Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Otak Usil)


__ADS_3

Gattan pulang ke rumah setelah dia pergi ke mall dan mengantarkan sang pacar. Namanya Metta, entah pacar yang ke berapa untuk pemuda itu.


Metta turun motor Gattan yang menurunkannya di depan gang. Kebiasaan buaya darat kalau menurunkan para gebetannya.


"Ay, aku pulang yah," ucap gadis itu sambil menyerahkan helm pada Gattan.


Gadis dengan kulit hitam manis itu tersenyum pada kekasih barunya. Gattan menerima uluran itu, dan segera menangkap pergelangan tangan Metta, saat gadis itu akan berlalu dari sana.


"Kenapa, Ay?" tanyanya dengan kening mengernyit sambil menatap wajah Gattan dan tangannya yang dicekal pemuda itu. Bergantian.


"Cium dulu dong, Yang. Maen pergi-pergi aja," jawab Gattan dengan bibir mencebik.


"Tapi ini jalanan, Ay. Nanti kalo ada orang lewat gimana?"


"Dikit doang, Yang. Nggak bakal kayak tadi," Gattan tengah memakai jurusnya untuk melumpuhkan gadis di depannya agar melakukan apa yang dia mau.


Darah mesum Alva sepertinya menurun 100 persen pada putra ketiganya. Hingga tanpa tahu malu meminta itu di depan umum.


"Nggak mau? Ya udah, gue pulang," timpal Gattan lagi, melihat Metta yang hanya bergeming di tempatnya.


Jurus ngambek adalah jurus pamungkasnya.


"Iya iya aku mau Ay, jangan marah gitu dong." Metta menahan lengan Gattan, lalu mendekatkan wajahnya ke arah pipi, untuk mencium pemuda tampan itu.


Namun, bukan pipi Gattan yang dia dapat, melainkan benda kenyal yang sudah menyesapnya tadi saat mereka menonton film di bioskop.


Metta mendelik, sementara Gattan menahan tengkuk gadis itu. Dia melumaatnya dengan rakus, menyesap tak habis-habis sebelum akhirnya melepaskan Metta.


Gattan mengelap sisa-sisa ciuman mereka di bibir Metta, perlakuan manis itu membuat Metta merasa begitu dicintai, dia tidak tahu saja kalau bibir Gattan sudah tidak suci lagi.


"Makasih ya, Yang. Aku pulang," ucap Gattan setelah ritualnya selesai. Tangan nakalnya juga menyempatkan diri untuk meremass salah satu gundukan dibalik kemeja sekolah gadis itu.


Gadis itu tersentak, tetapi melihat Gattan yang mengulum senyum, dia pun ikut tersenyum pula. Lalu dia membiarkan Gattan pulang dengan motor besarnya.

__ADS_1


"Hati-hati, Ayang," ucap Metta sambil melambaikan tangan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gattan sampai di rumahnya, dia langsung ke kamar untuk membersihkan diri, lalu makan siang.


Setelah itu, dia bersantai di ruang tv bersama Gabino dengan satu stik PlayStation di kedua tangannya.


Dia dengan Bino asyik bermain game di layar besar yang berada tepat di depan mereka. Sementara Loly, sang adik bungsu tiba-tiba datang dengan wajah penuh lipstik merah.


"Heh bocil, muka lu kenapa?" tanya Gattan dengan wajah melongo.


Ditanya seperti itu, bukannya menjawab Loly malah terkekeh, dan rebahan di sofa sambil terus mengaca.


"Dih nih bocah kesurupan gue rasa, lu pake apaan Loly? Muka dah kek anak tuyul begitu?" timpal Gabino yang tak kalah heran dengan tingkah adik bungsunya.


"Loly lagi maskeran, Kak. Cantik nggak?" ujarnya dengan pede.


"Lu maskeran apa itu? Nyolong punya Mommy lu yah?" tanya Gattan.


Fokus mereka jadi teralihkan, gara-gara si Loly similikiti ihi ihi yang datang dengan tingkah yang tidak karuan.


"Iya, kata Mommy biar cantik pake ini." Loly menunjukkan lipstik merah yang sedari tadi dia sembunyikan di belakang tubuhnya.


Gabino dan Gattan saling pandang, tiba-tiba senyum mereka mengembang. Otak keduanya kompak memikirkan sebuah ide untuk mengerjai adik bungsu mereka.


"Loly sini deh," Gattan melambai meminta Loly untuk mendekat.


Patuh, gadis cilik dengan wajah berantakan itu duduk di lantai bersama kedua kakaknya. Setelah itu, Gabino bangkit untuk mengambil sesuatu di dalam kamarnya.


"Lu mau cantik? Mau Kakak dandanin nggak?" tanya Gattan dengan otak usilnya.


Namun, Loly yang kelewat polos justru bergerak kegirangan. "Mau, mau, mau." balasnya.

__ADS_1


Membuat Gattan menyeringai, sudah membayangkan yang bukan-bukan.


Hingga tak berapa lama kemudian, Gabino kembali, dan kedua remaja itu kompak mendadani Loly, sambil sesekali tergelak kencang.


Membuat Chilla yang tengah tidur siang merasa terusik, dia bangun dan turun ke bawah, menghampiri ketiga anaknya.


"Lagi apa sih, Kak? Seru banget kayaknya?" tanya Chilla sambil mengucek mata untuk mengusir kantuknya.


"Hehe enggak, Mom," Gattan ngeles sambil melirik Gabino yang melipat bibirnya ke dalam.


Dan tiba-tiba saat Loly berbalik.



Chilla mendelik dan reflek menjerit. "YA AMPUN, BINO, GATTAN! ADIK KALIAN DIAPAIN???"


"KABUR!!!" Kompak Gabino dan Gattan berlari sambil tergelak kencang.


*


*


*


Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣


Maap garing 🙈🙈🙈


Rese ya Bang Bino sama Kak Gattan 🤣🤣


Kalo mau tahu gimana gesreknya mereka, jangan lupa baca CEWEK BAR-BAR


lopyuuu muahhhh 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2