
Malam harinya.
Setelah Beby dan Shaka puas memadu kasih, gadis itu hanya meringkuk di atas ranjang, merasa lelah sekaligus nyeri di inti tubuhnya.
Bukan karena Shaka, melainkan gadis itu sendiri yang memintanya berulang kali, sebagai lelaki sejati, Shaka tidak mungkin menolak keinginan sang istri.
Tyrexnya terus menembus apem kukus, hingga habis tak tersisa. Mungkin terlalu lama dibuat penasaran, membuat Beby tak segan lagi untuk melakukannya bersama Shaka.
Atau memang rasa Tyrex yang melebihi pisang tanduk itu begitu nikmat memenuhi liangnya.
"By, Abang ambil makan dulu yah, kita makan di kamar," ucap Shaka sambil duduk di sisi ranjang, dan mengelus surai kecoklatan milik Beby.
"Iya, Bang. Ambil yang banyak yah, Beby kehabisan tenaga kayaknya," balas gadis itu tanpa berpindah posisi.
Mendengar itu, Shaka terkekeh. Lalu bangkit dari duduknya. "Yaudah, Abang ambil dulu ke bawah. Kalo ada apa-apa panggil aja yah."
Beby mengangguk, mengiyakan apapun yang Shaka ucapkan. Karena dia memang tak bisa membantah. Salah sendiri, minta dianu-anu berulang kali.
Tap
Tap
Tap
Shaka menapaki anak tangga untuk sampai di meja makan. Di sana sudah ada kedua mertuanya, dan si kembar Gavin dan Ghani, adik dari istrinya.
Melihat Shaka datang, mereka kompak melayangkan tatapan pada lelaki tampan itu. Lelaki dengan wajah sumringah tak seperti biasanya.
__ADS_1
Senyum ceria itu membuktikan bahwa Shaka benar-benar sedang bahagia. Ya iyalah, siapa yang tidak bahagia setelah mendapat jatah dari istrinya.
"Ka, Bebynya mana?" tanya Nana basa-basi, melihat Shaka hanya turun sendiri.
"Aaa itu, Beby sakit, Mi. Jadi Shaka mau bawa makanannya ke atas," jawab Shaka dengan sedikit terbata, lelaki ini tak pandai berbohong, dari gelagatnya saja sudah ketahuan bahwa apa yang sedang dia bicarakan bukanlah sebuah fakta, orang-orang tidak akan percaya.
Namun, karena Nana tahu apa yang sebenarnya, dia berpura-pura polos di depan Shaka.
"Sakit apa, Ka?" tanya Juna yang tak biasa mendengar putri sulungnya itu sakit. Bahkan wajahnya langsung cemas, karena walaupun sikap Beby yang sulit diatur, gadis itu tetap menjadi putri yang sangat dia cintai.
"Iya, Kak. Nggak biasanya kak Beby sakit," timpal Gavin dan langsung mendapat anggukan dari Ghani.
Mendengar itu, Shaka menggaruk tengkuknya yang tak gatal, bingung ingin menjawab apa. Nana sampai tersenyum karena melihat Shaka yang kebingungan, hingga akhirnya dia yang bersuara.
"Biasa sakit orang dewasa." Nana mengedipkan sebelah matanya pada Juna, memberi kode, tapi Juna yang tidak mengerti sama sekali malah kembali bersuara.
"Beby sakit dari siang, makanya mereka nggak jadi pindah hari ini. Ya sudah Shaka, ayo ambil makanannya. Kasihan, pasti Beby nunggu kamu."
"Tunggu, kenapa tidak dibawa ke rumah sakit aja. Kenapa Mami membiarkan putri kita sakit?"
"PAPI!!!" Nana kesal karena suaminya ini tidak mengerti juga akan kode yang dia berikan.
"Apa, Mi?"
"Sudahlah, diam saja!" cetus Nana pada Juna. "Shaka, biar Mami yang ambilin."
Nana mengambil nasi dengan jumlah yang banyak, pun dengan lauk pauknya, lengkap hingga memenuhi piring bulat itu.
__ADS_1
"Mi, makasih yah. Semuanya Shaka pamit ke atas," ujar Shaka sambil mengulum senyum kikuk, lalu dia pamit undur diri untuk menemui istrinya di kamar mereka.
Sesampainya di sana, Shaka langsung duduk di samping sang istri dan membantu Beby untuk duduk. "Abang suapin ya, Sayang."
Beby hanya bisa mengangguk patuh, dan Shaka mulai menyuapi gadis itu dengan telaten, mereka makan dalam satu piring, bahkan berbagi sendok pula.
Mereka terus seperti itu, hingga makanan yang Shaka bawa tandas, Shaka mengulurkan air minum dan langsung dihabiskan oleh Beby.
Terakhir lelaki itu mengusap pinggiran bibir Beby dengan ibu jarinya, tetapi merasa tak puas Shaka mengikis jarak untuk menjangkau bibir tipis itu.
Namun, Beby menahan dada Shaka, Shaka bergeming, dan kedua netra mereka bertemu. "Jangan pake itu, Bang." Ucap Beby dengan nada merengek.
Shaka mengangkat kedua alisnya. "Kenapa, By?"
Bibir Beby mencebik. "Nanti mau lagi."
Eh!
*
*
*
Tagihan dia🤣🤣🤣
Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣
__ADS_1