Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Takut)


__ADS_3

Kepala Beby terasa berdenyut, memikirkan kehidupannya bersama Shaka, hidup dalam satu apartemen, satu kamar, ah tidak mungkin tidak akan terjadi apapun.


Walaupun Shaka sudah pernah mengatakan bahwa dia akan melakukannya setelah Beby siap. Tapi masalahnya sekarang adalah pada Beby, gadis itu jadi sering berhalusinasi tentang Tyrex.


Rasa penasarannya semakin menggunung, karena dengan memikirkannya saja mampu membuat benda di bawah tubuhnya berkedut tidak menentu.


"Gimana ini, Yos?" tanya Beby pada sang sahabat dengan raut wajah sendu dan kebingungan.


"Ya gimana, Beb? Lu bilang aja lu belum siap kalau seandainya dia minta itu," saran Yosi, alasan yang paling klise menurutnya.


Mendengar itu, Beby semakin cemberut. "Dia udah pernah bilang gitu, Yos. Katanya kapanpun gue siap, baru dia bakal jadiin gue istri yang sempurna. Apa itu artinya Tyrex dia bakal makan apem kukus gue yang masih angetan ini?"


Yosi menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"Tyrex apa sih, Beb? Dari tadi Tyrex-tyrex terus?" tanya Yosi, dia bingung sendiri dengan ocehan Beby.


Beby menghela nafas panjang. "Tyrex itu nama pisang tanduknya dia, Yos. Asal lu tahu, gedenya ngalahin pisang tanduk malahan."


Glek!


Yosi sampai menelan ludah membayangkannya. "Punya Gattan gede juga dong yah kalo gitu."


"Dih mana gue tahu, tanya aja sana sama playboy satu itu. Lagian jangan mau lu sama dia, bibirnya dah bekas cipokk si Ayu tadi pagi," cetus Beby.


Mengingat kejadian tadi pagi, saat dia baru saja naik. Dan mendapati Gattan tengah berciuman dengan teman sekelasnya.


"Salah itu, Beb." ralat Yosi.


"Salah gimana? Gue liat sendiri, di atep sekolah si Gattan lagi cipokkan sama si Ayu, udah gitu tangannya ke mana-mana."

__ADS_1


"Lu salah, soalnya sebelum sama Ayu sama gue dulu," ujar Yosi jujur, lalu menggigit bibir bawahnya.


Sementara gadis yang duduk di sampingnya langsung mendelik. "Anjirrr demi apa lu, Yos? Lu udah pernah kiss-kiss sama Gattan?"


Yosi mengangguk dengan wajah yang merona.


"Terus? Lu nggak dikasih tahu pisang tanduknya 'kan?" tanya Beby memastikan.


"Ya kagaklah bege, dia sama gue masih waras. Ya kali kalo mau itu si Gattan juga mikir-mikir!"


"Parah tuh bocah. Lu juga, tahu-tahuan dari mana lagi begitu. Main di mana lu?"


"Berisik, Beb. Namanya khilaf yang nikmat." ceplos Yosi, mengingat ciuman pertamanya bersama Gattan.


"Heh, lu cewek-cewek pada bahasnya begituan mulu," timpal Ale yang sedari tadi mendengar pembahasan nyeleneh kedua sahabatnya.


Sementara dia dan Bambang sudah bermain game di ponsel mereka masing-masing.


"Iya diem-diem, tahu-tahu ada yang minta tanggung jawab aja, hiiii... Otak lu bedua," cetus Beby.


"Yeh, kita mah mainnya rapih, Beb. Jadi nggak ada tuh cebong-cebong berkeliaran." jawab Bambang sementara pandangannya fokus pada layar menyala di tangannya.


"Hah, udah-udah sekarang gimana ini? Dari pada lu semua ngoceh nggak jelas, mending cariin gue solusi." Ujar Beby, benar-benar sudah sangat frustasi.


"Ya lu maunya gimana?" tanya Ale, sambil menyedot teh ori yang dia bawa.


"Gue takut, tapi penasaran," balas Beby apa adanya.


"Takut apa?"

__ADS_1


Beby menatap Yosi. "Gue takut hamil, Yos. Kan gue masih sekolah."


Dan jawaban itu membuat Bambang dan Ale menghela nafas kasar.


"Yaelah jaman udah canggih kali Beb, pengaman banyak bertebaran di alpamerit, indomerit, kenapa pusing-pusing sih. Lagian udah sah. Kasian lu anak orang, udah pengen nganu lu nya kagak ngasih." timpal Ale dengan geleng-geleng kepala.


"Tapi masalah terbesarnya yaitu, gue nggak mau khianati Mas Tae gue alias Daddy Alva, Yos, Le, Bam. Gue sayang banget sama dia." Beby menjambak rambutnya, kesal sendiri.


"Ya Tuhan..." kompak mereka semua.


"Gue rasa sih emang masalahnya ada di lu, otak lu konslet, bener-bener dah nggak bisa dibenerin, kudu diganti sama otak udang." cetus Ale, yang sudah tak dapat berpikir waras.


"Parah banget si, Le." Beby mencebikkan bibirnya. Tidak terima dikatai seperti itu oleh sahabatnya.


"Ya sekarang gini aja, emang Mas Tae-Tae lu itu tahu lu suka sama dia? Dijamin nggak dia bakal bales perasaan lu? Nggak kan? Yaudah si sekarang mah terima yang ada aja..."


"Gue jamin, rasa pisang tanduknya sama. Apa perlu lu nyoba punya gue dulu, terus lu bedain sama punya Bang Shaka? Ya paling beda ukuran aja karena gue masih SMA."


Plak!


"Aleeeee!"


*


*


*


Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣

__ADS_1


Kasih aku semangat, biar Tyrex dan apem kukus segera bertemu 🔥🤣


__ADS_2