Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Undangan Makan Malam)


__ADS_3

Sore di hari yang sama, Beby dan Shaka mendapat undangan makan malam dari Chilla. Wanita itu berniat mengadakan syukuran untuk merayakan hari kelulusan Beby dan Gattan.


Tak hanya Beby dan Shaka yang diundang, Chilla juga mengajak Juna dan keluarga untuk ikut serta. Awalnya Chilla memberitahu kalau acara tersebut akan diadakan di rumah.


Namun, Juna memberi usul agar mereka makan malam di luar, agar suasananya tampak berbeda.


Akhirnya dua keluarga itu sepakat acara tersebut akan diadakan di restoran milik Juna. Restoran yang dia kelola setelah tidak lagi bekerja dengan Alva.


Dan hal itu menjadi kesempatan untuk Shaka dan Beby, memberitahu semua orang akan kabar bahagia yang mereka dapatkan, mengenai kehamilan Beby yang mengandung bayi kembar.


Kini jam menunjukkan pukul 7 malam, Shaka dan Beby bersiap-siap untuk menghadiri acara makan malam tersebut. Shaka hanya menggunakan kemeja berwarna abu-abu dan celana jeans, sementara Beby menggunakan dress pilihan Shaka, dress yang panjangnya di bawah lutut.


"Mereka pasti bakal kaget ya, Bang. Apalagi denger aku hamil anak kembar. Hehe, aku pasti lucu kalo dipanggil Mommy, terus Abang dipanggil Daddy," ucap Beby sambil menghayal.


Mendengar itu, Shaka terkekeh gemas lalu menarik hidung Beby. "By itu Mocan." Ujar Shaka yang membuat Beby langsung bangkit dari kursi di depan meja rias.


"Kok Mocan sih, Bang?" tanya Beby dengan kening mengernyit, Shaka mengambil tas selempang Beby, dan menarik wanita itu untuk segera berlalu dari sana.


Menurut, Beby mengekor pada langkah Shaka, meski dia masih menunggu jawaban dari lelaki tampan itu.


"Mocan itu Mommy cantik, By. Nanti aku sama anak-anak panggil kamu gitu," jawab Shaka dengan senyum mengembang, saat mereka sudah berada di depan lift.


Senyum itu menular pada Beby, bahkan lebih lebar dari milik Shaka. "Hehe, By kira monyet cantik."

__ADS_1


Shaka langsung tergelak kencang mendengar ucapan istrinya. Dia menarik lagi tangan Beby untuk masuk ke dalam lift, dan Shaka masih setia dengan tawanya. Dia menangkup kedua sisi wajah Beby, lalu unyel-unyel.


"Gemesh banget sih istri Abang, jadi pengen gigit. Kamu itu terbuat dari apa sih, By, kok langka banget. Abang sampe tergila-gila begini jadinya."


Beby memeluk pinggang Shaka lalu memonyongkan bibirnya, meminta dicium. Untung di lift tersebut hanya ada mereka berdua, hingga Shaka bisa melakukan apa saja.


Shaka mengecup bibir Beby berkali-kali, Beby terkekeh. "Kalo By dipanggil Mocan, berarti nanti Abang By panggil Daddy Tyrex, Tyrex yang suka makan jambu kristal sama apem kukus."


Shaka manggut-manggut dengan senyum yang masih setia menghiasi bibirnya. "Boleh, nanti Daddy Tyrex bakal makan Mocan, kalo Mocannya nakal."


Dan keduanya kembali terkekeh bersama. Obrolan itu memang terdengar menggelikan, tetapi mampu membuat tawa mereka pecah, bahkan tidak nampak beban di wajah mereka.


Ting!


Bunyi tersebut membuat kekehan kedua orang itu berhenti sejenak. Mereka keluar dari sana dan mengayunkan langkah menuju mobil, tak ingin membuang waktu lebih lama.


Apalagi kini ada sang istri di sampingnya.


"Siang kamu mual-mual, By, sekarang gimana? Enakkan nggak? Abang takut kamu nggak nyaman," tanya Shaka sekaligus mengutarakan kegundahannya.


Yang diajak bicara langsung menoleh ke sumber suara, dia tersenyum tipis sambil menggeleng. "Enggak, Abang. Pas siang mungkin dedeknya mau ngasih tahu kita, jadi By mual-mual, sekarang enggak kok. Kan deketan sama Abang."


Beby menyandarkan kepalanya di lengan Shaka. Tingkah gadis ini terlihat semakin manja, tetapi sungguh Shaka menyukainya. Suka Beby yang bisa bermanja padanya.

__ADS_1


Shaka mengecup puncak kepala Beby. "Bagus deh, dedeknya pinter berarti."


Dan tak berapa lama kemudian, mereka sampai di tempat tujuan. Shaka menggenggam erat tangan Beby untuk masuk ke dalam, dan di sana sudah terlihat dua keluarganya yang berkumpul dengan hidangan yang tersedia.


Beby meneguk ludahnya, begitu melihat Alva yang terlihat begitu tampan meski di usianya yang sudah setengah abad.


Wajah tegas dengan sedikit keriput itu bahkan tak mengurangi apapun. Malah terlihat semakin menggairahkan bagi setiap wanita yang melihatnya.


Kedua netra Beby semakin terpesona, tatkala sang mertua menggulung lengan kemejanya, dan menyugar rambutnya ke belakang.


Namun, tepukan di pundak Beby menyadarkannya dari lamunan.


Setan! Ngapain juga gue harus terpesona sama Bapak mertua gue, duh inget, Beb! Lu udah mau punya anak. Jangan jadi ibu yang durhaka!


"Kak, ayo ajak istrimu untuk duduk!" titah Alva yang membuat Beby semakin menelan ludahnya.


Ah gila! Suaranya aja bikin gue gemeter, Bang Shaka maapin Beby ya...


*


*


*

__ADS_1


Yang kangen Daddy yang kangen Daddy 🤣🤣🤣


Awas Mocan nanti kamu dimakan Daddy Tyrex kalo nakal🤭🤭🤭


__ADS_2