangkan pinggulnya, hingga membuat Beby tak mampu menjawab, mulutnya terus dibuat menganga dengan rasa yang Shaka berikan.


Lelehan kenikmatan itu mulai mendera. Bersama desaah yang terdengar bersahutan. Hingga tak berapa lama kemudian, Shaka berhasil menyemburkan bibit Tyrex ke dalam apem kukus milik Beby.


Keduanya menjerit. Sengatan itu langsung membuat mereka lemas setelah menegang karena ledakan dahsyat yang mereka terima.


"By, juga cinta sama Abang."


*


*


*


Hiya hiya🤪🤪🤪


Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2