MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Dasar Cowok Labil


__ADS_3

"Kenapa muka kamu seperti orang yang sedang kesal, Ve?" tanya Davina, karena saat Daffa telah selesai bernyanyi dan di gantikan dengan vokalis band, mata Venus yang terus bergerak kesana kemari sambil menatap kesal ke arah Daffa yang sedang di kerumuni oleh para cewek-cewek.


"Mana ada?" ujar Venus yang tak mengakui apa yang memang benar adanya.


"Heh? Mulai berbohong? Mulutmu itu boleh berdusta tapi mata lo tidak bisa Ve," cetus Davina.


Daffa sengaja tidak langsung menghampiri David yang sedang bersama dengan Pak Nathan setelah selesai menyanyi tadi, karena ia takut jika Davina mengetahui kehadiran David yang juga ada di sini dan nantinya akan membuat Davina langsung pergi begitu saja.


Setelah melihat Davina sedang sibuk dengan makanannya, Daffa pun langsung berjalan dengan cepat menuju ke arah meja makan mereka.


Saat ia sudah duduk di kursi, David menatap Daffa dari atas sampai bawah, sambil menggelengkan kepalanya, karena tidak menyangka kalau Daffa akan membuktikan omongannya kalau dirinya bisa bernyanyi.


Sementara Pak Nathan juga memuji suara Daffa yang bagus.


"Saya tidak menyangka, jika Pak Daffa memiliki suara yang bagus. Saya suka." puji pak Nathan.


"Terima kasih atas pujiannya, Pak." balas Daffa sambil tersenyum lebar. Dari tadi senyumannya tidak bisa terlepas dari bibirnya apalagi saat ia melihat para gadis yang meminta nomor ponselnya.


"Kalau nggak salah, lagu yang bapak bawakan tadi itu judulnya cari jodoh ya?"


"Ehm, iya Pak benar sekali."


"Memangnya Pak Daffa ini masih sendiri?"


"Iya Pak. Saya masih jomblo dan sampai sekarang belum sold out seperti Pak David." ujar Daffa sambil menunjuk David.


Nathan pun langsung tertawa mendengar jawaban dari Daffa yang ceplas-ceplos. Ia menduga kalau Daffa ini pasti bukan sekertarisnya David karena gaya bicaranya yang bebas.


"Padahal kamu tampan, dan pandai berinteraksi dengan orang. Tapi saya nggak percaya kalau Pak Daffa belum mempunyai pasangan."


"Pak Nathan, jangan terlalu memuji dia terus nanti telinganya bisa naik 5 cm karena mendengar pujian dari Bapak."


"Lo kira gue itu Pinokio apa?"


"Kalau Pinokio itu hidungannya panjang."


"Lalu? Kenapa jadinya telinga gue yang bisa panjang?" desis Daffa


"Ya mungkin bisa, lo kan salah satu makhluk alien yang suka berubah - ubah."


"Hahahaha...."


Nathan pun langsung tertawa melihat perdebatan David dan juga Daffa. Kedua anak muda yang ada di depannya menurutnya begitu lucu, sehingga membuatnya tak ingin langsung pulang.


"Oh ya, apa Pak David juga bisa bernyanyi seperti Pak Daffa?" tanya Pak Nathan tiba - tiba.


"Bisa Pak. Dia bisa nyanyi kok, malahan suaranya itu lebih bagus daripada saya." celetuk Daffa, sementara David hanya diam membiarkan Daffa yang sedang dalam mode bawel ini mewakilinya untuk menjawab. Selagi jawabannya itu benar tidak masalah untuknya.

__ADS_1


"Wah, benarkah? Saya tidak percaya, anak muda yang sibuk seperti kalian berdua ternyata memiliki keahlian seni musik juga."


"Bos, kalau begitu lo buktikan dong kalau lo itu bisa nyanyi."


"Gue udah lama gak nyanyi, Daff. Lagian sekarang, gue itu lagi nggak mood buat nyanyi!" Tukas David.


"Bilang aja lo itu takut kan, kalau suara lo udah jadi jelek jadi malu buat naik ke atas panggung." ledek Daffa.


Karena tidak tahan dengan ledekan dan cibiran dari Daffa yang bising itu, akhirnya David pun menyanggupi tantangan dari Daffa untuk bernyanyi. Masalahnya ia bukannya tak tahan dengan ledekan dari Daffa saja, bahkan Pak Nathan pun juga bilang, dia tidak akan pulang sebelum melihat dia nyanyi di atas panggung.


"Jangan lupa, nyanyi lagu yang romantis ya bos. Karena ada istri lo di sana. Biasanya para wanita itu bisa melting kalau di nyanyikan lagu begituan. Mana tahu kan, kalau lo lagi nyanyi bisa membuat istri lo nggak marah lagi dan istri lo itu bisa tahu isi hati lo yang benar - benar udah bucin." bisik Daffa.


"Kampret lo." maki David


"Mending lo jangan berisik Daff. Gue mau langsung naik ke atas panggung. Eh, tapi lo jangan lupa kirim pesan ke Venus agar Davina tidak kabur saat melihat gue naik ke atas panggung." ujar David.


Daffa pun langsung mengambil ponselnya dan langsung mengirimkan pesan pada Venus.


Daffa : Jangan biarkan Davina pergi dulu. Karena bos lo itu mau naik ke atas panggung buat nyanyi. Jangan sampai lo gagal karena lo bakal tahu akibatnya nanti.


Venus : Ya gue tahu jangan berisik lo!


Daffa : Oke.


Setelah mendapatkan pesan balasan dari Venus, Daffa langsung memberitahukan pada David jika Venus akan menghandle agar Davina tidak langsung pergi saat melihat David naik ke atas panggung.


Sebelum David naik ke atas panggung, ia berjalan ke belakang panggung dimana sang MC kafe sedang mengatur tata acara berjalannya acara musik ini. Lalu David menyampaikan niatnya dan tujuannya untuk bernyanyi.


MC kafe itu menganggukkan kepalanya dan langsung mengerti dari permintaan tamunya. Terus David juga meminta tambahan kepada sang MC agar mengabari petugas security yang berjaga di depan pintu untuk menutup akses agar istrinya itu tidak bisa kabur ketika dia melihat dirinya naik di atas panggung.


"Apakah bisa Pak, dengan permintaan yang sudah saya ajukan tadi?" tanya David memastikan.


"Bisa Mas. Jangan khawatir. Bisa kami atur." sahut sang MC kafe. Ia pun bisa melihat jika David bukanlah orang yang sembarangan, jadi ia akan memberikan pelayanan yang full untuk menyambut tamunya. Sang MC langsung naik ke atas panggung, setelah mengoordinasikan semuanya dengan baik.


"Selamat malam semuanya, saya menyapa kalian lagi di atas panggung ini. Tadi ada seorang tamu yang spesial di kafe kita malam ini, yang akan bernyanyi di depan kalian dan lagu ini ia persembahkan untuk istri tercintanya. Baiklah, kita sambut tamu sepesial kita." ucap sang MC kafe itu.


Saat lampu panggung di redupkan David pun langsung muncul di atas panggung.


"Lagu ini saya persembahkan buat istri saya dan saya harap, dia akan menyadari kalau saya itu benar-benar mencintainya." setelah mengatakan itu, David mulai memetik gitar.


Senyuman terlukis di wajahku


Di saat ku mengingat kamu


Tawa manjamu membuatku rindu


Tak sabar ingin bertemu

__ADS_1


Suara lembut menyapa aku


Lembutnya selembut hatimu


Tulusnya setulus cinta padaku


Ku sadar beruntungnya aku


Hidupku tanpamu


Takkan pernah terisi sepenuhnya


Karena kau separuhku.


Semua pengunjung yang mendengar suara David, tiba - tiba langsung mengangkat tangannya, seolah David adalah penyanyi yang profesional. Bahkan ada seorang tamu yang berada di sebrang meja Davina dan Venus memuji suara David.


Sedangkan Davina yang tadi tahu, jika David akan bernyanyi, buru - buru ia beranjak dari tempat duduknya dan ingin langsung pergi dari kafe. Namun, Venus menahannya dan berkata. "Tunggu dulu Na, aku mau lihat Pak Presdir nyanyi setelah itu kita langsung pulang. Kamu juga lihat deh, di pintu keluar itu, Na. Ada security di sana, biasanya mereka nggak akan gampang membiarkan tamu langsung pergi begitu aja."


Dan dengan terpaksa akhirnya Davina mendengarkan David bernyanyi sampai selesai.


Suara David memang benar-benar bagus dan merdu di telinganya. Entah kenapa hati dan perasaannya begitu nyaman dan tenang saat David melantunkan lagu itu, seakan lagu itu memang di peruntukan untuk dirinya. Dan tanpa ia sadari, satu bulir air mata jatuh di pelupuk matanya. Ia pun jadi bingung dengan perasaannya yang jadi berubah melow begini.


"Na, kenapa kamu menunduk?" tanya Venus yang heran saat David hampir selesai bernyanyi.


Tapi pertanyaannya Venus malah di jawab oleh isakan tangis dari Davina. Venus pun mengerti dan tidak bertanya lagi.


Lagu yang di nyanyikan oleh David memang bisa membuat melting semua wanita. Buktinya sekarang, setelah David selesai bernyanyi, banyak wanita - wanita yang meminta David untuk bernyanyi lagi. Dan yang lebih parahnya lagi, para wanita itu langsung naik ke atas panggung untuk mengambil foto dengan David. Bayangkan saja, sekarang David sedang di kerumuni oleh para wanita cantik yang mengapit dirinya di sisi kanan dan kiri tapi pandangan David tetap menatap ke arah Davina.


"Na, suami lo lagi di serbu wanita lain tuh." ujar Venus sambil mengangkat wajah Davina, agar temannya itu bisa melihat ke arah panggung.


Dan benar saja apa yang di ucapkan oleh Venus, jika suaminya sudah di apit oleh banyak wanita. Dan yang membuat Davina semakin kesal adalah ketika melihat suaminya yang tidak berusaha untuk pergi malah membiarkan para wanita itu menyentuhnya.


"Dasar cowok labil! Katanya kemarin cinta, tapi sekarang mau - maunya aja di sentuh sama wanita lain!" Ucap Davina yang langsung berdiri dan berniat pergi dari tempat duduknya sekarang. Hatinya bisa panas jika lama - lama melihat suaminya di kelilingi oleh para wanita cantik seperti itu.


...********...


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan juga hadiahnya.


__ADS_2