
...****************...
Hari Hari biasa di lalui dengan baik oleh Dara. Arsen? sesekali masih aja bikin senam jantung, tapi kali ini Dara bisa mengaturnya. bagaimana pun dia ga boleh sampai jatuh hati ke bos nya yang handsome dan famous ini.
Sedang asiknya mengerjakan tugasnya, suara gaduh cukup membuat konsentrasi Dara pecah.
"Ga gitu nay, Arsen ga bisa di ganggu" terlihat Robi yang ternyata mengejar Naya dengan sesekali melarang Naya
Dara yang melihat adegan itu berdiri dari bangkunya. Muka Naya sudah basah dengan air matanya.
"Gua mau ketemu rob emang salah?!" kesal Naya dengan isakan tangisannya
"Bukan gitu Nay, Naya!" ucap Robi sambil menarik tangan Naya agar berhenti berjalan
Tangisan Naya semakin kencang dan itu cukup menggema di lantai ini. Naya melirik Dara yang masih dengan posisi sedang memandangnya.
"Pak Robi kenapa?" tanya Dara yang sudah sangat penasaran banget
Robi menggelengkan kepala tanda bahwa Dara ga perlu tau.
"Kamu sekretaris Arsen?" tanya Naya
Dara memandang ga suka ke Naya. karena tatapan Naya yang memandang nya menyelidiki.
"Emang kenapa kalau saya Sekretaris pak Arsen?" tanya Dara kesal
"Berarti yang kamu bilang kalau kamu pacarnya itu bohong kan? kamu cuman di suruh pura pura buat jadi pacarnya aja?" ucap Naya terlihat ada kebahagiaan
"En... " ucapan Dara terpotong dengan Arsen yang tiba tiba keluar dari ruangannya
Dara yang tidak suka dengan kehadiran Naya pun mencoba untuk mengusir Naya dengan cara yang sama di waktu dia datang ke acara Arsen.
Dara menghampiri Arsen lalu merangkul tangan Arsen manja.
"Masa mas, dia bilang kalau kita pacar pura pura. padahal kita beneran kan?" ucap Dara dengan nada manja
Dara melihat Ke arah muka Arsen. Arsen memandang wajah Naya, Dara mengalihkan pandangannya ke arah Naya yang memandang Arsen. Dara yakin pandangan mereka itu pandangan yang ada cinta. terlihat jelas di mata mereka.
Dara jadi ikut terdiam, masih dengan tangan yang merangkul tangan Arsen.
Ga tau sadar atau engga Arsen melepaskan tangan Dara dari rangkulan tangannya. Dara hanya pasrah dan menatap nanar ke arah tangannya.
"Masuk" perintah Arsen
Arsen masuk ke dalam ruangan nya dan di ikuti oleh Naya. pintu ruangan itu tertutup rapat. Sakit? pasti, dada Dara seperti di tusuk ribuan pisau ingin rasanya Dara menangis tapi ga bisa.
Dara pun berlari ke kamar mandi. Robi terlihat bingung harus bagaimana. Kondisi kamar mandi untuk saja sepi, Dara menepuk nepuk dadanya dia merasakan Sesak napas yang ga tau kenapa.
"Dara its okay, gapapa. Ini kan emang pura pura"
"Jangan nangis, lu ga ada hak buat cemburu"
__ADS_1
"Bagaimana pun perempuan itu yang lebih hak karena dia mantannya"
Dara berkata ke dirinya sendiri yang ada di cermin. Dara mencoba menghalau air mata yang mau turun begitu aja.
Setelah merasa dia bisa menahan semuanya, Dara keluar dari Kamar mandi. Robi masih Stanby di depan pintu ruangan Arsen.
"Belum pulang pak?" tanya Dara
"Belum, Arsen nya masih di dalem sama Naya. Kalo gua pulang nanti mereka gimana?" ucap Robi khawatir
"Mereka udah besar ini" jawab Dara santai
Dara merapihkan meja nya untuk bersiap siap pulang. Lift terbuka dan muncul lah Kelan yang sepertinya dengan amarah yang mengebu ngebu.
"Maaf Pak Kelan, bapak Arsen ga bisa di ganggu" halau Robi
"Istri saya ada di dalam kan?! jadi saya mau masuk! " ucap Kelan bengis
"maaf Pak, Jangan buat keributan disini" tegur Robi
"SURUH MEREKA KELUAR!! COWOK MACAM APA YANG MAU SATU RUANGAN SAMA PEREMPUAN YANG SUDAH MENIKAH! MEREKA SELINGKUH KAN!!! " teriak Kelan yang memang sepertinya sudah marah besar
"Jaga yah omongannya!" tegur Dara yang sudah ga kuat
Kelan menoleh dan menatap Dara sinis.
"Ini kantor bukan hutan yang bisa dengan bebas berteriak seperti itu! " Sentak Dara
"Mereka lagi ngobrol aja, emang salah?!" kali ini Dara udah ga bisa atur sopan santun nya
"Cewek waras mana yang santai aja ngeliat cowoknya ketemu lagi sama mantannya? Cuman lu yang ga waras!" maki Kelan sambil menunjuk nunjuk Dara
"witss bro.. jangan maki cewek kaya gitu dong" ucap Robi mencoba menengahi
"Anjir!! lu ngatain ga waras?! sini maju lu!!" ucap Dara tersulut emosi
Dara yang emang lagi kesal di tambah ada yang meladeni nya siapa takut, lu jual gua beli.
"Ra tahan ra.. jangan emosi" ucap Robi mencoba menahan badan Dara agar tidak mendekat ke kelan
"Dia ngatain aku ga waras Pak, emang sinting yah tuh orang!! " Adu Dara
Robi terus mencoba untuk merendam emosi Dara. Sedangkan Kelan dengan muka songongnya menantang Dara, Dara sangat ingin mencakar muka kelan. Dara ga peduli Kelan sepupu bosnya, yang penting dia bisa membalas makian Kelan.
Terus gaduh sampai ga sadar ternyata ruangan Arsen terbuka dan muncul sosok tinggi Arsen dengan Naya di belakangnya bersembunyi. Dara yang pertama menyadari nya memandang sinis ke arah Arsen lalu dengan segera memalingkan wajahnya.
"Pulang!" ucap Kelan sambil menarik tangan Naya
Hadeh drama rumah tangga di bawa bawa sampai ke kantor. Dara seperti menonton sinetron rasanya.
Naya menahan tidak mau ikut dengan Kelan. Terjadinya lah tarik menarik.
__ADS_1
"Jangan kasar ke perempuan kelan" ucap Arsen dengan nada dinginnya
Arsen melepaskan tangan Kelan dari tangan Naya lalu menepis nya dengan kasar.
"Kenapa Sen? Lu masih cinta sama istri gua?! " ucap Kelan menyindir Arsen
Arsen menanggapinya dengan santai. mukanya terlihat jelas datar tanpa ekspresi.
"Selesaikan baik baik" ucap Arsen
"Jangan ngajarin gua anj*ng!! " ucap Kelan sambil mengumpati Arsen
Dara yang mendengarnya sangat mendidih emosi Dara. Dara berlari ke meja nya, dia mengambil botol minumnya ia membuka botol itu dengan cepat Dara menyiramkan air ke muka Kelan. Kelan jadi basah kuyup. Semua yang ada disitu shock melihatnya, karena tidak menyangka Dara akan melakukan seperti itu.
Dan bukan itu aja setelah menyiram airnya ke Kelan botol minum itu di lemparkan ke Arsen. Dara kesal dengan semuanya, kalau saja Dara ga punya hati udah Dara lempar juga Naya.
...****************...
Keesokan harinya Dara mengambil cuti. Setelah bangun tidur dia teringiang apa yang dia lakuin, dan dia mengakui kalau dia sudah keterlaluan. Dan Emang bener aja di tambah lagi dia datang bulan jadinya semalem emosinya ga bisa di kontrol.
Perut sakit juga termasuk alasan dia untuk cuti kerja. Sepanjang Hari Dara menonton anime kesukaannya, dengan piyama favorit nya Dara hidup seperti beruang kutub. Bahkan ponselnya seharian ini ga dia sentuh sama sekali.
Dengan ponselnya di modein silent, seharian ini Dara tidak merasa terganggu dengan deringan ponselnya.
lagi asik menyelam ke filmnya, suara gedoran pintu terdengar. Dengan langkah malas Dara pun berjalan menuju pintu. Tanpa meriksa siapa yang datang, Dara langsung membuka pintu begitu aja.
Dara sempat terdiam melihat Arsen yang ternyata di depan rumahnya. Bukannya menyuruh untuk masuk Dara malah menutup kembali pintu rumahnya.
Arsen mengerutkan Dahi bingung dengan tingkah Dara yang menutup pintu begitu aja. Sebelum Arsen mengetuk pintu kembali, dering ponsel Arsen berbunyi.
• Dara
> saya ga lagi ga Terima tamu!
ternyata pesan dari Dara. Arsen menggeram tidak suka melihat pesan Dara yang ternyata ada tanda serunya.
Dara mencebik tidak suka kehadiran Arsen. Dia pikir rumahnya mall apa? bisa di datangi tiap kapan aja. Dan Dara masih kesal melihat wajah Arsen, dia sudah bodo amat kalau dia di pecat juga.
ting..
pesan masuk ke HP Dara, Dara langsung membuka ponselnya. Dan dia terbelalak kaget membaca pesan yang ternyata dari Arsen.
• Arsen
> buka sekarang! atau saya nikahkan kamu!
tbc
__ADS_1
©nukeya, 2022