Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Ruangan VVIP)


__ADS_3

Shaka mengajak Beby untuk makan siang di sebuah restoran yang tak jauh dari perusahaannya. Karena setelah mereka menyelesaikan urusan perut, Shaka akan membawa Beby untuk menemani dirinya bekerja.


Tak sampai lama, mereka akhirnya sampai di tempat tujuan. Shaka langsung memarkirkan mobilnya, dan mengajak sang istri untuk turun. Shaka senantiasa menggandeng tangan gadis cantik itu, hingga mereka sampai di sebuah meja dengan dua kursi. Cukup dua kursi, jangan tambah kursi lagi.


Shaka lebih dulu menarik tempat duduk Baby, baru kemudian dia mendudukkan dirinya di depan gadis itu.


"Sayang, mau pesan apa?" tanya Shaka sambil menyerahkan buku menu.


Ditawari seperti itu, Beby langsung berantusias. Dia segera meraih benda tersebut dari tangan Shaka.


"Abang, Beby boleh pesen apa aja kan?" tanyanya dan dia langsung mendapat anggukan dari Shaka.


"Boleh dong." Shaka mengusap punggung tangan Beby, gadis itu tersenyum. Lalu dia mulai memilih makanan dan minuman apa saja yang dia inginkan.


Hingga lima menu telah terpilih, itu belum termasuk makanan Shaka. Lelaki itu sedikit mengangkat alisnya. "By, kamu benar-benar ingin memesan makanan sebanyak ini?" Tanya Shaka memastikan.


Beby mengangguk ceria. "Iya, Bang. Cacing Beby laper banget, kan nahan kerinduan sama Abang juga butuh tenaga." Jawabnya dengan gombalan yang membuat Shaka menarik kedua sudut bibirnya.

__ADS_1


"Bisa aja buaya betina," timpal Shaka menarik hidung Beby.


Namun, bukannya mengaduh Beby justru terkekeh. Suka sekali disentuh-sentuh oleh suaminya, apalagi sampai dianu-anu. Dia siap lahir batin pokoknya.


Selesai Beby memilih menu akhirnya pesanan sampai pada si pelayan. Tak berapa lama kemudian, hidangan yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang.


Beby menatap dengan manik mata penuh binar. Bahkan dia bertepuk tangan kegirangan seperti anak kecil yang akan mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Hah, kan Beby memang masih kecil, otaknya saja yang sudah konslet gara-gara terkontaminasi oleh Tyrex.


"Hemmm, baunya harum banget," ucap Beby sambil menghirup aroma sedap dari aroma yang khas yang menguar. Matanya terpejam saking menikmatinya. Bahkan piringnya diangkat dan didekatkan ke hidung.


Lagi-lagi Shaka mengulum senyum melihat itu. "By, ayo makan. Jangan cuma dicium-cium terus." Ucap Shaka memperingati istrinya.


"Tapi sambil pegang ini yah," sambungnya lagi sambil meraba ke bawah sana. Shaka tersentak, sampai dia mundur ke belakang.


Gawat, gawat! Gawat kalau sampai Tyrexnya bangun di tempat umum seperti ini. Shaka melihat sekeliling, sementara tangan Beby sudah tak bisa dikondisikan.


"Sayang, kita pindah tempat saja yah," saran Shaka sambil bangkit dari kursinya sampai tangan Beby terlepas.

__ADS_1


"Kenapa, Bang? Pindah ke mana?" tanya Beby sambil mengerutkan kening. Dan Shaka tak menjawab, dia malah memanggil pelayan untuk memindahkan makanan mereka ke ruang VVIP yang ada di restoran tersebut.


Beby menurut saat Shaka menarik tangannya dan masuk ke sebuah ruangan yang lebih tertutup. Bukan tanpa alasan Shaka membawa Beby ke sini, kalian tahu sendiri bagaimana permintaan gadis itu, minta makan disuapi tapi sambil memainkan Tyrexnya. Apa tidak menyiksa?


"Hehe, Abang mau sambil main anu-anu yah?" kekeh Beby.


Shaka hanya mengulum senyum sambil geleng-geleng kepala. Dia mencubit pipi Beby yang mulai chubby lalu duduk di samping gadis itu.


Tanpa banyak bicara mereka mulai makan. Seperti keinginan istrinya, Shaka menyuapi Beby dengan telaten, sementara gadis itu tak sudah-sudah memainkan Tyrexnya.


"Eh, eh Tylekknya By bangun," kekeh gadis itu disela-sela kunyahannya. Dia berbicara seperti anak kecil membuat Shaka gemas sekaligus panas dingin.


Tak tahan dengan sikap Beby, Shaka segera menaruh piring yang ada di tangannya. Menarik tengkuk gadis itu dan menyesap bibirnya.


Beby yang mendapat serangan dadakan itu merasa kewalahan, tetapi detik berikutnya dia justru tersenyum. Suka sekali jika diperlakukan seperti ini oleh Shaka.


Ciuman itu cukup lama terjadi, hingga Shaka merasa puas dia baru menarik dirinya dan ciuman itu terlepas. Namun, Beby malah merengek. "Ah, mau lagi, mau lagi."

__ADS_1


Shaka membulatkan matanya. Sementara Beby masih menarik-narik jasnya. "Kita pulang aja, kita buat dedek bayi di rumah."


Eh!


__ADS_2