Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Meminta Bantuan)


__ADS_3

Beby mulai berjalan ke sisi jalan raya untuk mendapatkan angkutan, setelah meminjam uang pada satpam rumahnya. Rencananya, gadis itu akan pergi ke rumah sahabatnya, yaitu Yosi untuk meminta bantuan.


Dia tidak tahu saja, bahwa sang ayah sudah memberikan larangan keras pada semua teman Beby untuk membantu gadis itu. Namun, kita lihat bagaimana reaksi Yosi nanti.


Beby terpaksa naik angkutan umum, karena jikalau dia naik taksi sudah dipastikan tarifnya akan semakin mahal, dan uang yang ia pegang tidak akan cukup.


Setelah berdesakkan dan merasakan hawa panas yang menjalar di seluruh tubuhnya, akhirnya Beby sampai di rumah Yosi, rumah dengan pagar rumput dan terlihat asri sekali.


Tanpa segan, Beby langsung masuk ke halaman rumah gadis itu dan mengetuk pintu. "Yosi Yosan?" teriaknya dengan cukup keras.


Namun, sudah 5 menit berlalu Yosi tak kunjung membukakan pintu. Beby tak menyerah, dia terus mengetuk pintu itu, berharap Yosi segera keluar.


"Yos, lu di mana, sih? Ngapa kagak keluar-keluar dah?" suara Beby mulai terdengar putus asa.


Sementara dari arah jendela Yosi mengintip, sebenarnya dia kasihan pada Beby, tetapi mengingat ancaman Juna, membuat dia tak bisa berbuat apapun, selain hanya diam dan menyaksikan sahabatnya itu pergi dari rumahnya dengan wajah sendu.


Beby kembali mendatangi sahabatnya yang lain, yaitu Ale dan juga Bambang, berharap kedua bocah remaja itu bisa membantunya. Namun, lagi-lagi nihil, semua orang tak ada satu pun yang mau mengadopsinya.

__ADS_1


"Arggghh! Ini semua pasti gara-gara Papi!!! Eh, bukan ini semua gara-gara si Tua Bangka itu, kalo aja dia nggak ngajak gue nikah, keadaannya nggak bakal kaya gini, gue malah jadi gembel sekarang!" gerutu Beby sambil menendang-nendang batu di jalanan.


Uangnya sudah habis untuk ongkos bolak-balik ke sana ke mari, bahkan perutnya sudah keroncongan karena belum makan siang. Ah, sial sekali memang nasibnya.


"Aduh! Sialan, nih batu ngalangin jalan gue, mana perut gue laper lagi." Beby merasakan jempol kakinya yang nyut-nyutan akibat menendang batu besar, sementara tangannya mengelus perut yang sedari tadi berbunyi nyaring.


Dia menatap warung kecil di samping jalan raya, tetapi saat merogoh kantong bajunya, dia tidak menemukan apapun di sana. Selain permen karet, itu pun tersisa satu bungkus.


Hingga seorang lelaki tiba-tiba memanggilnya dari arah belakang. "Beb, Beby!"


Gadis itu menoleh, dan mendapati calon anak tirinya ada di sana sedang berboncengan dengan pacar barunya.


Beby buru-buru mendekat ke sisi jalan raya, karena Gattan menghentikan motornya di sana. Lelaki itu habis jalan-jalan dengan pacarnya yang entah ke berapa, dan tak sengaja melihat Beby sedang lontang-lantung tidak jelas.


"Lu ngapain di sini?" tanya Gattan dengan kening yang mengernyit.


Beby mencebikkan bibirnya. "Ini semua gara-gara Kakak lu tahu, dia ngajakin gue nikah, Tan. Dan gue nggak mau!"

__ADS_1


"Maksud lu Kak Shaka?"


Beby langsung manggut-manggut.


"Terus lu ini ceritanya lagi kabur apa gimana?" tanya Gattan lagi, sementara gadis yang duduk di belakangnya mulai kesal sendiri, dia rela kepanasan demi menunggu Gattan mengobrol dengan Beby.


"Gue nggak kabur, Tan. Tapi gue diusir sama Papi," adu Beby dengan wajah memelas, berharap Gattan sudi membantu dirinya.


"What? Uncle Juna sampe ngusir lu? Berarti dia emang bener-bener marah, Beb. Mendingan lu terima aja deh tuh lamaran Kakak gue, lagian nikah enak kok, tiap hari ada yang ngelonin," jelas Gattan dengan mimik wajahnya yang sungguh-sungguh.


"Tapi masalahnya itu_"


"Masalah apa?" tukas Gattan cepat.


"Gue nggak mau jadi istri dia, maunya jadi ibu tirinya!"


Mendengar itu, Gattan langsung melongo dengan netra yang membola. "Eh, anjirrr! Itu mah lu nya aja yang gila!"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣


__ADS_2