
Perdebatan itu tak berhenti begitu saja. Setelah Shaka keluar dari kamar mandi, lelaki itu kembali senyum-senyum tidak jelas, sambil memperhatikan sang istri.
Beby sudah tampak menggunakan penyangga payudaraa. Dia malu sekali pada Shaka yang telah berkata begitu jujur di depannya. Bahkan pipinya sedari tadi tak berhenti memerah.
"Karena ini kamar gue, jadi lu yang tidur di sofa," ucap Beby tanpa mau menatap suaminya.
Shaka sedikit mengangkat kepalanya. Wajahnya senantiasa sumringah, entah sebab apa.
Dia mengibaskan rambutnya yang masih setengah basah. Shaka baru saja keramas dan mandi dengan air hangat, karena tubuhnya terasa sangat lengket.
"Kenapa aku harus tidur di sofa? Ranjangmu kan lebar, bahkan muat untuk 3 sampai 4 orang," tanya Shaka, lalu berjalan ke arah ranjang, melewati Beby yang sudah memegang selimut serta bantal untuk Shaka.
Shaka mendudukkan dirinya di atas sana, lalu melemparkan handuk ke wajah Beby, membuat gadis itu menahan nafas.
"Please deh, jadi orang tuh jangan semena-mena!"
"Lho, bahkan kamu jauh lebih semena-mena dariku, kamu menyuruhku tidur di sofa memangnya itu bukan tindakan semena-mena? Kamu itu sudah durhaka pada suamimu," ucap Shaka dengan wajah yang selalu begitu santai menghadapi Beby.
"Udah lah nggak usah banyak basa-basi, gue aja yang tidur di sofa," putus Beby dengan bibir mencebik, lalu melangkah ke arah sofa dengan menghentakkan kakinya ke lantai.
__ADS_1
Tidak akan selesai kalau dia terus meladeni Shaka. Gadis itu misuh-misuh. "Dasar tua bangka nggak mau ngalah, otak mesum, pasti pikirannya cuma semangka yang gede sama apem kukus."
Di belakang sana, Shaka masih bisa mendengar gerutuan Beby. Dia hanya terkekeh kecil, lalu membaringkan tubuhnya, menghadap sang istri yang memilih tidur di sofa.
Beby mencoba memejamkan matanya, pun dengan Shaka. Namun, hingga pukul 2 dini hari, netra Beby seolah tak mampu untuk diajak kompromi, apalagi dia yang biasanya tidur tanpa bra, kini justru harus memakainya, karena ada Shaka di kamarnya.
"Ahhh, Mami Beby nggak bisa tidur," keluhnya sambil membalik tubuhnya. Padahal dia sudah sangat mengantuk. Tetapi mata itu tak mampu terpejam dengan tenang.
Hingga akhirnya, Shaka yang masih ikut terjaga bangkit dari atas ranjang, dia menghampiri Beby yang tengah mosak-masik sambil terus menarik-narik tali bra-nya.
Melihat itu, Shaka terkekeh kecil. Tahu kalau sang istri tidak nyaman tidur dengan keadaan seperti ini, dengan hati-hati Shaka mengangkat tubuh Beby, dan memindahnya ke ranjang.
Namun, begitu tangannya ingin keluar, ada naluri lain yang menghampirinya, tanpa sadar tangan Shaka merayap pelan-pelan ke depan sana, semakin dekat hingga dapat dia jangkau benda kenyal yang begitu pas di tangannya.
Seketika Shaka meneguk ludahnya, ada yang menggeliat di bawah sana. Dia yakin jika diteruskan maka akan semakin berbahaya.
Sial, Tyrexku malah bangun.
Naluri dan otaknya mulai bertarung, sementara Beby terlihat sudah nyenyak dengan tidurnya, itu terbukti dengan mulutnya yang sedikit menganga serta dengkuran halus yang terdengar lirih.
__ADS_1
Hingga akhirnya, mencium bibir Beby adalah pilihan Shaka, Shaka mengikis jarak dan mempertemukan bibir mereka, dengan gerakan lembut Shaka melumaat bibir mungil yang kerap menggerutu itu. Tak tinggal diam, tangannya juga meremass pelan dada Beby yang masih ada dalam genggamannya.
Lambat laun, Shaka hanyut dalam permainannya sendiri, dia terpejam dengan rasa nikmat yang menyapa sukmanya, hingga Beby bergumam tiba-tiba, karena merasa tidurnya terganggu, Shaka langsung tersadar dan menarik diri dari tubuh istrinya.
Shaka gelagapan, dia sudah seperti maling yang tertangkap basah.
Untung saja Beby hanya menggeliat, dan tak sampai melihat aksinya. Secepatnya Shaka harus mengalihkan pikirannya, tidak boleh! Dia tidak boleh melakukannya sekarang.
"Haish, hampir saja kebablasan." Shaka menghembuskan nafas dan mengusap dadanya untuk menetralkan detak jantungnya.
Lantas dia menarik selimut untuk menutupi tubuh Beby. Dan kecupan singkat dia sematkan di kening gadis itu. Shaka mengulum senyum. "Selamat tidur, istriku." ucap Shaka pelan.
Kemudian dia melangkah ke sofa, tempat di mana dia akan menghabiskan malam, yang sebentar lagi akan berganti dengan pagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣
Sabar ya, Bang, tyrexnya belom boleh main-main 🤭🤭🤭
__ADS_1