
Mendengar pertanyaan frontal Gattan, Beby langsung menutupi lehernya asal, karena dia lupa bekas ciuman itu ada di mana.
Dan Gattan justru semakin terkekeh keras, padahal dia hanya bercanda, karena dia sebenarnya tidak melihat apa-apa.
Tapi dengan reaksi Beby yang seperti ini, Gattan yakin, sudah terjadi sesuatu antara Beby dan kakak tertuanya itu.
Mereka pasti udah celap-celup. Batin Gattan girang.
Sementara Beby nampak cemas, dia meneguk ludahnya kasar, dia benar-benar merasakan malu yang luar biasa. "Merah banget ya, Tan?" tanya Beby dengan begitu polosnya.
Dan Gattan bertambah tergelak kencang, sambil memegangi perutnya. Merasa sangat senang mengerjai kakak iparnya yang masih bocah ini. Ya, Gattan dan Beby memang satu kelas.
"Tan, serius ihhh. Merah banget nggak? Gue takut kelihatan yang lain!" cetus Beby dengan bibir yang mencebik. Dia tidak berhenti memegangi kedua sisi lehernya secara bersamaan.
Gattan benar-benar tak sanggup untuk tidak tertawa. Ya Tuhan, kenapa bisa Kakaknya menikahi gadis polos seperti Beby, yang bahkan tidak tahu menahu tentang hal begituan.
Kalau dia yang disuruh menikah, mungkin dia akan memilih wanita yang semangkanya besar, pantatnya berisi, bodinya mantap. Beuh, pikiran kotor Gattan sebagai pemain wanita langsung melanglang buana.
Playboy cap susu pisang itu menggeleng. Namun, masih terkekeh kecil. "Nggak ada apa-apa bege!"
Dan Beby langsung melotot dan reflek memukul lengan Gattan dengan keras. "Jangan main-main, Tan. Ini taruhannya urat malu gue lho!"
"Serius Beby. Lagian lu bilang nggak ngapa-ngapain kan sama kakak gue? Terus kenapa lu gelagapan begitu? Jangan-jangan beneran lagi, lu udah celap-celup yah sama kak Shaka?" tanya Gattan dengan wajah mengejek.
Wajah Beby merah padam, dia berubah gelagapan, dan membuang muka. Sepertinya dia harus jujur pada Gattan mengenai hubungannya dengan Shaka, ah bukan, tetapi dia harus menceritakan rasa penasarannya.
Beby menghela nafas, dia menatap Gattan dan lelaki itu justru menaik turunkan alisnya. "Tan, gue mau cerita! Sekarang mending kita duduk."
Beby melangkah lebih dulu, dan Gattan mengekor pada gadis itu, lalu duduk di kursi kosong yang sengaja dibawa ke atas oleh anak-anak. Mereka sedikit melongok ke bawah, di mana teman-temannya tengah melakukan upacara bendera.
"Lu mau cerita apa?" tanya Gattan lebih dulu, dia kembali menyesap susu pisang kesukaannya, lalu mengambil bungkus rokok yang dia simpan di saku celananya.
Gattan berniat menyalakan benda bernikotin itu, tetapi Beby buru-buru merampasnya. "Jangan ngerokok, walaupun gue anak motor, gue nggak suka bau rokok!" cetus Beby.
__ADS_1
"Oke, fine! Thank you."
"Apaan sih, kek di film-film lu!"
"Yaudah buruan lu mau cerita apa?" tanya Gattan tak sabaran.
Beby kembali menghela nafas, sebenarnya dia sangat malu, tetapi sepertinya tidak ada salah juga dia bertanya pada Gattan.
"Tan, kalo kita mau mastiin cowok itu beneran tulen apa enggak itu gimana sih?" tanya Beby, lalu menggigit bibir bawahnya.
"Kenapa? Lu raguin kakak gue?" Gattan malah balik bertanya.
Beby menggeleng samar. "Nggak sih, Tan. Tapi lu jangan cerita ke siapa-siapa yah. Setiap dia nyentuh gue, dia nggak pernah mau lanjutin, gue malah disuruh kenalan mulu ama Tyrex." Keluh Beby.
Mendengar itu, Gattan terkekeh. "Apa tadi? Nama titittnya kakak gue Tyrex?" tanya pemuda itu dengan gayanya yang cablak.
"Goblokk! Bacot lu tuh dijaga coba!" Tak habis-habisnya Beby memukul badan Gattan yang lebih besar darinya.
Beby melotot ke arah Gattan, dia menjewer telinga pemuda itu dengan keras, hingga Gattan mengaduh. "Aw, aww! Sakit Beby. Jahat lu!"
"Lagian bukannya jawab malah bahas kemana-mana, buruan kasih tahu gue!" cetus Beby dengan wajah yang sudah cemberut.
"Tyrex kak Shaka berdiri nggak?" tanya Gattan.
Beby melirik Gattan, lalu mengangguk samar. Bahkan gede banget, batin Beby sambil membayangkan benda gondal-gandul itu.
"Nah, yaudah itu artinya normal! Gitu aja susah," cibir Gattan.
"Tapi masalahnya gitu, Tan. Dia bakal berhenti pas gue udah melayang. Gue kayak ditinggal pas lagi sayang-sayangnya tahu nggak!" Beby mengeluh begitu jujur pada Gattan, dia tak sadar dengan apa yang sudah dia ucapkan.
Gattan tersenyum lebar. "Jadi lu maunya lu di enggak-enggak sama kak Shaka?"
"Bukan gitu Gattan!!! Ihh, maksud gue emangnya bisa yah? Kan katanya cowok kalo udah tegang nggak bisa nahan hasratnya, tapi kakak lu bisa!" Beby mengedip polos.
__ADS_1
"Ya bisa lah, Beb. Gue yang kenyang mainan semangka aja masih perjaka," jawab Gattan dengan begitu frontalnya, siapa yang ngajak cerita, malah dia yang curhat.
"What? Udah sejauh apa lu main-main, terus kalo udah tegang lu udahan gitu? Kasian banget cewek-cewek lu!"
Beby menampakkan wajah melas, merasa kasihan pada korban kemesuman adik iparnya.
"Ya dari pada anak orang bunting. Mending gue solo karir!"
Beby mengernyitkan keningnya. "Apaan lagi si itu, Tan? Solo karir apaan?"
"Ya pokoknya kalo cowok udah tegang, dan gada lawan main, dia bakal solo karir!"
Beby bergeming, otaknya tiba-tiba langsung mengingat kejadian semalam, saat dia bersama Shaka.
Apa semalem dia solo karir yah?
*
*
*
Bang jawab lu🤣
Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣
Buat kalian reader nganuku, yang berada di negeri antah berantah. Nih Dede bawain bacaan baru punya temen, Monggo dimampirin masih angetan banget. Crazy up tiap waktu🏃🏃🏃
Jangan lupa mampir dipunya othor juga yah, tak anu nanti kalo nggak 🤧
__ADS_1