
..."Jatuh cinta ke bos sendiri? ga pernah kepikiran sedikit pun"...
...****************...
Dara duduk di bangku taman dekat perusahaannya. Dia mengelap sisa air mata di mukanya, bisa bisanya dia menangis di pelukan Arsen.
Minuman kaleng terulur ke arahnya. Dara mendongakkan kepala dan ternyata Arsen yang memberikan minuman itu. Dengan malu Dara mengambil minuman itu.
"udah nangisnya?" tanya Arsen
Dara mendelik sinis ke arah Arsen, sedangkan Arsen hanya diam saja menanggapi tatapan Dara.
"Saya nangis juga karena siapa!!" kesal Dara
Arsen menoleh ke arah Dara dengan tatapan bingung.
"Emang saya ngapain kamu?" tanya Arsen tanpa berasa bersalah
Dara bukannya menjawab malah membuang muka malas. Percuma aja ngomong sama Arsen ga akan ngerti dia.
"cewek tadi udah pulang?" tanya Dara to the point
"siapa? " tanya Arsen
Benar kata Dara susah banget buat ngomong sama Arsen, kalau ga pake emosi yah ini kadang Arsen lemot juga.
Dara menatap Arsen seolah berkata 'cewek yang tadi ke kantor dan manggil lu baby!! '
"oh sica?" tanya nya lagi
"Dia udah pulang" jelas dia lagi
Arsen menoleh ke arah Dara yang tidak meresponnya apa apa. Dara kesal? sudah pasti dia pengen sekali nyiram muka Arsen dengan minuman yang di pegangan nya.
"Dara kamu denger saya bicara?" tanya Arsen
"Denger kok! jelas banget malah! " sewot Dara
Arsen mengerutkan keningnya karena dia di sewotin seperti itu.
"sepertinya saya terlalu baik akhir akhir ini ke kamu" ucap Arsen dingin
Dara langsung menciut takut, dia menoleh kearah Arsen dengan senyum terpaksa nya.
"maaf Pak" ucap Dara walaupun berat
secara tiba tiba Arsen berdiri dari duduknya.
"bapak mau kemana?" tanya Dara yang ikutan berdiri juga
"pulang" jawab singkat Arsen
Dara diam mematung. Arsen yang merasa Dara tidak mengikutinya akhirnya menoleh ke arah belakang. Dan ternyata Dara masih diam berdiri menatap Arsen.
"ga pulang?" tanya Arsen
Dara masih diam ga bergeming.
"Saya antar" ucap Arsen yang buat Dara tersenyum lebar
kapan lagi kan di anterin bos pulang? jarang banget bagi Dara di antar pulang sama Arsen.
...****************...
Duduk di dalam mobil berdua dengan Arsen bukan hal yang aneh lagi bagi Dara, hanya saja ini kali pertama berdua dalam mobil dalam kondisi perasaan Dara yang gelisah.
__ADS_1
Suasana di dalam mobil hening. Dara maupun Arsen tidak ada yang memulai pembicaraan.
"Soal tadi" ucap Arsen yang memecahkan keheningan
Dara menoleh ke arah Arsen karena menunggu kelanjutan perkataan Arsen.
"Kenapa menangis?" tanya Arsen
Dara gelagapan di tanya kaya gitu, Dara mencoba nyari alasan.
"ga tau. pengen nangis aja tadi" ucap Dara
"masa?" tanya Arsen tidak percaya
Dara menganggukan kepala tanda iya. Gengsi banget kalau Dara bilang dia cemburu.
"Mulai hari ini pulang sama saya" ucap Arsen lebih tepatnya sih memerintah
"Kenapa?" tanya Dara bingung
"Transportasi umum kan banyak" jelas Dara
"Ga baik sudah malam" ucap Arsen
Dara menaiki alisnya bingung, selama jadi sekertaris nya Arsen pasti Dara pulang malem biasa aja. kenapa baru kali ini Arsen bilang ga baik nya? kemana aja kemarin kemarin? suka suka hati bos nya ajalah.
Mobil berhenti di depan kontrakan Dara. sekitar kontrakan memang sepi, mungkin karena jam sudah menunjukkan jam 11 malam.
Dara menoleh ke arah Arsen. Dara terkejut dia baru memerhatikan wajah bosnya yang menurut Dara lebih putih dari biasanya lebih tepatnya pucat.
"bapak baik baik saja?" tanya Dara
Arsen menoleh ke arah Dara dengan mengerutkan keningnya.
Arsen menganggukan kepalanya, tanda dia baik baik saja. Karena penasaran Dara memajukan badannya ke arah Arsen lalu mendaratkan telapak tangannya di dahi Arsen. Arsen mendapatkan perlakuan seperti dengan spontan menahan nafas karena jarak Dara dan Arsen begitu dekat.
Arsen hanya diam saja tidak menanggapi Dara.
"Bapak masih bisa bawa mobil?" tanya Dara
"bisa" jawab singkat Arsen
"bener bisa?" tanya Dara memastikan
"Turun, lebih cepat kamu turun lebih cepat juga saya pulang Dara" ucap Arsen penuh dengan penekanan
Dara pun dengan cepat cepat keluar mobil. Dan mobil Arsen melaju begitu saja.
"aman ga ya?? aman kali ya, duh khawatir kan gua" ucap Dara sambil melihat mobil Dara yang mulai menjauh dan menghilang dari pandangan Dara.
...****************...
•Big Boss
> Hari ini saya cuti tidak masuk, kamu bisa datang ke rumah saya ambil file yang sudah saya tanda tangan
Bangun tidur Dara mendapatkan chat dari Arsen seperti itu. Dara sudah menduga pasti Arsen sakit jadi ngambil cuti ga masuk.
Bos satunya ini jarang banget tumbang, sekalinya tumbang juga tetep kerjaan nomor satu.
sesampai di rumah Arsen, Dara di sambut dengan tante Ratna yang sudah tersenyum manis melihat Dara.
"Pagi Bu Ratna" sapa Dara sopan
"ih Bunda Dara, kebiasaan kamu mah" rajuk Bunda Ratna
__ADS_1
Dara hanya tersenyum menanggapi perkataan Bunda Ratna.
"Kamu kesini mau jenguk Arsen?" tanya Bunda Ratna
"iya sekalian mau ngambil file bund" ucap Dara
"ayok sayang masuk" ajak Bunda Ratna merangkul Dara mengiring masuk ke dalam Rumah
Rumah Arsen terlihat sepi tidak seperti biasanya. Biasanya ramai dengan kakak kakaknya Arsen.
"kamu ke kamarnya aja, sekalian kasih sarapan ke dia gapapa kan?" tanya Bunda Ratna
"gapapa kok Bund" ucap Dara sambil mengambil nampan yang berisi semangkok bubur dan air putih hangat
Dara menaiki tangga satu persatu satu. Rumah megah ini adalah impian Dara, semoga saja dia nanti punya rumah yang sama dengan rumah Arsen.
**tok
tok
tok**
"masuk" suara serak Arsen menjawab
Dara membuka pintu kamar Arsen. Arsen terbaring setengah duduk di kasurnya. Dara menghampiri Arsen lalu tanpa sungkan duduk di tepian kasur samping Arsen.
"kata Bunda harus dimakan" ucap Dara lebih tepatnya perintah
"saya ga lapar" ucap Arsen
"bapak mau sembuh ga?! kalau mau sembuh harus makan, biar bisa minum obat" ucap Dara sambil siap siap ingin menyuapi Arsen.
"saya bisa makan sendiri" ucap Arsen ketika melihat Dara sedang meniupi buburnya
"Saya tau bapak, pasti nanti ga di makan" fitnah Dara
"aaaaaaa.... " Dara mencoba untuk membuat Arsen membuka mulutnya
Dengan terpaksa Arsen pun memakan makanan itu. Dikit demi dikit bubur itu pindah tempat menjadi ke dalam perut Arsen.
"Nah kan abis" ucap Dara senang
Arsen tersenyum melihat Dara yang bahagia. Dimata Arsen Dara terlihat indah dan Cantik.
"tinggal tunggu turun terus minum obat" ucap Dara lalu bangkit dari duduknya
Arsen dengan spontan menahan tangan Dara. Dara menoleh ke arah tangan yang di tahan Arsen.
"maaf" ucap Arsen lalu melepaskan pegangan itu
"bapak butuh bantuan lagi?" tanya Dara
"temani saya" lirih Arsen
"Hah?! " tanya Dara memastikan telinganya
"disini saja" ucap Arsen tiba tiba
Dara diam memandang Arsen dia tidak mengiyakan atau menolak.
"Temani saya Dara" ucap Arsen dengan menatap mata Dara
Dara terpesona, sangat. tatapan Arsen begitu dalam ke Dara dan membuat jantung Dara berdebar kencang.
tbc
__ADS_1
©nukeya, 2022