Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Akhirnya)


__ADS_3

Beby masih senantiasa menunggu reaksi Shaka. Sementara lelaki itu masih memalingkan wajahnya agar tidak menatap gadis itu, sebenarnya apa yang sedang direncanakan oleh Beby hingga dia dengan berani melakukan itu semua.


Shaka bertarung dengan nalurinya. Otaknya mengajak untuk waras, sementara Tyrexnya terus meronta-ronta, meminta lepas dari kandangnya, dan ingin segera memakan apem kukus yang sepertinya sangat legit itu.


Dia pria normal, dia tidak akan mungkin dapat menahannya lebih lama lagi, jika Beby sendiri yang menghidangkan apem kukus dan jambu kristal tersebut.


Hingga akhirnya, iman Shaka goyah. Dia dengan cepat, menggiring tubuh itu ke arah lemari pakaian yang ada di dekatnya, mengunci tubuh Beby dengan ciuman dan himpitan.


Netra Beby membola, karena merasa sangat terkejut. Desiran dalam darahnya kembali mengalir, menggeleyar aneh hingga sampai di titik, inti tubuhnya.


Ada yang berkedut di bawah sana, saat Shaka menyesap bibirnya tanpa ampun. Bahkan membuat nafasnya tak bisa diatur. Dia ingin menolak, tetapi rasa penasaran kembali menyapanya.


Ini semua belum seberapa, kemarin saja Shaka bisa menciumnya, tetapi lelaki itu justru menghentikan semuanya begitu dia hampir melayang di atas awan.


Gue harus mastiin dia sampe akhir, kalo dia emang bener-bener cowok tulen.


Jangan salahkan Shaka, jika kini tangannya dengan tidak sopan merayap dibalik tubuh Beby. Mengusap paha mulus itu dengan gerakan naik turun, hingga Beby mengangkat kakinya, dan melingkar pada tubuh Shaka.


Pertautan itu terlepas sejenak. Dua-duanya mengambil oksigen sebanyak-banyaknya. Shaka yang sudah mulai menggila mengusap wajah Beby yang terlihat memerah, dia menyibak surai hitam gadis itu dan menggigit leher Beby dengan gemas.


Beby merintih nikmat, dia mengalungkan tangannya di leher kekar Shaka, membuat kedua tubuh itu semakin merapat. Di bawah sana, Beby bisa merasakan senjata laras panjang suaminya mulai membengkak.


Apa Tyrexnya bangun?

__ADS_1


Beby hanya bergumam dalam hati, sementara serangan Shaka pada tubuhnya tak main-main, dia meremat bahu kokoh Shaka, karena kini lidah lelaki itu tengah membasahi daun telinganya. Dan pada saat Beby mendesaah keras, Shaka mengangkat tubuhnya.


"Kamu siap bertemu Tyrex?" bisik Shaka, saat dia melangkah membawa tubuh Beby menuju ranjang peraduan. Di mana benda berbentuk kotak itu akan menjadi saksi, antara jiwa yang berpeluh keringat asmara yang membara.


Beby menelan ludahnya kasar, benarkah sebenarnya Shaka normal, akan begitu sial jika hal itu memang benar.


Dia salah memancing ikan, harusnya ikan kecil yang dia dapat, tetapi ikan hiu yang justru memakan umpannya.


Shaka yang sudah berkabut hebat, membanting tubuh Beby di atas ranjang, dan dengan cepat dia mengungkung tubuh mungil itu, menjadikan Beby terkunci di antara lengan kokohnya.


Setengah tubuhnya menindih tubuh Beby, dan netra keduanya bertemu. Shaka dengan tatapan sayu yang begitu mendamba, sementara Beby yang cemas dengan sesuatu yang akan terjadi selanjutnya.


Beby hanya mampu bergeming saat Shaka kembali mencumbunya, membuat dia meleleh dengan memejamkan matanya yang indah. Wajah gadis itu tak berhenti memerah, dengan rona yang begitu memabukkan di mata Shaka.


Mata Beby seketika terbuka, dan dia bisa melihat Shaka yang kini tengah membuka kaos rumahannya. Dada bidang yang kokoh itu tampak menggiurkan bagi mereka yang tak lagi berada di bumi.


Shaka membuang kaosnya begitu saja, dia menunduk mengikuti birahinya yang sudah terpancing untuk membuka penyanggah yang menutupi kedua dada istrinya.


Dia lempar dengan kasar, dan detik selanjutnya suara jeritan geleyar kenikmatan lolos dari bibir Beby. Pucuk jambu kristal yang tengah menegang itu Shaka gigit dengan gemas, dihisapnya bergantian hingga membuat dia meloloskan secarik kain yang melekat di tubuhnya.


Glek!


Dengan jelas Beby bisa melihat Tyrex yang sempat lelaki itu kenalkan tengah berdiri tegak menantang. Siap mengoyak batas surga dunianya, dan menjadikan dia seorang istri seutuhnya.

__ADS_1


Gila, lebih gede dari pisang tanduk ini mah.


Beby terus bergumam. Dia ingin kabur sekarang juga karena merasa ngeri sendiri dengan ukuran yang Shaka punya. Namun, sepertinya dia tidak akan bisa lolos lagi kali ini.


Shaka tersenyum kecil, lalu mendekatkan wajahnya ke arah Beby, hingga tubuh mereka sedikit menempel, dapat Beby rasakan Tyrex menyentuh pangkal pahanya.


Dan detik selanjutnya, Shaka membisikkan sesuatu padanya. "Udah ya kenalannya, yang penting apem kukus udah tahu, ukuran Tyrex segede apa."


Jiahhhh!!!!


*


*


*


Nungguin yah🤣🤣🤣


Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣


Abang Shakaku Tyrexnya dijaga yah😘


__ADS_1


__ADS_2