
"Andita!" Panggil Nyonya Wildan saat langkahnya sudah mendekati gadis itu.
Seketika netra Zidan membulat sempurna ketika ibunya memanggil nama Andita.
"A-Andita?!" Zidan langsung menghentikan langkahnya. Ia menatap sang Ibu dengan tatapan tidak percaya.
Andita yang sedang berbincang dengan beberapa rekan kerjanya langsung berbalik badan ketika Nyonya Liyana memanggilnya.
Deg
Deg
Deg
Jantung kedua insan itu berpacu lebih cepat ketika sorot mata mereka kembali bertemu. Andita tidak menyangka jika Nyonya Liyana akan membawa Zidan kehadapannya.
Nyonya Liyana tersenyum senang ketika melihat ekspresi syock dari wajah Andita dan juga Zidan. Wanita paruh baya itupun maju beberapa langkah mendekati Andita.
"Zidan, perkenalkan dia adalah gadis yang pernah menolong Ibu dari perampok waktu itu. Dia cantik bukan?!" Ucap Nyonya Liyana seraya memegang kedua bahu Andita.
Zidan tercengang mendengar penuturan sang Ibu. Ia tidak menyangka gadis yang diceritakan ibunya adalah Andita.
Jadi gadis yang Ibu maksud adalah Andita?!
"Kenapa kau diam saja?! Bagaimana? Dia cantik tidak?! Ibu yakin dia lebih cantik daripada kekasihmu!" Ucap Nyonya Liyana dengan percaya dirinya.
Tentu saja dia cantik Bu, sangat cantik! Tapi bagaimana aku bisa mengatakan pada Ibu, jika kekasih sekaligus calon istriku juga adalah Andita?!
"Tuan, sepertinya anda akan mendapat lampu hijau dari Nyonya Besar!" Bisik Ken, menyadarkan Zidan dari rasa terkejutnya.
Sementara Andita yang juga merasa kaget tidak bisa berkata apapun. Lidahnya terasa kelu. Dia sama sekali tidak menyangka Nyonya Liyana akan membawa Zidan padanya.
Samar-samar Andita mulai mendengar desas desus dari arah belakang dan sampingnya. Para rekan kerjanya pasti saat ini sedang menggunjingkan dirinya yang berdiri disamping Nyonya Wildan.
"Kenapa kalian hanya diam saja?! Ayo bicara! Bukankah kalian sudah saling mengenal sebelumnya? Kau tidak ingin mengucapkan terimakasih padanya Zidan, karena dia telah menolong Ibumu?" Tanya Nyonya Liyana.
Zidan semakin salah tingkah dibuatnya. Rasa canggung pun menyelimuti kedua insan itu.
"Te-terimakasih! Terimakasih, karena kau sudah menolong Ibuku!" Ucap Zidan terbata.
Dalam hati Nyonya Liyana yakin, jika putranya itu pasti menyukai Andita.
Andita hanya tersenyum simpul.
"Ya, sama-sama Tuan!"
Hish, kenapa mereka harus bicara seformal itu?!
__ADS_1
"Zidan, apa kekasihmu sudah datang?!"
"Hemm. Dia sudah datang!" Jawab Zidan tanpa mengalihkan pandangannya dari Andita. Nyonya Liyana nampak kecewa mendengar ucapan putranya. Wanita paruh baya itu kemudian menghampiri Zidan.
"Apa kau tidak ingin menundanya dulu untuk memperkenalkan kekasihmu dihadapan semua orang?!" Bisik Nyonya Liyana.
"Tidak Bu! Aku akan memperkenalkannya sekarang!"
Zidan berbalik hendak meninggalkan Andita dan ibunya. Namun Nyonya Liyana segera menarik tangan Zidan.
"Zidan tunggu dulu! Apa kau tidak menyukai Andita?"
Sontak pertanyaan Nyonya Liyana lagi-lagi sukses membuat Zidan dan Andita terkejut mendengarnya, termasuk Ken.
Sepertinya Nyonya Besar benar-benar ingin menjodohkan mereka. Hehehe..
"Apa maksud Ibu? Ibu ingin menjodohkanku dengannya?!"
"Ya! Ibu yakin Andita cocok untukmu!"
"Apa Ibu tidak malu memiliki calon menantu dari kalangan biasa?" Zidan mencoba mengetes ibunya. Sekilas netranya melirik kearah Andita.
"Untuk apa Ibu malu?! Ibu tidak pernah melihat seseorang dari derajatnya!"
Jawaban Nyonya Liyana membuat Andita terpaku. Zidan kembali melirik Andita. Dia sengaja menanyakan hal itu supaya Andita mendengarnya langsung.
Zidan tersenyum pada Nyonya Liyana. Kemudian dia berbisik pada ibunya itu. Tiba-tiba Nyonya Liyana melebarkan matanya ketika putranya mengatakan sesuatu.
Sementara Andita masih mematung. Dia sama sekali tidak tahu apa yang sudah dibisikkan Zidan pada ibunya. Zidan pun pergi berlalu meninggalkan kedua wanita itu.
******
Mendapat lampu hijau dari sang Ibu tentu membuat hati Zidan berbunga-bunga.
Ternyata gadis yang ingin dikenalkan ibunya adalah Andita, calon istrinya sendiri. Zidan tak henti-hentinya menebar senyuman diwajahnya.
Sepertinya Tuan Zidan sangat bahagia mendapat lampu hijau dari Nyonya Besar.
Ken pun ikut tersenyum melihat kebahagiaan tuannya.
Tiba-tiba Zidan meminta kepada pihak penyelenggara acara untuk memberinya kesempatan menyambut para tamu yang sudah hadir diacara ulang tahunnya itu.
Setelah pihak penyelenggara acara mempersilahkannya, Zidan pun memberi kata sambutan.
Tentu saja hal itu membuat para tamu undangan bersorak sorai dan memberi tepuk tangan meriah untuk menyambut Zidan.
"Para hadirin sekalian, mohon perhatiannya!"
__ADS_1
Suara Zidan mulai bergema memberi kata sambutan pembuka.
"Sebelumnya, saya berterima kasih kepada teman-teman dan para rekan bisnis saya karena sudah menyempatkan diri untuk hadir dan datang ke acara pesta ulang tahun saya ini." Semua tamu mendengarkan dengan seksama.
"Saya, Zidan Pratama Wijaya, putra dari Tuan Wildan Wijaya, sekaligus presdir Royal Group, ingin memperkenalkan kepada kalian semua, seseorang yang berarti dalam hidup saya diacara bahagia saya malam ini."
"Dia adalah wanita yang saya cintai, dan mungkin tidak lama lagi kami akan melangkah kejenjang yang lebih serius yakni kejenjang pernikahan!"
Sontak semua orang terkejut mendengar pidato Zidan. Tidak terkecuali Tuan Wildan dan keluarga Tuan Reyhan. Mereka bertanya-tanya siapa gadis yang akan diperkenalkan oleh Zidan.
Prokk...prookk..prookk...
Suara tepuk tangan pun kembali bergemuruh. Para tamu undangan tidak sabar menanti Zidan memperkenalkan gadis itu.
"Bu, siapa gadis yang akan diperkenalkan oleh Zidan? Apakah itu aku?!" Tanya Rachel penuh harap.
"Ibu harap begitu! Kita dengarkan saja dulu!"
Sementara ditempat yang tidak begitu jauh, Andita menggigit bibirnya. Tubuhnya mulai terasa dingin. Dia takut Zidan akan memperkenalkan dirinya dihadapan semua orang.
"Pasti kalian semua penasaran bukan? siapa wanita yang berhasil menaklukan hati seorang Zidan?!" Zidan berkelakar, disambut tawa semua orang.
Ya, karena selama ini mereka tidak pernah tahu siapa gadis yang tengah dekat dengan lelaki berparas tampan dan sukses itu.
"Kalian lihatlah, wanita yang berdiri disebelah sana! Wanita yang mengenakan gaun berwarna merah maroon! Dia adalah Andita Andriani. Wanita cantik yang berhasil menaklukan hatiku! Kekasih sekaligus calon istri dari Zidan Pratama Wijaya!"
Zidan menunjuk Andita, kini semua mata mengarah pada gadis itu.
Jeduarr...
Rachel dan Ibunya begitu syock mendengar ucapan Zidan yang memperkenalkan Andita sebagai calon istrinya. Terutama Tuan Wildan dan Tuan Reyhan. Mereka tidak menyangka Zidan akan memperkenalkan gadis lain, dan gadis itu adalah Andita.
Apa yang dilakukan anak itu? Tanpa memberitahuku dia memperkenalkan gadis lain sebagai calon istrinya?!
Tuan Wildan menahan geram.
Berbeda dengan semua orang yang nampak terkejut. Nyonya Liyana malah tersenyum senang.
Akhirnya Zidan memperkenalkan Andita sebagai calon istrinya.
Kemudian dengan gagahnya Zidan berjalan kearah Andita. Sementara Andita rasanya ingin sekali berlari meninggalkan pesta itu karena semua orang menatap kearahnya dengan tatapan beragam.
Namun sayangnya sia-sia, kakinya seakan menempel pada tanah yang ia pijaki.
Setelah sampai dihadapan Andita, Zidan tersenyum lalu mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya. Kemudian lelaki tampan itu berlutut dihadapan Andita.
"Will you marry me?"
__ADS_1
.
.