Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Kesialan Gattan)


__ADS_3

"Aw! Ampun, Kak, sakit!" jerit Gattan, saat merasakan tarikan di telinganya begitu kuat.


Dia kabur dari amukan sang kakak. Namun, nahas dia harus tertangkap saat di ambang pintu dapur, dia yang hendak menghampiri Chilla, kini justru mendapat jeweran dari Shaka.


"Makanya jadi adik jangan kurang ajar!" cetus Shaka sambil memegangi hidungnya yang masih mengeluarkan sedikit darah.


"Iya ampun, lepasin, Kak. Sakit tahu," keluh Gattan dengan rengekan yang semakin keras, dan saat itu pula jeweran di telinganya semakin terasa.


Melihat itu, Chilla buru-buru menghampiri kedua putranya. Yang satu masih aduh-aduhan, yang satu justru terlihat mengenaskan, karena darah yang keluar dari hidung Shaka kocar-kacir jatuh ke atas lantai.


"Astaga, Shaka. Kamu kenapa, Kak?" tanya Chilla dengan raut wajahnya yang cemas, dia buru-buru menyambar tisu yang ada di meja makan, lalu menyeka hidung Shaka.


"Ini semua gara-gara dia, dasar adik durhaka, aku kutuk nanti kamu, biar ditelan batu!" cetus Shaka masih belum mau melepaskan Gattan, padahal telinga pemuda itu sudah memerah.


"Duh jangan dong, kan gue belum kawin, Kak, gue belum ngerasain apa itu enak-enak," timpal Gattan dengan wajah yang memelas, sudah dalam keadaan seperti ini, pemuda itu justru masih bisa bercanda.


Mata Shaka dan Chilla kompak melotot, dan Shaka menambah tekanan pada telinga adiknya. Hingga Gattan kembali mengaduh.


"Ampun, Kak. Iya-iya gue minta maaf, ya ampun nasib gue sial bener dah ah. Padahal gue salah apa coba? Kan gue cuma hoby main semangka, kagak sampe nyelup lobangnya," gerutu Gattan yang merasa sial dengan hidupnya.


"Bicara apa kamu, Gattan!" ketus Shaka, mendengar ocehan adiknya yang ke mana-mana.

__ADS_1


"Gue nggak ngomong apa-apa, sumpah!" Gattan mengangkat kedua jarinya, kalau Shaka sudah seperti ini, itu artinya sang kakak benar-benar marah padanya.


"Awas kamu kalau sampai mengajak Beby pergi ke balapan lagi, telinga kamu bakal putus, dan jatah jajanmu akan Kakak potong! Oh tidak hanya itu, motor kamu juga Kakak sita, Kakak bakar sekalian!" tegas Shaka, agar sang adik mau mendengarkan nasihatnya.


Kalau tidak begitu, Gattan akan terus-menerus dengan tingkahnya yang amburadul. Padahal pemuda ini hampir lulus SMA. Kapan akan berubah kalau seperti ini terus, kabur-kaburan dari orang rumah. Bahkan membohongi orang tua.


"Iya, Kak, iya. Tapi lepasin dulu kuping gue, yailah sakit tahu nggak!" keluhnya dengan wajah yang sudah tidak bisa dikondisikan.


Melihat Gattan yang sudah menyerah, dan dengan rasa kasihannya, Chilla meminta Shaka untuk melepaskan telinga anak ketiganya itu. "Sudah, Kak. Lepasin dulu Gattan, kita bicarakan baik-baik." Ujar Chilla sambil mengusap bahu putra sulungnya.


Shaka menghela nafas kasar, dia pun akhirnya melepaskan jewerannya di telinga Gattan.


"Nah gitu dong. Telinga gue bener-bener mau putus ini, entar nggak ganteng lagi," ucap Gattan sambil mengusap-usap telinganya yang terasa panas.


Bahu Gattan merosot. "Mommy, Kakak pergi cuma sebentar, itupun liat doang, Kakak nggak ikut balapan." Rengeknya pada sang ibu. Bisa kacau kalau uang jajannya berkurang, dia tidak bisa mengajak jalan pacarnya dan absen memakan semangka.


Sementara Shaka hanya menyunggingkan senyum sinis, lalu duduk di kursi meja makan.


"Tetap saja, kamu kabur dari rumah! Kalau Kakak kamu tidak lihat, kamu mungkin tidak pulang semalam!" cetus Chilla tak ingin luluh dengan wajah imut Gattan yang dibuat begitu menggemaskan.


Kekuatan sang playboy kalau sedang membujuk ibunya.

__ADS_1


"Mommy tidak akan luluh dengan wajahmu itu, Gattan! Sekarang cepat siap-siap, kamu harus sekolah." Chilla menarik lengan Gattan agar segera naik ke kamarnya, tetapi Gattan justru menahan tangan Chilla.


"Mommy, jangan begitu dong. Kakak kan udah minta maaf. Janji nggak gitu lagi," ucap Gattan masih berusaha keras mengembalikan uang jajannya.


Chilla mendengus kasar. "Tidak ada_"


"Ada apa ini, Mom? Kenapa ribut pagi-pagi?" Tiba-tiba Alva menyambar, dia yang sudah rapih cepat-cepat turun dari tangga menuju dapur, karena mendengar keributan di bawah sana.


"Ini, Dad. Mommy ngurangin uang jajan Kakak," adu Gattan pada sang ayah, wajahnya dibuat semelas mungkin, agar Alva percaya padanya.


"Oh, Daddy kira ada apa. Ya sudah nanti Daddy kasih dua kali lipat," ucap Alva yang belum tahu asal-usul kenapa Chilla melakukan itu semua.


Mendengar itu, wajah Gattan langsung berubah sumringah. Sementara Chilla langsung menghunuskan tatapan tajam ke arah suaminya.


"DADDY!!!" teriak Chilla marah.


*


*


*

__ADS_1


Hai hai ngothor balik lagi, ada yang kangen, ada? Ada? Ada? 🙃🙃🙃


__ADS_2