Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
Tetangga baru


__ADS_3

Happy reading guys❤️❤️❤️ Jangan lupa untuk senantiasa like, komen yah biar Dede othor semangat lanjutin ceritanya 🤗🤗🤗


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah lewat beberapa Minggu, semua orang dengan kehidupan mereka masing-masing, bekerja, belajar atau hanya sekedar rebahan sambil baca novel kesayangan, seperti kita sekarang.


Hari ini, Daniel berencana untuk datang ke apartemen sang partner, yang sudah cukup lama tidak di cicipi kelegitannya. Disamping sibuk bekerja, ia pun sibuk dengan para wanita-wanita simpanannya.


Langkah tegap itu membawanya menapaki lantai demi lantai, sama seperti sebelumnya, Yola masih saja waspada kalau dirinya masih diikuti, maka dari itu, Daniel datang saat Yola pergi.


Lelaki itu hampir saja sampai didepan kamar Yola yang berada di ujung, namun langkahnya terhenti, begitu seseorang menyapa, ia memutar badan, melihat ke arah belakang.


Sosok lelaki dengan pakaian rapih, tersenyum ke arahnya.


"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Balas Daniel, dilihat dari sisi manapun, orang yang ada di hadapannya ini terlihat begitu asing.


Baru kali ini Daniel melihatnya, berada di kawasan apartemen Yola.


"Ah, tidak Tuan. Aku hanya ingin bilang kalau Nona yang tinggal di sebelah saya ini, baru saja pergi," ucap lelaki tersebut memberitahu, ia memang melihat kalau tetangga barunya itu, pergi dari apartemen ini dengan langkah buru-buru.


"Oh iya, aku sudah tahu. Dia menelponku tadi untuk membeli makanan sebentar," jelas Daniel bohong.


Lelaki tersebut terlihat manggut-manggut, "Kenalkan, aku Roni, orang yang baru pindah kemarin. Dan akan menjadi tetangga Nona Yola." Ia mengulurkan tangannya dan langsung dijabat oleh Daniel.


"Daniel,"


"Kau pacarnya?" Tanya lelaki tersebut, namun Daniel terlihat bergeming. Ia tidak boleh bicara secara sembarangan. Terlebih pada orang yang baru saja ia kenal.


Hingga beberapa saat, suasana awkward tercipta diantara keduanya.


"Ah maaf Tuan, mungkin aku terlalu lancang, aku hanya ingin mengenal tetangga baruku saja,"


"Tidak apa-apa Tuan Roni, lagi pula aku hanya temannya,"


"Panggil saja Roni supaya akrab, dan aku akan memanggilmu Daniel,"


"Baiklah Ron, aku masuk dulu," pamit Daniel.


Roni hanya mengangguk seraya mengulas senyum untuk menanggapi, tanpa apapun lagi Daniel bergegas masuk kedalam apartemen Yolanda.

__ADS_1


Ia langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa, setelah menyalakan sebatang rokok untuk ia hisap sambil menunggu kekasihnya.


Hingga tak berapa lama kemudian, wanita dengan tubuh semampai itu datang dengan membawa beberapa bungkusan. Yang pastinya akan ia habiskan untuk bersenang-senang.


Melihat kekasihnya terkapar dengan mata yang terpejam. Dengan tidak sabar ia naik keatas perut Daniel yang ternyata terlelap diatas sofa.


"How are you My Daniel?" Pekik Yola setelah mengecup seluruh wajah kekasihnya itu. Wajah yang ditumbuhi bulu-bulu halus, menggelitik bagi siapa saja yang menciumnya.


Pergerakan itu membuat Daniel mengerjap menyesuaikan cahaya, saat melihat Yola sudah duduk sempurna diatas tubuhnya, Daniel tersenyum sumringah.


"Kau sudah kembali baby?" Daniel bangkit, tetapi tidak merubah posisi keduanya. Ia tetap memangku Yola yang berat badannya tidak seberapa.


"Humm... Seperti yang kau lihat, aku tidak bisa berlama-lama jauh darimu," balas Yola, menggantungkan tangannya di leher Daniel. Merekat bagai perangko yang tak bisa lepas dari tempatnya.


Lelaki perkasa itu terkekeh. Membuat Yola memanyunkan bibirnya.


"Kau tahu? Aku yang tak bisa jauh lebih lama darimu," Daniel meraup benda kenyal yang merah merekah itu. Melumaat tanpa kelembutan, namun terasa lebih menantang.


Sebagai jiwa yang tengah menggebu-gebu dalam *****, Yola membalas setiap apa yang Daniel lakukan padanya. Karena dari lelaki ini, ia banyak belajar, bagaimana caranya menyenangkan pasangan. Dari mulai pemanasan hingga pelepasan itu datang.


"Niel, aku sangat merindukanmu," ucap Yola dengan tatapannya yang mengunci, ia memandang wajah Daniel yang terlihat tampan kebule-bulean. Nafas keduanya memburu, beradu dengan waktu.


"Baby, sebelumnya aku mau tanya, siapa lelaki yang baru pindah di sebelahmu?" Ujar Daniel tiba-tiba.


Dahi Yola mengkerut, mencoba mengingat.


"Oh, dia tetangga baruku, namanya Roni, memangnya ada apa?" balas Yola apa adanya.


Kemarin, lelaki itu baru saja pindah ke apartemennya yang tiba-tiba saja kosong, menyapa tanpa sengaja, saat ia keluar dan mengajaknya berkenalan. Bahkan lelaki yang bernama Roni itu, mengenalkan kekasihnya.


"Apa dia berkeluarga?" Tanya Daniel lagi, entah kenapa ia merasa kurang nyaman akan kehadiran Roni, lelaki yang tinggal bersebelahan dengan sang kekasih.


"Tidak, tapi dia mengenalkan kekasihnya padaku, kau tenang saja. Aku tidak mungkin berpaling darimu," balas Yola dengan terkekeh, menjawab kerisauan Daniel yang nampak jelas.


Mendengar itu, Daniel merasa lega.


"Oh baiklah, bisakah kita bermain sekarang?" Tanya Daniel dengan senyum menggoda, tangannya sudah menelusup dibalik dress yang Yola kenakan, tepat di dua bulatan.


Yola yang sudah haus akan belaian kekasihnya langsung mengangguk antusias dan kembali mengecup bibir Daniel sekilas.

__ADS_1


Tanpa ba bi bu lagi, Daniel menyerang, merampas bibir seksi itu dengan kasar. Bukannya mengeluh, Yola justru semakin senang, ia suka Daniel yang seperti ini, baginya permainan Daniel tidak ada duanya.


Buktinya belum apa-apa kini ia sudah merasa basah. Daniel memang begitu tahu apa yang diinginkannya.


Dua pucuk telah habis di lahapnya, kini lelaki itu turun hingga ke perut Yola yang terlihat rata, melumasi setiap inchi tubuh Yola dengan ludah, hingga pinggul polos itu meliuk-liuk.


"Niel, sekarang!" pinta Yola, ingin segera merasakan benda tumpul itu menghujam miliknya yang sudah berkedut tak menentu.


"No, baby," tolak lelaki itu.


Daniel masih ingin pemanasan, kepalanya menghilang dari hadapan Yola. Dan sebagai gantinya, wanita itu menjerit nikmat kala lidah tak bertulang itu memasuki liang miliknya.


Bergerak lincah, memutar dengan syahdunya. Membuat semua urat syarafnya bergetar hebat.


"Oh Niel, please. Come on," pekik Yola sudah tak tahan. Daniel tersenyum menyeringai, tanpa ba bi bu lagi, ia segera menyatukan diri.


Menyentak dengan kuat, tubuh seksi dibawahnya. Yola mendesaah hebat, tangannya terus meremat pinggiran sofa dengan nafas yang tersengal-sengal.


Tanpa ampun, Daniel terus menguasai tubuh Yola dengan permainannya.


Dengan tiba-tiba Daniel mencabut diri, membalik tubuh Yola dan kembali menusuknya dari arah belakang.


Wanita muda itu kembali meraung keras, bukti bahwa kenikmatan yang Daniel berikan tidak habis-habis.


"Oh Niel, kau yang terhebat," puji Yola ditengah lenguhannya yang menggema.


"Kau suka baby?" Tanya Daniel terus melakukan pergerakan, tangannya tak tinggal diam, meremas gundukan didepannya, yang terombang-ambing mengikuti irama.


"I like it," hanya kata itu yang mampu Yola ucapkan, karena detik selanjutnya, ia mendesaah panjang, saat Daniel berhasil membawanya ke surga dunia yang kerap di capainya.


Tubuh Yola ambruk dengan posisi tengkurap diatas sofa, sedangkan Daniel masih kokoh seakan permainan tadi bukanlah apa-apa.


"A few more times baby," ucap Daniel seraya mengajak Yola untuk berdiri.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2