Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Aku Nggak Gila)


__ADS_3

"Aku nggak mau!!!" Kalimat itu terlontar dengan sangat lantang saat Juna mengangguk, membenarkan bahwa Shaka yang dimaksud di sini adalah Arshaka Dastan Antarakna, putra sulung Alva.


"Kenapa, Sayang? Shaka itu lelaki yang baik, tampan dan mapan, bahkan nyaris sempurna," tanya Nana, dia membeberkan semua apa yang Shaka miliki, bukankah sudah cukup untuk menjadi sosok suami idaman.


Tapi anehnya Beby justru menolak keras, sebenarnya seperti apa tipe lelaki pujaan putri sulungnya ini.


"Terus kenapa dia mau dijodohin sama anak ingusan kaya aku? Harusnya cari yang sepadan dong," cetus Beby, tak habis pikir dengan pola pikir lelaki itu.


Tidak ingat umur apa, bahkan usia mereka berjarak 10 tahun. Apa dia tidak berpikir ke sana?


"Beby, cinta itu tidak bisa diukur oleh usia, buktinya Mami sama Papi selisih 9 tahun, tetapi tetap bisa bersama," Nana masih bersikeras untuk membujuk putrinya, dia tahu menghadapi Beby bukanlah perkara mudah, dia dan Juna benar-benar harus ekstra menyiapkan tenaga.


Sama seperti saat membuatnya.


"Kalo gitu Beby maunya sama Daddy Alva!" cetus Beby tiba-tiba, membuat Juna dan Nana melotot tak percaya. Ada apa dengan putrinya ini? Apa Beby sudah gila?


"Beby, kamu ini bicara apa?" tegur Juna dengan sorot mata tak habis pikir. Bisa-bisanya membawa nama Alva dalam masalah ini.


"Kata Mami usia itu tidak masalah, it's okay, Pi. Asalkan sama Daddy Alva, Beby mau," tegas gadis itu.


Karena selama ini, Beby memang mengagumi sosok Alva, yang dinilainya mirip dengan artis Korea kesayangannya. Dia bisa bersikap manja layaknya gadis yang lain, saat dia bertemu Alva, sang calon ayah mertua.


Juna terlihat memijat pelipisnya, otaknya mulai terasa sakit dengan ucapan yang terlontar dari mulut putrinya. Salah apa dirinya, apa Alva diam-diam kembali mengutuknya?


"Kenapa kamu malah maunya sama Daddy Alva? Shaka itu jauh lebih tampan dari Daddy Alva, Beby," tanya Nana, walaupun dia tahu sendiri cinta itu buta, mau seburuk apapun orang yang kita suka, maka kita akan tetap mencintainya.

__ADS_1


Masalahnya lelaki yang dicintai Beby itu sudah memiliki istri, bahkan berumur hampir 3 kali lipat dari usia Beby.


"Ya karena Daddy Alva itu mirip Mas Tae, Mi."


"Mas Tae terus, Mas Tae terus, apa kamu nggak ingat sama mommy Chilla?"


"Ya siapa tahu Daddy Alva mau jadiin Beby istri keduanya, Beby nggak masalah!"


Nana dan Juna kembali melebarkan kelopak mata mereka secara serentak, semakin dibuat bingung dengan pemikiran Beby. Sulit dipercaya, gadis berusia 18 tahun justru menyukai lelaki paruh baya yang cocok menjadi ayahnya.


"Beby kamu ini jangan gila," pekik Juna, wajahnya memerah menahan emosi yang meletup-letup di dadanya.


"Aku nggak gila Pi, tapi aku nggak mau dijodohin sama Om Shaka!" tolak Beby keras, tak kalah menggebu dari pekikan sang ayah.


Wanita itu melirik ke samping, dilihatnya Juna yang masih mengatur nafasnya, Nana mengusap lembut lengan suaminya itu, berharap Juna kembali tenang untuk mengahadapi putri mereka.


Sementara Beby masih kukuh dalam pendiriannya, dia menggelengkan kepala tidak mau menerima perjodohan ini, dan dia tetap memilih Alva sebagai calon suaminya.


"Pokoknya Beby nggak mau, jangan paksa Beby," ujarnya dengan tangan yang melipat di dada, dia melengos saat tatapannya bertemu dengan netra Juna.


"Kamu bilang Shaka itu tua, lalu Daddy Alva apa?" tanya Juna, kembali buka suara dengan intonasi rendah.


Beby terlihat bingung, otaknya berusaha mencari jawaban yang paling masuk akal. "Daddy Alva itu beda, dia nggak tua cuma mateng aja."


"Jadi kamu benar-benar tidak mau dijodohkan dengan Shaka?"

__ADS_1


Juna bangkit dari kursinya, diikuti oleh Nana yang setia ada di sampingnya untuk menenangkan.


"Sangat-sangat tidak mau!" tegas Beby tanpa menoleh.


"Baik, kalau begitu kartu debit dan semua barang-barang mu Papi sita! Keluar dari rumah ini tanpa membawa apapun," putus Juna, membuat mata Beby melotot.


Dia bisa melihat dengan jelas bahwa Juna tidak main-main dengan ucapannya. Namun, sifat keras kepalanya benar-benar tidak berubah.


"Jor_"


"Termasuk Jordy!!!" tegas Juna.


"Pi!" Nana meminta penjelasan Juna, lelaki itu hanya bercanda kan? Juna tidak mungkin benar-benar mengusir Beby kan?


Beby mengepalkan tangannya kuat, dia benci sekali dengan situasi ini. Dan semua itu gara-gara si tua bangka yang mengajaknya menikah tiba-tiba. Hah, Shaka? Awas saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣


Sabar ya Ayang Jun 🤣


Bebynya ngeselin.


__ADS_1


__ADS_2