
Chilla mendengus kasar, dia menaiki satu persatu anak tangga, begitu dia sampai di depan Alva, telinga lelaki paruh baya itu langsung ditariknya.
"Aw!" jerit Alva.
"Daddy ini benar-benar yah, tidak tahu asal-usulnya main bicara sembarangan!" ketus Chilla yang merasa kesal karena Alva yang semena-mena, seolah membela perbuatan nakal putra ketiganya.
"Aduh, Mommy, kenapa malah Daddy yang dijewer, Daddy salah apa, Mom? Lagi pula asal-usul apa yang Mommy bicarakan?" tanya Alva sambil memegangi telinganya yang masih ditarik-tarik oleh Chilla.
Baru saja keluar dari kamar, dia sudah mendapatkan bencana. Harinya sungguh sial, karena ikut campur masalah Shaka dan Gattan.
Chilla melototkan matanya ke arah Alva, tidak ada sorot mata penuh cinta, yang ada rasa kesal pada bandot tua satu ini. "Daddy tahu tidak?"
"Ya tidak tahu, kan Mommy belum kasih tahu," jawab Alva apa adanya.
"DADDY!!!"
"Kalau aku bicara jangan dipotong-potong!" teriak Chilla tidak terima, dengan suaranya yang terdengar melengking, dan hampir saja merusak gendang telinga Alva.
"Iya, Mom, iya. Daddy dengarkan," ujar Alva patuh, kalian tahu sendiri, kalau sudah bersama istrinya, Alva akan menjadi kucing kecil yang manis, hingga semua ucapan Chilla tidak sekalipun dia bantah.
Sedangkan seseorang yang di bawah sana, kembali mengambil kesempatan. Melihat orang tuanya bertengkar, dia malah tersenyum sumringah, karena akhirnya dia bisa kabur tanpa kendala.
__ADS_1
"Asyik, Daddy sama Mommy ribut! Waktunya main sabun di kamar mandi," gumam Gattan sambil cekikikan, tanpa pikir panjang dia langsung berlari menaiki anak tangga, dan membawa kakinya menuju kamar, saking tergesa-gesanya begitu sampai dia langsung menutup pintu dengan sangat keras.
Brak!
Chilla yang sedang mengomel, serta Alva yang setia mendengarkan kompak tersentak kaget. Mereka mengangkat bahu masing-masing, lalu saling pandang.
"GATTAN!!!" teriak kedua orang itu dengan suara yang menggema ke seisi ruangan.
Frustasi karena mengahadapi tingkah pemuda satu itu. Sudah playboy, cengeng, doyan susu pisang, tapi tetap saja menggemaskan.
Gattan langsung mengunci pintu kamarnya. Pintu yang pagi ini hampir saja didobrak oleh Shaka. Merasa aman dari amukan kedua orang tuanya, serta kakak sulungnya yang kini sudah menikah. Gattan segera berlalu ke arah kamar mandi.
"Waktunya manjain si Tom, bayangin semangka siapa yah pagi ini?" gumamnya sambil bersenandung kecil, dan yang paling tepat adalah membayangkan semangka Ayu yang kelewat besar. Apalagi dia sudah pernah icip-icip pucuknya saat bermain di semak-semak belukar.
Dia memang masih perjaka, karena tidak pernah bermain sejauh itu dengan pacar-pacarnya.
Playboy cap susu pisang ini masih berpikir tentang penyakit yang akan menular ke dirinya, dan dia tidak mau membahayakan kesehatannya hanya karena kenikmatan sementara.
"Beuh, gila! Gini aja nikmatnya." Gattan mendesis dengan tubuh yang merinding karena merasakan sensasi yang dia ciptakan.
Sementara tangannya terus bergerak menyenangkan Tom sambil membayangkan semangka Ayu yang pernah dia sesap dengan buas.
__ADS_1
"Gimana kalo sampe nyelup di lobangnya si Meta? Kagak bakal berhenti sampe pagi gue rasa," rancau pemuda itu menghayal yang bukan-bukan.
Hingga tak berapa lama kemudian, satu pelepasan dia dapatkan. Dia mencengkram Tom dengan cukup erat, hingga larvanya keluar dengan sempurna.
"Anjirrrrr, anak-anak gue pada masuk ke selokan. Maapin Daddy yeh, Daddy terpaksa ngelakuin ini semua, soalnya Daddy masih sekola." Gattan bicara sendiri sambil cekikikan.
Dia segera menyelesaikan ritual mandinya. Dan bersiap-siap untuk ke sekolah. Saat dia mengambil seragam kebetulan ponselnya berbunyi, dan menampilkan nama Meta di sana.
Tanpa pikir panjang, Gattan langsung menyetujui panggilan video tersebut.
"Pagi, Ay. Ay kamu jadi jemput aku kan hari ini?" tanya Meta di seberang sana, lengkap dengan wajah sumringah.
Gattan menaruh ponselnya di atas ranjang, dan menyadarkannya pada bantal, bukannya menjawab pertanyaan Meta, Gattan justru sibuk dengan pakaiannya.
Dia menjatuhkan handuk begitu saja, hingga tubuh polosnya terpampang nyata di depan Meta.
Dan gadis itu reflek memejamkan mata. "Ya ampun, Ay. Itu si Tom bergelantungan."
*
*
__ADS_1
*
Tarik aja, Met🤣🤣🤣 si Gattan emang gada akhlak 🤣🤣🤣