
Shaka meletakkan kedua tangannya di bahu Beby, lalu mengajak gadis cantik itu untuk duduk seperti perintah Alva.
Beby sedikit berat melangkahkan kakinya, dia terus merutuk pada mata yang tak bisa lepas dari menatap mertuanya.
Sialan! Nih mata kudu di rukiyah kayaknya.
Meski terlihat kegugupan di wajah Beby, tetapi Shaka mampu menutupi itu semua dengan menarik kursi dan mendudukkan istrinya di sana.
Shaka menatap ke samping mengulum senyum manis dan membenahi rambut Beby yang menjuntai tak beraturan. Membuat Chilla dan Nana saling pandang dan cekikikan tanpa suara.
"Manisnya Kakak kalau sudah dekat istrinya," celetuk Chilla yang sedari tadi gemas dengan pasangan muda itu. Apalagi mengingat awal pernikahan keduanya. Semua yang ada di depannya, tampak tak dapat dipercaya.
"Harus dong, Mom. Memuliakan istrikan pahala," jawab Shaka masih dengan senyum yang sama.
Tak hanya Chilla dan Nana yang merasa bahagia. Akan tetapi juga Juna, dia bisa melihat perubahan sikap Beby yang awalnya kelewat bar-bar, sampai dia pun tidak tahu harus bagaimana memberitahu putri sulungnya itu.
Lain dengan Alva yang selalu merasa cemburu dengan anak-anaknya, pokoknya tidak boleh ada yang menyaingi dirinya di hati Chilla.
"Sayang, aku kan juga selalu bersikap seperti itu padamu. Kenapa hanya Shaka yang dipuji, aku juga mau," rengek Alva pada sang istri, bahkan dia bergelayut manja di lengan Chilla, membuat Beby gelagapan di tempatnya.
Chilla mengulum senyum manis dan mengusap pipi Alva yang sedikit berbulu. "Iya, Sayangku ini juga manis kok. Bahkan sangat manis."
"Sampe diabetes ya, Mom, saking manisnya," sambar Gattan yang jengah dengan sikap iri bin dengki Alva.
Sudah tua seperti itu, tetap saja tidak mau mengikhlaskan Chilla, maunya nomor satu terus.
Bahkan seperti posisi yang tertukar, anak-anaknya justru lebih sering mengalah, ketimbang Alva. Halah, entahlah... Anak-anaknya yang terlalu penurut, atau ayah mereka yang gila.
Semua orang yang mendengar itu langsung terkekeh-kekeh, tetapi tidak dengan Loly dan Beby.
__ADS_1
Gadis cilik itu berkedip-kedip tak mengerti dengan pembicaraan para orang dewasa yang ada di sana.
"Diabetes itu apa, Kak Gattan? Apa itu obat, biar Daddy nggak cium-cium Mommy terus?" tanya Loly tiba-tiba, dia menatap Gattan dengan tatapan mata polos, sementara yang ditatap tersenyum jahil.
"Nah, bener itu! Bisa-bisa Loly punya Adek lu kalo Daddy sama Mommy cium-ciuman terus!"
"GATTAN!" Kompak Chilla dan Alva berteriak.
Yang dipanggil langsung kicep dan menundukkan kepala. Sementara Shaka terkekeh geli, menyaksikan perdebatan keluarganya yang sudah lama tidak dia jumpai.
Adik keduanya ini benar-benar selalu menjadi sosok Si Pemancing Emosi.
Tingkahnya yang absurd, julukannya yang aneh, yakni playboy cap supi. Benar-benar menjadi warna dalam kelurga mereka.
Dan tak berapa lama kemudian, akhirnya makan malam pun dimulai. Karena waktu yang terus berjalan, pun dengan perut mereka yang sudah keroncongan.
Mereka melewati sesi berdoa terlebih dahulu, kemudian mengucap syukur atas kelulusan Beby dan Gattan. Dan setelah itu, makan malam benar-benar dimulai.
Shaka mengelap sudut bibir Beby dengan tisu, dan pergerakan itu selalu menjadi pusat perhatian semua orang. Termasuk Gattan.
"Ya elah, biasanya juga ngelap mulut pake baju. Sekarang gaya-gayaan pake tisu," ledek Gattan sambil terkekeh, membuat Beby mendelik, kalau sudah ada di depan Alva, Beby benar-benar tidak bisa berkutik, apalagi ada Shaka di sampingnya.
"Kan udah punya suami, Tan. Emangnya kamu, pacaran gonta-ganti terus." Shaka menimpali cibiran adiknya, tetapi bukan Gattan namanya kalau langsung menyerah begitu saja.
"Ya iyalah, kalo bisa banyak, kenapa harus satu? Lagian bagus kali, Kak. Kita jadi bisa milih mana yang semangkanya bikin kenyang, mana yang enggak," papar Gattan dengan menepuk dada bangga.
Membuat Chilla dan Alva hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Loly juga mau dong semangkanya," rengek Loly.
__ADS_1
Gattan mendelik. "Mau semangka apa lu? Kalo mau semangka nanti pas lu udah gede, sekarang mah semangka lu belum tumbuh!"
"Gattan!" pekik Chilla yang sudah tidak bisa berkata apa-apa dengan tingkah putranya.
"Apa sih, Mom?"
"Sudah-sudah, dari pada kalian ribut. Lebih baik kalian dengar kabar baik dari Shaka," ujar Shaka menengahi, dia berniat untuk berbagi kabar tentang kehamilan Beby.
"Kabar apa itu, Shaka?" tanya Juna yang terlihat sangat antusias. Shaka mengulum senyum, semua orang mulai serius dan menatap ke arahnya.
"Perlu kalian tahu, istriku sedang hamil, dia hamil anak kembar."
Hah?
"Demi apa? Anak Tyrex udah launching? Wagelazih, mampus lu, Beb. Kagak bisa macem-macem lagi sama si Daddy!" celetuk Gattan yang membuat semua orang melayangkan tatapan tajam ke arahnya.
Termasuk Shaka.
...TAMAT...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hatur tengkyu semuanya 😘😘😘😘😘
Sudah mengikuti kisah Beby dan Shaka, makasih untuk semua doa, dukungan, dan apapun itu.
Maaf, kalau masih banyak kekurangan, buang jauh-jauh semua yang jelek, dan ambil yang baiknya. Walaupun diriku tahu, tidak ada yang bisa diambil dari kisah mereka wkwk🤣🤣🤣
Pokoknya makasih 💋💋💋
__ADS_1
Kemaren ada yang minta kisah Gattan, entah jodohnya dengan siapa. Si Metta, apa si Ayu, atau siapa dah kagak tahu. Insyaallah lagi aku pikirkan, cung yang setuju ☝️
Salam anu👑